Sunday, January 16, 2011

Rafting & Organizational Behaviour

Arung jeram (white water rafting) merupakan olah raga mengarungi sungai berjeram, dengan menggunakan perahu karet, kayak, kano dan dayung. Tujuan berarung jeram bisa dilihat dari sisi olah raga, rekreasi dan ekspedisi. Arung jeram sebagai olah raga kelompok, sangat mengandalkan pada kekompakan tim secara keseluruhan. Kerja sama yang terpadu dan pengertian yang mendalam antar awak perahu, dapat dikatakan sebagai faktor utama yang menunjang keberhasilan melewati berbagai hambatan di sungai.

Dapat diibaratkan, wahana (perahu) yang digunakan dalam rafting adalah sebuah bentuk organisasi. Setiap individu dalam perahu menempati posisi sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing untuk menjaga agar perahu selamat sampai dengan tujuan. Arus sungai yang deras dan bergejolak mencerminkan kondisi perubahan yang cepat dan seringkali sangat drastis. Kondisi eksternal seperti inilah yang sekarang riil dihadapai oleh setiap organisasi, tentunya bukan organisasi kekuasaan...
Tak dapat dibantah, kondisi perubahan yang "high risk" ini mengharuskan suatu bentuk wahana yang elastis, untuk itulah digunakan perahu karet. Coba bayangkan, kita berarung jeram ria menggunakan perahu kayu.. Pastinya sudah terbalik ketika menghadapi jeram kecil atau bahkan pecah di jeram besar. Ha3x..
Lintasan berkelok-kelok dengan gejolak besar-kecilnya jeram mengharuskan setiap personel siap ber-mutasi secara dinamis untuk memantapkan posisi dalam menjaga keselamatan seluruh perahu beserta isinya. Personel harus adaptif karena mengharuskannya mampu menjalankan tugas dan fungsi berbeda dalam perubahan posisi.
Kongruen dengan organisasi, dalam perahu terdapat seorang pemimpin yang berkewajiban memberikan instruksi dan komando dalam upaya menjaga keselamatan perahu dan isinya sampai di garis akhir. Pemimpin menempati posisi di bagian belakang sehingga mampu melihat perubahan di depan dan mampu mengkoordinasikan anak buah. Hal ini sangat penting karena instruksi yang diberikan harus responsif dalam merespon perubahan yang cepat baik itu arah lintasan maupun besarnya jeram.
Pemimpin tidak hanya memberikan konstruksi, tetapi juga ikut proaktif dalam penyesuaian. Terkadang harus terlibat kerja keras dan bahkan tak segan turun langsung untuk mendorong laju perahu yang terhambat/tersangkut. Anak buah juga diperkenankan mengambil inisiatif pribadi untuk melakukan tindakan di luar instruksi pemimpin dalam upaya menyelamatkan perahu dan isinya.

Dalam perjalanan, personel mungkin pula jatuh, baik karena tidak mendengarkan atau lambat dalam merespon instruksi. Menghadapi permasalahan ini, personel dalam perahu akan memberikan bantuan agar si malang dapat kembali ke perahu, tentunya dengan tetap menjaga kondisi perahu agar tetap seimbang. Si malang ini juga harus berjuang naik sehingaa mampu mencapai tujuan akhir bersama-sama.
Sama seperti organisasi, arung jeram adalah olah raga yang menuntut keterampilan sehingga membutuhkan waktu untuk berkembang. Perkembangan ke arah mencapai kemampuan yang prima, hanya mungkin apabila mau mempelajari sifat-sifat sungai, serta bersedia melatih diri di tempat itu. Kecuali perlu mengembangkan pengetahuan mengenai sifat-sifat sungai, wajib pula berlatih berdayung, berkayuh di sungai. Implikasinya butuh mengembangkan kemampuan fisik, agar selalu mencapai kondisi seoptimal mungkin. Hal lain yang patut diingat, adalah berlatih cara-cara menghadapi keadaan darurat di sungai. Hal ini penting untuk melatih kesiapan, kemampuan dan kepercayaan diri, apabila memang harus menghadapinya.
Banyak makna dalam yang tak terpikirkan bisa kita peroleh dalam setiap aktivitas kita sehari-hari. Khususnya travelling, mampu memberikan pemahaman yang mungkin sederhana tapi sangat bermakna.. Ha3x.. Saya jadi makin semangat untuk jalan-jalan, karena universitas maha luas adalah alam semesta dan pelajaran paling berharga adalah ilmu dari kehidupan..

