Thursday, January 06, 2011

Travel Alarm : Book (1st Ed)

Buku adalah jendela dunia. Tidak salah, tetapi tidak 100% benar. Kita memang dapat mengenal dunia hanya lewat buku tanpa perlu mendatanginya secara langsung. Buku mampu memberikan penjelasan, gambaran, kondisi akan bagian dunia ini. Buku juga menyediakan rekam sejarah dan perkembangan suatu destinasi. Secara sederhana, buku adalah potret yang mampu memberikan pedoman dalam memberikan penafsiran akan suatu obyek.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Tetapi, sama dengan suatu potret. Gambaran dan sudut pandang yang diberikan akan sangat subyektif, versi photographer. Subyektivitas inilah yang membuat saya mengatakan bahwa melihat dunia melalui jendela tidak sepenuhnya memberikan penggambaran yang tepat. Melaui jendela kita memiliki keterbatasan dalam penginderaan. Mata kita tidak dapat menikmati semua, baik itu keindahan, kekurangan maupun hal-hal kecil lain yang terkadang malah memberikan kesan khusus kepada individu berbeda. Dengan masuk ke suatu tempat, mata akan mampu melihat lebih dalam dengan bantuan telinga, hidung, kulit dan seluruh badan.

Banyak buku sudah saya baca, banyak tempat sudah saya kunjungi (banyak disini menurut saya lo, he3x..). Ada beberapa tempat pula yang sudah saya kunjungi karena suatu buku. Seringkali pula, saya sudah merencanakan travelling ke suatu tempat dan mencari buku tentang tempat itu, sebagai referensi panduan jalan tentunya. Khusus yang terakhir ini, saya merasa sangat senang dengan munculnya para travel-writer yang bersedia berbagi. Tidak hanya buku dalam pengertian sederhana, termasuk pula di dalamnya adalah blog, artikel maupun knowledge sharing dalam berbagai milis dan social network.

Beberapa buku yang membuat saya berencana, berusaha dan terakhir berharap (setelah merencanakan dan melakukan usaha, terakhir saya hanya dapat berharap.. he3x..) dapat mengunjungi secara langsung. Sekali lagi ini pilihan saya, jadi suka-suka saya, bisa berubah dan tidak bisa diganggu gugat :

Da Vinci Code (Dan Brown)

Aksi Profesor Langdon & agen Sophie Neuveu yang diawali usaha dalam memecahkan misteri pembunuhan Jacques Sauniere, seorang kurator museum. Louvre Museum... Tempat dimana Monalisa disimpan inilah salah satu bagian dunia yang saya berharap bisa berada disana. Tidak cukup hanya dengan melihat melalui jendela.

Saya tidak peduli kisah dalam buku ini FIKSI atau FAKTA. Boleh saja peran Sauniere, Langdon, Sophie, Aringarosa, Silas, dan Teibing adalah FIKSI, tetapi Museum Louvre adalah FAKTA. Toh batas antara fiksi dan fakta adalah abu-abu.

Museum Louvre (Musée du Louvre) di Paris, Perancis, adalah salah satu museum terbesar dan paling terkenal di dunia. Gedungnya, bekas sebuah istana bangsawan, terletak di pusat Perancis antara sungai Seine dan Rue de Rivoli. Lapangannya kini terdapat piramida gelas Louvre. Sebagian dari istana tersebut dibuka sebagai museum pada 8 November 1793, pada saat Revolusi Perancis. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Louvre)

5 cm (Donny Dhirgantoro)

Sesuai dengan tagline-nya "sebuah novel tentang cinta, persahabatan dan kehidupan", buku ini mengisahkan tentang perjalanan Lima sahabat yang penuh dengan keyakinan, mimpi, cita-cita, dan cinta. Sebuah perjalanan yang telah mengubah mereka menjadi manusia sesungguhnya, bukan Cuma seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan, dan punya nama.

Eksploitasi keindahan pada setiap bagian menuju Mahameru benar-benar mampu membuat saya merasa mendapat undangan untuk kesana. Undangan lama yang sampai sekarang belum mampu saya wujudkan. Perlu persiapan fisik (hal penting pertama bagi saya yang kurang olah fisik..) dan persiapan mental (penting juga bagi saya yang hanya pernah satu kali pernah meraih puncak kecil dunia, Gunung Bromo... ha3x.)

Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayek-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Semeru)


Edisi pertama ini saya cukupkan sampai disini dulu.. Banyak tempat lain yang "cukup menggoda gairah" saya yang belum mampu saya tuliskan. Mungkin sudah saya kunjungi atau saya belum "membuka jendela dunia" yang mengulasnya. Dan, JANGAN LUPA belum seluruh bagian bumi ini sudah dibuatkan jendela nya..... (atau saya yang tidak punya daya untuk menemukan jendela nya... He3x..).. Karena tidak semua jendela dunia murah harganya.. Salam...
Read More »»»

Monday, December 27, 2010

Kep. Derawan : Full of Wonder...

Perjalanan paling nekat... Solo Flashpacker... Salah tante Trinity yang dalam Naked Traveller 2 selalu menggumbar keindahan daerah ini.. Hmmmm.. Derawan ?? Lewat Tarakan ?? Tarakan yang saya tahu hanya tentang seputar permasalahan perbatasan dan segudang masalah kesenjangan dan TKI nya (karena saya pikir Tarakan & Nunukan itu satu area.. ternyata saya keliru.. he3x..).


Dimanakah Surga Itu ??

Pulau Derawan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Indonesia (wikipedia). Akses menuju sana bisa dicapai melalui Berau ataupun Tarakan. Dua kota yang belum pernah saya singgahi, dan tak pernah terpikir akan kesana. Lalu saya mau pilih lewat mana ? Pertimbangan pertama pasti adalah dana dan berikutnya adalah lama perjalanan. Ternyata melalui dua jalur ini memerlukan perjalanan laut yang hampir sama. Karena tiket pesawat ke Berau lebih mahal, saya memutuskan menempuh penerbangan meunju Tarakan. Maklum backpacker..

Dengan pencarian satu bulan sebelumnya, penerbangan murah masih saya temukan (meski tetap lebih mahal dibanding tiket JKT - SIN sebelumnya). Tetapi tiket balik untuk pilihan waktu yang sesuai tidak tersedia, terpaksa ambil tiket ekonomi dengan harga paling mahal yang pernah saya bayar.. Tapi saya anggap wajar, secara 2 kali penerbangan.. ha3x.. Memang, selalu ada jalan kalo ada keinginan dan selalu ada alasan untuk pembenaran jalan-jalan.. :p

Rute Perjalanan

Sesuai kesepakatan dengan Mas Malik, sang guide tour, perjalanan di lakukan dalam 3D2N. So, saya berangkat dini hari dari Gresik menuju Tarakan via Juanda dengan transit di Sepinggan.

Walahhh, landasan Juwata International Airport, Tarakan adalah paling pendek yang pernah saya kunjungi (untuk saat ini tentunya).. Landing saat cuaca bagus dan pilihan nomer kursi yang tepat memberi pemandangan bagus nan mendebarkan.. Hanya berapa meter pesawat mendarat sudah laut (apa sungai yah...?).

Pilihan kursi saya pilih sesuai saran dalam salam satu blog yang menyarankan memilih nomor seat di bagian belakang dan tetntunya tepi cendela... (maaf blog apa buku siapa saya lupa..).. Alasan sederhana adalah karena tidak terhalang sayap pesawat sehingga leluasa menikmati pemandangan dari cendela. Alasan manusiawi lainnya adalah karena bagian belakang pesawat adalah bagian teraman saat terjadi kecelakaan, inilah alasan mengapa black box diletakkan di ekor pesawat...

Dari bandara Juwata, perjalanan berganti dengan jalur darat selama 15 menit menuju Pelabuhan Tanjung Batu.. Setelah sholat Jumat di salah satu masjid dekat pelabuhan, rute selanjutnya ditempuh dengan perahu cepat... wooow,,,

Setalah 2,5 atau 3 jam perjalanan dalam speed boat, kami tiba di Derawan. Alhamdulillah, peralatan mati gaya selalu saya bawa.. Ipod, dengan beberapa lagu baru yang saya sinsert sebelumnya...

Destinasi Terbaik..

