Wednesday, October 22, 2008

The Lake House : Rumah Tanpa Waktu

Aku dapet DVD film ini sudah lama banget, Maret tahun 2007 kemarin. Dapet dari temen (awalnya minjem, karena lama ga dibalikin eh malah dikasih ^_^). Thanks bro..

Tapi baru nontonnya kemarin malem (19 Oktober 2008), dulu sudah nonton sampai separo tapi ga dilanjutin. Alurnya pelan banget, jadi ngantuk. Dulu lagi jamannya Spiderman, Harry Potter, dkk. Ga tau kenapa kemarin pengen nonton (jadi melow..).

Film ini bercerita tentang percintaan, komitmen, perjuangan tanpa putus asa, kerjasama dan penantian itu sendiri. Disini tidak ada cerita perbedaan status, kasta dan ras/klan ala Romeo & Juliet. Atau cinta yang tak tersampaikan dalam Love is Cinta. Akhir cinta yang tragis ala Titanic dan Walk to Remember. Pengorbanan yang besar khas Heart. Perebutan cinta dalam Bawang Merah & Bawang Putih. Atau cerita seorang biasa yang menemukan pangerannya ala Cinderella dalam Happily Ever After.

Di film ini, ketertarikan antara Sandra Bullock dan Keanu Reeves terlihat sangat kuat meski mereka cuma punya satu adegan dalam satu scene yang sama. Ceritanya mereka tinggal di Chicago tapi dalam dua waktu yang berbeda. Alex Wyler (Keanu Reeves) adalah seorang arsitek yang hidup di tahun 2004, sedangkan Kate Forster (Sandra Bullock) adalah seorang dokter yang hidup di tahun 2006. Mereka terhubung oleh rumah yang mereka tempati.

Kate yang baru pindah dari rumah itu meninggalkan pesan bagi penghuni yang baru untuk mengirimkan surat-suratnya. Ini membuat Alex bingung karena ia mengetahui bahwa tidak ada yang pernah tinggal disana selama bertahun-tahun. Isi pesan Kate memberitahukan tentang sebuah tanda dan kotak yang tidak bisa dilihat oleh Alex, dan tanggal yang tertera dalam pesan itu menunjukkan waktu 2 tahun yang akan datang.

Lewat sebuah kotak surat mereka saling berhubungan dan bercerita tentang apa yang mereka lihat dan rasakan. Hubungan mereka semakin dekat dalam perbedaan waktu kemudian mereka menyadari mengapa dan bagaimana takdir dapat menyatukan mereka. Ketika hal itu terjadi, itu sangat indah dan membahagiakan.

Dalam “Cinta” tak ada yang mustahil.. Kerennnnnnnnnnn...... Endingnya Manteb bgt ....... Betapa penantian dan pengorbanan akan lebih baik daripada pertemuan.

(Gresik, 20 Oktober 2008)

Read More »»»

Saturday, October 18, 2008

MAKAN ENAK

Bagian 1
Dulu aku tidak ”doyan” makanan yang berhubungan dengan “bebek”. Entah itu telur bebek asin ataupun nasi bebek. Tapi ternyata ga selamanya selera perut itu ga berubah. Mengikuti perkembangan zaman (walah!!! maksude mengikuti uang yang ada.. he5x..)


Tahun 2005 akirnya aku makan telur asin pertamaku. Saat itu aku masih kos pas kuliah.. Telur asin ini oleh-oleh yang dibawain ibu dari Magetan. Aku makan karena sungkan sama ibuk dan menghemat uang saku. Biasa mahasiswa. Makannya aku akalin dengan mencampurnya dengan ”Tahu Tek”.

Sampai beberapa lama perutku masih terasa mual, mungkin karena sugesti. Aku merasa terasa enek dan masih asin di mulut, sampai sikat gigi ma kumur2 rasanya ga ilang2.....

Aku mulai ”berkenalan” dengan bebek lewat telurnya. Tapi aku tetep ”belum doyan” nasi bebek.. Favoritku tetep ”Ayam”

Nasi bebek pertamaku (makan dengan sadar) adalah Nasi Bebek Jl. Tembaan (Depan BCA Tugu Pahlawan) tanggal 27 September 2008, sekitar jam 8 malam. Maksudnya ”dengan sadar”, karena aku merasa pas di tuban pernah makan nasi bebek (penjuale keliru bungkus mungkin), tapi itu hanya tebakan, mungkin itu ayam kampung. Apa ga rugi aku beli bebek bayar ayam... He5x...

Pendapatku, gila bebeknya manteb banget.. Sambelnya pas.. Apalagi saat itu lagi buka puasa, malemnya ga sahur juga.. Yang buat BT ya ngantrinya. Sebenere ini makan diajak temen2, traktiran katanya. Karena tulisanku di muat di majalah kantor. (wealah, honore aja ga dateng2 sampai sekarang). Harganya 8rb untuk biasa. Dan 9rb untuk jumbo.. Murah...

Mulai saat itu, aku pengen mencoba kuliner bebek yang lain. Wisata Kuliner...

Bagian 2
Bebek yang kedua adalah Nasi Bebek Jalan Kan An.Hari Minggu 12 Oktober 2008 sekitar jam 7 malam. Walah sambelnya, pedes banget.. (aku Cuma makan pas suapan pertama, sampai akir ga ilang pedesnya)
Tapi bebeknya manteb bos. Waktu itu ditraktir, wah tambah Mak Nyuss.. Hargane ga tau... Makan siang di Pronto sebelumnya kalah manteb.

Bagian 3
Aku makin ”terobsesi” dengan nasi bebek. Mungkin aku sudah bosen dengan Si Ayam. Kalo makan daging aku males, amis... alot.. kolesterol.. Aku lebih suka dengan Burung, bangsa Aves..

Tanggal 14 Oktober aku pengen makan Bebek Cabang Purnama. Makan malem aku langsung meluncur ke belakang Mc D Gresik. Ternyata tutup. Tapi aku ga menyerah, masih ada yang di Depan Perumahan BP Kulon.

Bebek disini disajikan dengan taburan srundeng kelapa. Nikmat... Sambelnya ga terlalu pedes, sayang minyaknya kebanyaken.. Hargane 8 rb/porsi..

Perburuan Kuliner akan terus berlanjut...

Read More »»»

Wednesday, September 24, 2008

Untuk Adik-ku


Rabu, 24 September 2008 jam 11.45 siang sms masuk. Mungkin sms ini biasa saja, tapi isinya Innalillahi Wa Inna Illaihi Rojiun.. Adikku dipanggil Yang Maha Kuasa..

Yang terbayang adalah saat-saat susah dan senang, canda tawa dan semuanya pas satu kos.

Ya 4JJI, aku masih ingat saat-saat hambamu ini kesusahan, dengan ikhlas Adikku membantu. Salah satu yang tidak akan terlupa adalah saat ke Gresik, nganter tanda tangan kontrak..
Saat itu dalam hati ini terbersit perasaan betapa baiknya orang ini.. Belum sempat terbalas semua kebaikannya, meskipun bagiku tidak akan pernah dapat membalasnya, Adikku sudah kau panggil.

Tapi siapalah hambamu ini, yang hanya dapat bersedih dan mendoakannya.

Umur, nasib, jodoh, rizki dan takdir adalah KuasaNya. Kita, manusia, hanya seperti buih kecil di samudra kehidupan yang maha luas.
Hambamu mohon :

Semoga semua amal ibadah Adikku dapat diterima dan hapuslah dosanya..

Amien

Untuk adikku..
Mas mohon maaf..

Mas tidak dapat menjadi Kakak dan teman yang baik..

Read More »»»