Terima kasih pada Prof. Fendy untuk penyampaian materi kuliahnya dengan sesuatu yang saya senangi.. He3x..










Read More »»»

Thursday, January 13, 2011

Januari di Kota Dili..

Menderu ombakmu menabuh pantai.. kala tatap matamu sapa jiwaku.. Membiru lautmu memeluk pasir.. kala harum nafasmu sebut namaku..
Januari di kota dili..
kian hangat dalam ingatan.. nantikanlah aku kembali.. tuk menjemput cintamu--
-------------------------------------------------------------

Hmmm.. entah kenapa tiba-tiba saya teringat lagu ini. Segera saja saya sambangi 4shared dan menginsertnya ke itunes.. Mendengarkan kembali lagu ini menimbulkan
sesuatu yang menyesakkan dada saya. Ada perasaan yang mengganjal.. Angan saya langsung melayang kembali pada masa iakhir 90an. Bukan tentang dua biduk yang telah berlabuh di satu dermaga cinta.. Ha3x.. Saya masih terlalu kecil saat itu untuk berkutat dengan masalah biru cinta.. xixixixixix. Dalam nada, saya seperti dapat membayangkan keindahan kota Dili..

Muncul perasaan sesak ketika mengingat Dili. Terbayang kembali pada 1999 ketika ramai tentang sengketa yang berakhir dengan lepasnya propinsi termuda ini (saat itu nomer 27). Inilah salah satu momen awal dimana saya merasakan terkoyaknya kedaulatan Nusantara. Kenapa saya bilang awal, karena dalam ingatan saya, ada 2 peristiwa robeknya keutuhan bangsa ini (semoga memang hanya ini).

REFERENDUM TIMOR TIMUR

Timor Timur merupakan sebuah wilayah bekas koloni portugis yang dianeksasi oleh militer Indonesia menjadi sebuah provinsi yang pernah menjadi bagian Indonesia antara 17 Juli 1976 sampai 19 Oktober 1999. Kala itu provinsi ini merupakan provinsi Indonesia yang ke-27. Timor Timur berintegrasi dengan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah dijajah selama 450 tahun oleh Portugal. Wilayah provinsi ini meliputi bagian timur pulau Timor, pulau Kambing atau Atauro, pulau Jaco dan sebuah eksklave di Timor Barat yang dikelilingi oleh provinsi Nusa Tenggara Timur.
(sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Timur)


Setelah referendum yang diadakan pada tanggal 30 Agustus 1999, di bawah perjanjian yang disponsori oleh PBB antara Indonesia dan Portugal, mayoritas penduduk Timor Leste memilih merdeka dari Indonesia.

Antara waktu referendum sampai kedatangan pasukan perdamaian PBB pada akhir September 1999, kaum anti-kemerdekaan yang konon didukung Indonesia mengadakan pembantaian balasan besar-besaran, di mana sekitar 1.400 jiwa tewas dan 300.000 dipaksa mengungsi ke Timor barat. Pada 20 September 1999 pasukan penjaga perdamaian International Force for East Timor (INTERFET) tiba dan mengakhiri hal ini.

Pada 20 Mei 2002, Timor Timur diakui secara internasional sebagai negara merdeka dengan nama Timor Leste dengan sokongan luar biasa dari PBB. Ekonomi berubah total setelah PBB mengurangi misinya secara drastis.
(sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Timor_Leste)

LEPASNYA SIPADAN & LIGITAN

Sengketa Sipadan dan Ligitan adalah persengketaan Indonesia dan Malaysia atas pemilikan terhadap kedua pulau yang berada di Selat Makassar ini. Sikap Indonesia semula ingin membawa masalah ini melalui Dewan Tinggi ASEAN namun akhirnya sepakat untuk menyelesaikan sengketa ini melalui jalur hukum Mahkamah Internasional.

Persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia, mencuat pada tahun 1967 ketika dalam pertemuan teknis hukum laut antara kedua negara, masing-masing negara ternyata memasukkan pulau Sipadan dan pulau Ligitan ke dalam batas-batas wilayahnya. Kedua negara lalu sepakat agar Sipadan dan Ligitan dinyatakan dalam keadaan status status quo akan tetapi ternyata pengertian ini berbeda.