Sesuai paket yang ditawarkan, pulau yang kami kunjungi adalah Derawan, Sangalaki, Kakaban dan Maratua.. Ini alasannya :

1. Pulau Derawan

Pulau inilah yang dijadikan base camp dalam tour ini. Karena mengambil paket luxury (libur akhir tahun kan ingin bersantai), saya menginap di cottage dengan pantai private... Pantai dan air lautnya sangat bersih. Cocok untuki berenang dan snorkle.. Banyak kunjungan penyu juga, di salah satu pantai penduduk (dekat cottage) ada penyu yang mendarat di pantai..

Suasana cukup ramai, dengan dominasi turis lokal dan travelling bersama keluarga.. Untuk paket hemat, penginapan dengan rumah panggung langsung diatas laut.. Lebih seru... Tapi karena sendirian dan alasan kenyamanan, pilihan cottage sangat memuaskan.. (sayang, kamar tidak ada isi dan signal kuat operator seluler saya tidak berdaya disini..)..

Satu yang terlewat disini adalah menyaksikan si hidung botol, lumba-lumba.. Hmmmm..Konon, di sekitar perairan pulau ini adalah lintasan permainan lumba-lumba. Pengalaman di Meru Betiri membuat saya memilih duduk dalam perahu selama dalam kapal.. Solo begini bisa berabe kalo sakit (tentunya saya sudah mengantisipasi dengan kotak P3K lengkap dalam ransel..). Hi3x...

2. Pulau Sangalaki

Pulau ini merupakan tempat penyu bertelur dan salah satu area penangkaran di bawah WWF. Dari cerita, terdapat permasalahan antara pengelola resort disana dengan pemerintah. Bekas cottage masih ada dan tak terawat.. Sedikit bersyukur, karena setahu saya Penyu Hijau memerlukan ketenangan agar mau bertelur.. Susah juga daya tahan hidup hewan satu ini, bayangkan dari 1,000 telur hanya ada 1 - 6 ekor saja yang akan tumbuh sampai dewasa. Kenunikan lain, sang penyu akan kembali di pantai yang sama ketika dia pertama di lepas untuk bertelur.. Meskipun dia sudah keliling ke laut manapun.. Tentunya menunggu 40 - 50 tahun saat dia memasuki masa bertelur... Amazingggg...

Keunikan lain, perairan pulau ini adalah habitat manta (ikan pari). Satu jam snorkle saya berharap menemukan sang burung air ini. Tapi nihil.. Mau bertemu bagiamana.. Dengan kemampuan terbatas dan bantuan life jacket, snorkling hanya berani di laut dangkal... Menyesal tidak segera ambil les renang... :p

Tapi bawah laut di tepi pantai Sangalaki juga sangat indah.. Aneka koral, anemon, dan ikan cukup membuat mata sedikit terpuaskan.. Bisa jadi alasan agar kembali lagi untuk berjumpa sang manta.. I'll be back,....

3. Pulau Kakaban

Bagi saya, inilah alasan utama saya ke Kep. Derawan. Danau Kakaban dengan ribuan jelly fish-nya adalah pesona utama yang mendorong saya nekat mengatur jadwal travelling kesini..

Kenyataannya ?? Tak terkatakan sensasinya.. halah... Snorkle diantara ribuan atau malah jutaan ekor ubur-ubur tak berbahaya serasa mandi cendol.. Geli-geli mantab... Ha3x... Di danau ini, saya tidak menjumpai ikan sama sekali.. Mungkin mengungsi karena penggusuran ubur-ubur ini. Pasti sponge bob dan patrick akan senang di sini. Ha3x....

Selain itu, danau ini memberikan nuansa tersendiri bagi saya.. Mengingatkan saya dengan laguna sempu..
Satu kesalahan info, entah dari buku tante Trinity atau darimana datangnya.. Dikatakan air disini tawar, kamprettt.. asinnnnnnn...


Bagi yang beruntung akan melihat 3 - 4 macam jenis jelly fish yang berbeda.. Saya yang tidak beruntung hanya melihat satu jenis... Ha3x... Dorongan berikutnya agar belajar renang... Meningkatkan kemampuan snorkeling dan selanjutnya belajar diving...