Pihak Malaysia membangun resor parawisata baru yang dikelola pihak swasta Malaysia karena Malaysia memahami status quo sebagai tetap berada di bawah Malaysia sampai persengketaan selesai, sedangkan pihak Indonesia mengartikan bahwa dalam status ini berarti status kedua pulau tadi tidak boleh ditempati/diduduki sampai persoalan atas kepemilikan dua pulau ini selesai.[1] [2] [3]Pada tahun 1969 pihak Malaysia secara sepihak memasukkan kedua pulau tersebut ke dalam peta nasionalnya[4].

Pada tahun 1998 masalah sengketa Sipadan dan Ligitan dibawa ke ICJ,[8] [9] kemudian pada hari Selasa 17 Desember 2002 ICJ mengeluarkan keputusan tentang kasus sengketa kedaulatan Pulau Sipadan-Ligatan antara Indonesia dengan Malaysia. Hasilnya, dalam voting di lembaga itu, Malaysia dimenangkan oleh 16 hakim, sementara hanya 1 orang yang berpihak kepada Indonesia. Dari 17 hakim itu, 15 merupakan hakim tetap dari MI, sementara satu hakim merupakan pilihan Malaysia dan satu lagi dipilih oleh Indonesia.

(sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Sengketa_Sipadan_dan_Ligitan)

------------------------------------------------

Sejak dulu saya tidak suka dengan politik. Bagi saya politik identik dengan kehausan akan kekuasaan, yang terkadang diikuti matinya hati nurani. Apakah pernah mereka membayangkan, bagaimana perasaan mereka yang kehilangan orang tua, keluarga, sodara dan handai taulan. Terlebih perasaan mereka yang melihat orang yang mereka cintai terkapar dan pergi meninggalkan mereka. Selamanya perang, antar negara, bangsa, suku atau golongan tidak akan memberikan kemenangan, hanya kehancuran yang ada..

"Semoga harmoni keindahan Nusantara akan selalu mengalun.. Tanpa ada lagi bagian yang lepas dan hilang"

Read More »»»

Tuesday, January 11, 2011

Animals Series : Whale Shark..

Masih ingat dengan syair lagu "Si hitam dari laut jawa, si hitam dari selat sunda". Ini lagu wajib saya waktu SD, jadi bisa ditebak angkatan berapa saya ini. Ha3x.. Sang pelantun sekarang sudah menjadi seorang bapak dan seorang musisi bertalenta. Tapi bukan Mas Bondan ini yang saya mau bahas, bukan juga mengenai Lumba-Lumba.

Terus ngapain saya pake bawa-bawa lagu ini ? Masih berkaitan. Mengenai binatang (pasti masih berpikir gak nyambung) yang ingin saya lihat secara langsung di habitat aslinya. Setelah merasakan sensasi berenang si antara ribuan ubur-ubur jinak di Kakaban, saya menjadi berpikir bahwa bercengkerama dengan binatang di alam bebas memberikan sensasi tersendiri. Saya ingin merasakannya lagi, tentunya harus lebih seru.. Komodo sempat terlintas dalam benak saya. Tapi apa mungkin saya bisa bercengkerama dengan tukang buat macet ini.. Ha3x.. Saya pernah melihat keganasannya di Kebun Binatang.. Tapi suatu saat saya juga ingin mengunjungi habitat aslinya, untuk menikmati keindahan alamnya.

-----------------------------------
Terus apakah hewan itu ?? Eng..ing..eng... Whale Shark.. Binatang apakah itu ?? Hiu apa Paus ??

Ini jawabannya: Hiu paus, Rhincodon typus, adalah hiu pemakan plankton yang meruapakan spesies ikan terbesar. Hiu ini adalah satu-satunya anggota dari genusnya Rhincodon dan familinya, Rhincodontidae (disebut Rhinodontes sebelum tahun 1984), yang masuk kedalam subkelas Elasmobranchii pada kelas Chondrichthyes. Hiu ini dapat ditemui di samudera tropis dan hangat dan hidup di laut. Spesies ini dipercaya berasal sekitar 60 juta tahun yang lalu. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Hiu_paus.

Species ini sering dikatakan sebagai hiu bodoh. Ha3x.. Anggapan ini muncul karena tidak seperti kebanyakan hiu yang buas dan karnivor ganas, ikan ini justru pemakan plankton dan sangat bersahabat dengan penyelam. Hmmmmm.. pengen membuktikan.. :p

KEMANA SAYA HARUS PERGI ??