Meski lendir ubur-ubur ini tidak berbahaya bagi kulit, jangan sekali-kali mencoba melakukan kebodohan mencium mahkluk lucu ini.. Ha3x.. Kecuali siap dengan akibat yang menimpa rekan saya yang gemes.. Bibir akan terasa terbakar dan perih.. Mungkin lendir ini akan memberikan efek yang sama pada bagian kulit yang sensitif lainnya..

4. Pulau Maratua

Pulau ini terletak di Kec. Maratua diluar Kec. Derawan. Disini katanya terdapat diving spot yang indah. Resort disini dikelola bule dengan tarif yang lebih mahal dibanding pulau lain. Kata sang tour guide, cocok banget buat honey moon dan diving course.

Saya sempat menyelusuri sebagian kehidaupan warga di pulau ini, saat saya mencari masjid untuj sholar dhuhur. Sebagai kecamatan, pusat pelayanan publik banyak saya temukan. Sekolah dasar, kantor urusan agama dan pusat layanan internet kecamatan.

Untuk alam bawah air, Maratua memberikan lebih banyak keindahan terhampar. Pada perairan dangkalnya, lebih banyak jenis ikan yang ditemui dengan aneka warna. Rekan-rekan saya beruntung menemukan ikan dengan ukuran besar. Sekali lagi, keterbatasan kemampuan dalam dunia ir membuat daya jelajah saya terbatas.. huaaaaa...

Seharian mengelilingi ke-empat pulau ini cukup menyenangkan. Tidak terasa kelelahan fisik sama sekali, baru terasa saat istirahat malam.. Badan dan kaki pegal dan sebagian tubuh perih karena lecet terkena terumbu karang..

Sambil menunggu makan malam, saya menikmati keindahan pantai Derawan dengan membaca buku dan mendengarkan musik di hembusan angin sore... Kedamaian seperti ini sangat didambakan oleh para pemuda yang seringkali diperbudak keinginan akan sesuatu..

Sejenak di Derawan memberikan pengalaman, teman, semangat dan tambahan kesadaran baru. Kebesaran paham, kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi negara manapun tak akan mampu menandingi keindahan alam-mu.. Indonesia...

Photos are taken by MyCanon and from My Guide Tour - Maliq..



Read More »»»

Tuesday, November 30, 2010

Singapura : Enjoying Fine City..

Kata orang, jalan-jalan ke Singapura tidak ada istimewanya kecuali belanja. Bagi saya, perjalanan kemanapun akan memberi keistimewaan sendiri. “Not the destination, but the journeys”.

Why must we be there ?


Setelah pasport jadi, target pertama adalah jalan-jalan ke Singapura. Kenapa ? Sederhana saja alasannya (1) banyak penerbangan murah dari dan kesana dari Indonesia (2) kata orang negaranya teratur sehingga gak bakalan nyasar untuk pemula (3) hanya perlu 2 hari untuk menjelajahi negara ini (malah butuh waktu lebih lama untuk menjelajahi Surabaya..) (4) ada teman jalan dan cuti yang pas..


Persiapan dilakukan dengan berbagai panduan dari para blogger dan senior backpacker. Sedikit modal dengan membeli buku referensi.. Keputusan tepat... Sangat membantu :p


How can we go to there ?


Ratusan penerbangan harian dengan puluhan maskapai melayani penerbangan INA – SIN dengan berbagai daerah di Indonesia. Termasuk pulau keberagaman harga. Satu yang berbeda adalah menggunakan feri dari Batam (semoga nanti ada dinas kantor kesana melalui Batam.. he3x..). So, kita hanya perlu mengatur pilihan dengan penyesuaian budget dan waktu yang tersedia.

Saya mendapat tiket murah satu bulan sebelumnya, dengan harga hanya Rp. 467.000,- untuk JKT - SIN pp. Meski untuk SBY - JKT pp saya harus membayar lebih mahal, Rp. 750.000,-. (Tetap bersyukur, karena masih bisa mengikuti satu session kuliah... sehingga aman untuk memenuhi kuota ujian..)..


When must we go to there ?

Jawabannya sederhana, kapanpun.. Semua tergantung tujuan kita.. Jika seperti saya, hanya just seigt seeing, perjalanan ke negeri singa bisa dilakukan kapanpun.. Tiket murah, jadwal tersedia dan teman jalan yang asyik langsung membuat perjalanan ini terlaksana.