Cara paling gampang adalah melihatnya di akuraium-akuarium spekatakuler di muka bumi ini ? Pertama, Georgia Aquarium di Atlanta, akuarium terbesar di dunia. Kedua, Okinawa Churaumi Aquarium. Daftar lain tidak akan saya tuliskan, karena secara budget tidak akan murah (bagi saya yang kere ini). Karena aquarium terbesar di negeri ini tak akan menyediakannya.. Ha3x..
Tapi, laut Indonesia ini memang lebih indah dan lengkap dari segala akuarium dimanapun. Dari bonus majalah traveller, saya mengetahui bahwa di ujung timur negaraku adalah habitat ikan ini. Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Papua.

Taman Nasional Teluk Cenderawasih
adalah taman nasional laut terbesar di Indonesia. Taman nasional ini terletak di Teluk Cenderawasih, provinsi Papua Barat. Taman Nasional Teluk Cenderawasih meliputi pulau Mioswaar, Nusrowi, Roon, Rumberpon dan Yoop.[1] (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Teluk_Cenderawasih).
Taman Nasional ini kaya akan jenis ikan, tercatat kurang lebih 209 jenis ikan penghuni kawasan ini diantaranya butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, dan anemonefish .Jenis moluska antara lain keong cowries (Cypraea spp.), keong strombidae (Lambis spp.), keong kerucut (Conus spp.), triton terompet (Charonia tritonis), dan kima raksasa (Tridacna gigas). Terdapat empat jenis penyu yang sering mendarat di taman nasional ini yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), ketam kelapa (Birgus latro), lumba-lumba, dan hiu sering terlihat di perairan Taman Nasional Teluk Cendrawasih. (sumber: http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN INDO-ENGLISH/tn_telukcendra.htm).

Sayangnya, eksistensi dan keberadaan Hiu Paus ini mulai terancam. Tentu manusia jua-lah penyebabnya. Kerusakan habitat, perburuan dan terjerat jaring yang dibuang begitu saja. Ah....kita seharusnya belajar dari punahnya beberapa species terdahulu. Semoga kita menemukan kearifan agar senantiasa menjaga kelestarian bumi dan beserta isinya. Agar kita bisa menikmatinya, dan tentunya anak cucu kita.

Ahaiii.. Semangat saya begitu bergelora untuk kesana.. He3x.

Read More »»»

Sunday, January 09, 2011

2011 : THE PROJECT

Resolusi awal tahun menjadikan pergantian tahun selalu dipenuhi harapan. Sah-sah saja.. Segala permulaan akan memberikan banyak kesempatan dan tantangan sehingga akan banyak harapan digantungkan pada tahun terbaru. Banyak hal yang kurang di tahun sebelumnya.. Kurang berhasil, kurang memperbaiki diri, kurang memantabkan hubungan, kurang maju kariernya dan kurang-kurang lainnya.. Tapi, pasti tidak ada yang merasa kurang beramal dan kurang beribadah.. Ha3x..

Saya sendiri punya resolusi.. Ingin memperbaiki diri, ingin mencoba merasa puas dalam pekerjaan (ada gak yah org yang 100% puas ?), ingin melancarkan hubungan dan tentunya ingin jalan-jalan.. Untuk 3 keinginan pertama, tidak etis rasanya kalo saya share, nanti ada pihak-pihak yang tersakiti.. (halah,, padahal memang masih meraba-raba plan nya.. ha3x..). Tapi untuk yang terakhir (bukan berarti paling gak penting, karena semua ditulis acak tidak berdasar ranking.. ) saya akan dengan senang hati untuk sharing.. Siapa tahu oleh kenalan cah ayu.. ha3x.. Siapa tahu mau ikut, ke bandung surabaya.. tut..tut..tut.. lanjutttt...

Awal tahun ini saya harus menerima kenyataan sisa cuti hanya 11 hari... Wuihh, padahal banyak sekali harpitnas yang sangat berpeluang untuk melancarkan rencana. Akhir tahun 2010, saya sering menyatroni situs budget airlines, blog-blog traveler, milis backpacker, milis flashpacker, kaskus dan detik forum. Google, maestro search engine pasti bosen dengan kata-kata yang sering saya ketik: paket wisata murah, promo tour, how go to there dan why must be there.. Buku panduan travelling juga saya sikat, meski beberapa masih tersegel sampe sekarang.. He3x..