Untuk yang punya tujuan tertentu, perlu penyesuaian khusus untuk melakukan kunjungan. Tentunya perlu dana tambahan, karena event tertentu terkadang diikuti dengan kenaikan harga yang signifikan pada beberapa maskapai penerbangan. Namanya juga pedangan, memanfaatkan momen untuk keuntungan tambahan adalah sah-sah saja.

Bagi yang doyan shopping atau pengen ke event khusus, hanya perlu disesuaikan saja dengan jadwal great sale dan kalender eventnya.Kapan itu ?? Yah silahkan dicari di google. Tapi jangan kuatir, info nya pasti bergaung penuh di Indonesia.. ha3x.. Secara, negeri ini adalah salah satu market utama mereka..

<-- Soeltan Mosque


What are the special things ?

Negara ini memberikan pilihan hiburan dan kesenangan. Pembangunan Resort World Sentosa dengan Universal Studio dan Casino-nya. Marina Bay dengan bangunan unik berbentuk kapal yang katanya juga merupakan sebuah Casino. Berbagai mall dengan barang branded di Orchard. Tetapi, bagi saya beberapa point menarik tentang negara kota ini :


x. Kemasan..

Sesuatu yang biasa saja menjadi sangat istimewa ketika mereka mampu mengemasnya dengan baik. Merlion, Rafles Statue, Singapore Flyers, dan bahkan Sentosa Island hanyalah sesuatu yang sangat biasa. Dengan pengemasan sempurna, semua itu menjadi “terasa” istimewa.

Song of The Sea @ Sentosa Island -->


x. Fine City..

Tentang keteraturan negara ini, saya sudah membuktikan sendiri. Sistem transportasi massalnya benar-benar mantab.. Two thumbs up.. Jadwal yang tepat waktu, bersih, aman, jangkauan luas dan sistem pembayaran yang mudah. Ha3x..tapi keteraturan ini memang harus di tebus dengan "sedikit" pengorbanan. Banyak sekali peraturan dan denda.. Makan dalam public transport, membuang permen karet, merokok, membawa binatang dan meludah sembarangan harus dibayar dengan dollar. Tapi saya setuju, demi kepentingan umum, aturan semacam ini tidak ada salahnya.. Meskipun jadi pertanyaan, disiplin mereka karena "aware" atau karena "fear".. Ha3x.. Singapore is trully fine city..


Where we must go in there ?

Semua orang pasti menyarankan mengunjungi Patung Merlion sebagai icon dan lambang negara ini.. Hmmmm.. Sunah muakad menurut saya (bukan wajib..). Agar afdhol. Tapi menjadi woth it karena banyak obyek lain didekatnya. Esplanade, Rafless Statue, Victoria, One Fulerton dan Wealth Fountain.

Hal yang manarik perhatian saya adalah keragaman corak budaya di kawasan suatu etnis tertentu. China Town dengan berbagai barang made in tiongkok, mulai makanan kering, obat-obatan, pakaian dan berbagai souvenir. Litle India dengan Mustafa Centre dan musik Hindustan yang mengajak bergoyang dan dimainkan dengan suara sangat keras.. Serta kawasan Bugis dengan pasar malamnya yang ramai mulai souvenir dan bahan makanan.

Bugis in thE Night -->


Dari tiga area budaya berbeda tersebut, satu yang paling menyenangkan adalah kebergaman kulinernya yang patut dicoba. Berbagai pilihannya sangat memanjankan perut saya yang terasa tak pernah kenyang.. Hahahaha... Pertemuan berbagai budaya ini terlihat juga dalam penyesuaian pada menu makanan agar dapat diterima oleh lidah secara universal. Citarasa melayu, hindi dan tiongkok menjadi sebuah citarasa baru yang sangat saya nikmati, meskipun mengorbankan sedikit ciri khas masing-masing.


Nasi lemak, chicken rice, briyani dhoom dan laksa menjadi makanan pokok. Popiah, carrot cake, uncle ice cream dan aneka gorengan menjadi cemilan pelengkap jalan-jalan. Tapi jangan berharap gorengan seperti bakwan, dadar jagung, tahu dan cireng bias kita temui. Namanya gorengan disini “lebih bergizi” seperti chicken wings, udang, calamari dan sosis..


^ Vegetable Laksa @ Kopitiam




----------------------------------------------------------------------------------------
How about Backpacker ?


Travelling saya lakukan dengan semi backpacker (atau ada yang nyebut flashpacker). Dengan modal berlebihan (500 SGD), ternyata hanya saya gunakan kurang dari 150 SGD diluar penginapan yang sudah dibooking sebelumnya oleh partner jalan saya. Pembelanjaan utama hanya makan dan sedikit souvenir dan oleh-oleh. 39 SGD saya pake untuk sandal nike di Orchard karena kaki saya sudah bengkak dan sepatu yang kesempitan.. (so, gunakan alas kaki yang nyaman.. ;p )


Penginapan


Untuk akomodasi, biaya dapat kita siasati dengan memilih hostel murah yang mampu terjangkau dengan sistem transportasi. Di Singapura cukup banyak hostel yang tersebar di area Bugis dan China Town. Jika ingin lebih berhemat dalam biaya penginapan, tips yang sudah kami praktekkan ini dapat dicontoh. Menginap di Changi Airport. Tiket murah sering dibarengi dengan jadwal penerbangan yang tidak bersahabat. Penerbangan sangat malam atau terlalu pagi sudah biasa.


Saat kedatangan, kami tiba di Changi pukul 23.30 waktu setempat. Mau langsung ke hostel, rugi banget. Ditambah dengan transportasi yang sudah tidak ada, kecuali taxi dengan surcharge jam malam.. haduhh.. So pilihan jatuh dengan “mbambung” di transit mall. Jangan takut, banyak teman senasib dan full entertainment. Internet, Refleksi kaki, cinema & games 3D dan free drinking water.


<-- Double Bed @ ABC Backpacker Hostel c/w AC + Breakfast (55 SGD/night/2 person)



Sedikit ketidakberuntungan adalah saat akan kembali ke Indonesia, kami dating ke bandara jam 11 malam dengan harapan segera check in dan masuk ke transit mall. Ternyata counter masih tutup, ya iyalah..pernebangan kan masih besok jam 6 pagi.. Tapi, dengan sedikit nekat kami tidur di kursi-kursi depan area check in dan sekali lagi banyak teman senasib.. ha3x.. ? Jam 4.30 bangun dengan punggung pegal dan berjalan sambil ngantuk ke counter check in dan imigrasi untuk pindah tempat tidur ke transit mall sampai 5.30..


Air Minum


Untuk penghematan kedua adalah air minum. Kenapa air minum ? Pertama karena saya hampir tidak bisa untuk berhemat dengan makanan.. Kedua, harga minuman disini mahal dan saya kalo minum seperti onta.. Cuaca disana cukup terik ditambah banyak jalan kaki.. ha3x..


Air mineral disana saya katakan sangat mahal. Botol 600 ml air mineral dari Indonesia dengan proses 27 kali penyaringan (tahu kan meski tak sebut merk) beraharga 1 dollar untuk kemasan 600 ml.. Alamak.. Air mineral gratis hanya saya temukan di Changi (di hostel hanya disediakan air panas)...


Air mineral termurah yang saya temukan adalah di Guardian, hanya 95 sen untuk 2 botol @ 600 ml. Alternatif lain adalah teh botol Heaven & Earth (sebut merk gpp lah.. produksi CocaCola Company.. pasti familiar lah dengan merk yang di Indonesia) seharga 2 dollar untuk 2 botol (promo) di 7Eleven..


Sedikit tips makan disana,jangan pesan minum (wajar dilakukan oleh orang lokal).. Terbukti saat makan di resto India, harga main course dan jus mangga sama.. 5 SGD.. Edyannn....

Teh Tarik @ Koufu Food Court, Palawan Beach --->


Kunjungan pertama saya pada 17 - 20 November 2010 cukup nyaman, kalo ada ketidaknyamanan lebih dikarenakan saya yang selalu menghemat budget. Ha3x..

Selamat Tinggal Singapura… C..U.. Next Time (kalo ada gratisan.. ha3x,...)


Cinta Indonesia pasti.. Tetapi mengakui dan menghargai keberhasilan negara lain juga wajib. Kemana dan kapan lagi negara ini harus berkaca jika tidak saat ini dan dari dekat kita sendiri.

Read More »»»