---------------------------------------- TRAVELLING PLAN-----------------------------------------

Karena kalender akademik yang saya terima hanya sampai dengan awal maret, masih ada grey area untuk kepastian. Secara, mahasiswa yang baik harus menomersatukan kelulusan (bagaimana gak pengen cepat lulus, spp ini membunuh travelling-ku.. d_nasib).

# KARIMUNJAWA

Liburan semester satu sangat pantas untuk dianugerahi keindahan kepulauan di Laut Jawa ini. Berapapun IP-ku tak pantas untuk menilai keindahan pulau ini.. He3x.. Lokasi yang relatif dekat dan paket wisata murah tersedia sangat pas dengan kondisi rekening setelah pembayaran spp.. Masih ada dua alternatif travelling paket 4D3N (5 - 8 Maret) atau 2D1N (5 - 6 Maret). Semua bisa disesuaikan...

Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Karimunjawa)


# BOROBUDUR

Hmmmm.. Kenapa tiba-tiba saya kepikiran untuk kesini ?? Meski sudah tidak masuk dalah salah satu New 7 Wonders, candi ini tetap menarik perhatian. Dari review buku di majalah jalanjalan, salah satu must be there event adalah Perayaan Waisak di candi terbesar ini.. Gayung bersambut, salah satu teman saya mempunyai kesediaan dan akses (ini yang saya suka...ha3x..) untuk mengadirinya. Mantaps.. Harpitnas juga.. Tapi tetap berharap kuliah libur atau jadwal memungkinkan untuk meliburkan diri.. :p. Dengan cuti satu hari, saya akan menuju lokasi pada 15 - 17 Mei (kalo mau bolos 14 Mei saya sudah cabuttt.. ).

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga 婆羅浮屠 (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú) dalam bahasa Mandarin. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur)

# BANGKOK & KUALA LUMPUR

Tiket Air Asia sudah di tangan saya untuk flight berturut-turut pada 2 (Sby - Bkk), 5 (Bkk - KL) dan 6 (KL - Sby) November. Kami fokus di Bangkok, penerbangan ke KL dengan pertimbangan harga yang kebih murah dan merayakan Idul Adha di sana.. Dengan harapan bahwa 5 - 6 November kuliah diliburkan (saya masih bingung karena libur Idul Adha berbeda di 2 kalender saya, tapi saya mengacu ke Depdagri yaitu pada 6 Nov).

Saya selalu salut dengan kedua kota ini. Apakah daya tariknya sehingga jutaan turis asing tertarik menjelajahinya. Terutama Bangkok yang menjadi destinasi utama para backpacker dunia. Keindahan, keramahan, budaya dan sejarah keduanya sering digemborkan. Tapi apakah negara saya tercinta ini tidak punya itu semua (kalo kami warga negara nya pasti bilang lebih,,,, he3x..).

Gak nasionalis. Ngapain kesana, Indonesia punya banyak tempat indah. Ah, itu alasan klasik.. Apakah saya jadi tidak nasionalis ?? Itu urusan saya tentunya, toh saya tidak tanya nasionalisme anda. Logikanya, apakah para pengelana dunia ini juga gak nasionalis. Indonesia punya tempat indah ?? SETUJU dan PASTI.. Saya pun selalu punya rencana dan rela mengumpulkan dana untuk menjelajahinya.

-------------------------------


Dari sisa 11 cuti, saya masih mempunyai sisa 6 hari lagi. Untuk lebaran, saya akan menggunakan 3 hari, so saya masih punya sisa 3 hari. Banyak tempat ingin saya kunjungi. Bangka - Belitung, Danau Toba, Labuan Bajo, Wakatobi dan lainnya.. Jadi, saya dengan semangat hati untuk menerima ajakan, undangan dan diskusi rencana.. Asalkan bersedia untuk kompromi dengan jadwal libur dan dana saya..

LET's START THE 2011 PROjecT

(posted & edited from Tretes, in the midle of bore training.. :)

Read More »»»

Thursday, January 06, 2011

Travel Alarm : Book (1st Ed)

Buku adalah jendela dunia. Tidak salah, tetapi tidak 100% benar. Kita memang dapat mengenal dunia hanya lewat buku tanpa perlu mendatanginya secara langsung. Buku mampu memberikan penjelasan, gambaran, kondisi akan bagian dunia ini. Buku juga menyediakan rekam sejarah dan perkembangan suatu destinasi. Secara sederhana, buku adalah potret yang mampu memberikan pedoman dalam memberikan penafsiran akan suatu obyek.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Tetapi, sama dengan suatu potret. Gambaran dan sudut pandang yang diberikan akan sangat subyektif, versi photographer. Subyektivitas inilah yang membuat saya mengatakan bahwa melihat dunia melalui jendela tidak sepenuhnya memberikan penggambaran yang tepat. Melaui jendela kita memiliki keterbatasan dalam penginderaan. Mata kita tidak dapat menikmati semua, baik itu keindahan, kekurangan maupun hal-hal kecil lain yang terkadang malah memberikan kesan khusus kepada individu berbeda. Dengan masuk ke suatu tempat, mata akan mampu melihat lebih dalam dengan bantuan telinga, hidung, kulit dan seluruh badan.

Banyak buku sudah saya baca, banyak tempat sudah saya kunjungi (banyak disini menurut saya lo, he3x..). Ada beberapa tempat pula yang sudah saya kunjungi karena suatu buku. Seringkali pula, saya sudah merencanakan travelling ke suatu tempat dan mencari buku tentang tempat itu, sebagai referensi panduan jalan tentunya. Khusus yang terakhir ini, saya merasa sangat senang dengan munculnya para travel-writer yang bersedia berbagi. Tidak hanya buku dalam pengertian sederhana, termasuk pula di dalamnya adalah blog, artikel maupun knowledge sharing dalam berbagai milis dan social network.

Beberapa buku yang membuat saya berencana, berusaha dan terakhir berharap (setelah merencanakan dan melakukan usaha, terakhir saya hanya dapat berharap.. he3x..) dapat mengunjungi secara langsung. Sekali lagi ini pilihan saya, jadi suka-suka saya, bisa berubah dan tidak bisa diganggu gugat :

Da Vinci Code (Dan Brown)

Aksi Profesor Langdon & agen Sophie Neuveu yang diawali usaha dalam memecahkan misteri pembunuhan Jacques Sauniere, seorang kurator museum. Louvre Museum... Tempat dimana Monalisa disimpan inilah salah satu bagian dunia yang saya berharap bisa berada disana. Tidak cukup hanya dengan melihat melalui jendela.

Saya tidak peduli kisah dalam buku ini FIKSI atau FAKTA. Boleh saja peran Sauniere, Langdon, Sophie, Aringarosa, Silas, dan Teibing adalah FIKSI, tetapi Museum Louvre adalah FAKTA. Toh batas antara fiksi dan fakta adalah abu-abu.

Museum Louvre (Musée du Louvre) di Paris, Perancis, adalah salah satu museum terbesar dan paling terkenal di dunia. Gedungnya, bekas sebuah istana bangsawan, terletak di pusat Perancis antara sungai Seine dan Rue de Rivoli. Lapangannya kini terdapat piramida gelas Louvre. Sebagian dari istana tersebut dibuka sebagai museum pada 8 November 1793, pada saat Revolusi Perancis. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Louvre)

5 cm (Donny Dhirgantoro)

Sesuai dengan tagline-nya "sebuah novel tentang cinta, persahabatan dan kehidupan", buku ini mengisahkan tentang perjalanan Lima sahabat yang penuh dengan keyakinan, mimpi, cita-cita, dan cinta. Sebuah perjalanan yang telah mengubah mereka menjadi manusia sesungguhnya, bukan Cuma seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan, dan punya nama.

Eksploitasi keindahan pada setiap bagian menuju Mahameru benar-benar mampu membuat saya merasa mendapat undangan untuk kesana. Undangan lama yang sampai sekarang belum mampu saya wujudkan. Perlu persiapan fisik (hal penting pertama bagi saya yang kurang olah fisik..) dan persiapan mental (penting juga bagi saya yang hanya pernah satu kali pernah meraih puncak kecil dunia, Gunung Bromo... ha3x.)

Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayek-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Semeru)


Edisi pertama ini saya cukupkan sampai disini dulu.. Banyak tempat lain yang "cukup menggoda gairah" saya yang belum mampu saya tuliskan. Mungkin sudah saya kunjungi atau saya belum "membuka jendela dunia" yang mengulasnya. Dan, JANGAN LUPA belum seluruh bagian bumi ini sudah dibuatkan jendela nya..... (atau saya yang tidak punya daya untuk menemukan jendela nya... He3x..).. Karena tidak semua jendela dunia murah harganya.. Salam...
Read More »»»