Sunday, January 09, 2011

2011 : THE PROJECT

Resolusi awal tahun menjadikan pergantian tahun selalu dipenuhi harapan. Sah-sah saja.. Segala permulaan akan memberikan banyak kesempatan dan tantangan sehingga akan banyak harapan digantungkan pada tahun terbaru. Banyak hal yang kurang di tahun sebelumnya.. Kurang berhasil, kurang memperbaiki diri, kurang memantabkan hubungan, kurang maju kariernya dan kurang-kurang lainnya.. Tapi, pasti tidak ada yang merasa kurang beramal dan kurang beribadah.. Ha3x..

Saya sendiri punya resolusi.. Ingin memperbaiki diri, ingin mencoba merasa puas dalam pekerjaan (ada gak yah org yang 100% puas ?), ingin melancarkan hubungan dan tentunya ingin jalan-jalan.. Untuk 3 keinginan pertama, tidak etis rasanya kalo saya share, nanti ada pihak-pihak yang tersakiti.. (halah,, padahal memang masih meraba-raba plan nya.. ha3x..). Tapi untuk yang terakhir (bukan berarti paling gak penting, karena semua ditulis acak tidak berdasar ranking.. ) saya akan dengan senang hati untuk sharing.. Siapa tahu oleh kenalan cah ayu.. ha3x.. Siapa tahu mau ikut, ke bandung surabaya.. tut..tut..tut.. lanjutttt...

Awal tahun ini saya harus menerima kenyataan sisa cuti hanya 11 hari... Wuihh, padahal banyak sekali harpitnas yang sangat berpeluang untuk melancarkan rencana. Akhir tahun 2010, saya sering menyatroni situs budget airlines, blog-blog traveler, milis backpacker, milis flashpacker, kaskus dan detik forum. Google, maestro search engine pasti bosen dengan kata-kata yang sering saya ketik: paket wisata murah, promo tour, how go to there dan why must be there.. Buku panduan travelling juga saya sikat, meski beberapa masih tersegel sampe sekarang.. He3x..

---------------------------------------- TRAVELLING PLAN-----------------------------------------

Karena kalender akademik yang saya terima hanya sampai dengan awal maret, masih ada grey area untuk kepastian. Secara, mahasiswa yang baik harus menomersatukan kelulusan (bagaimana gak pengen cepat lulus, spp ini membunuh travelling-ku.. d_nasib).

# KARIMUNJAWA

Liburan semester satu sangat pantas untuk dianugerahi keindahan kepulauan di Laut Jawa ini. Berapapun IP-ku tak pantas untuk menilai keindahan pulau ini.. He3x.. Lokasi yang relatif dekat dan paket wisata murah tersedia sangat pas dengan kondisi rekening setelah pembayaran spp.. Masih ada dua alternatif travelling paket 4D3N (5 - 8 Maret) atau 2D1N (5 - 6 Maret). Semua bisa disesuaikan...

Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/ Kepulauan_Karimunjawa)


# BOROBUDUR

Hmmmm.. Kenapa tiba-tiba saya kepikiran untuk kesini ?? Meski sudah tidak masuk dalam salah satu New 7 Wonders, candi ini tetap menarik perhatian. Dari review buku di majalah jalanjalan, salah satu must be there event adalah Perayaan Waisak di candi terbesar ini.. Gayung bersambut, salah satu teman saya mempunyai kesediaan dan akses (ini yang saya suka...ha3x..) untuk menghadirinya. Mantaps.. Harpitnas juga.. Tapi tetap berharap kuliah libur atau jadwal memungkinkan untuk meliburkan diri.. :p. Dengan cuti satu hari, saya akan menuju lokasi pada 15 - 17 Mei (kalo mau bolos 14 Mei saya sudah cabuttt.. ).

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga 婆羅浮屠 (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú) dalam bahasa Mandarin. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur)

# BANGKOK & KUALA LUMPUR

Tiket Air Asia sudah di tangan saya untuk flight berturut-turut pada 2 (Sby - Bkk), 5 (Bkk - KL) dan 6 (KL - Sby) November. Kami fokus di Bangkok, penerbangan ke KL dengan pertimbangan harga yang kebih murah dan merayakan Idul Adha di sana.. Dengan harapan bahwa 5 - 6 November kuliah diliburkan (saya masih bingung karena libur Idul Adha berbeda di 2 kalender saya, tapi saya mengacu ke Depdagri yaitu pada 6 Nov).

Saya selalu salut dengan kedua kota ini. Apakah daya tariknya sehingga jutaan turis asing tertarik menjelajahinya. Terutama Bangkok yang menjadi destinasi utama para backpacker dunia. Keindahan, keramahan, budaya dan sejarah keduanya sering digemborkan. Tapi apakah negara saya tercinta ini tidak punya itu semua (kalo kami warga negara nya pasti bilang lebih,,,, he3x..).

Gak nasionalis. Ngapain kesana, Indonesia punya banyak tempat indah. Ah, itu alasan klasik.. Apakah saya jadi tidak nasionalis ?? Itu urusan saya tentunya, toh saya tidak tanya nasionalisme anda. Logikanya, apakah para pengelana dunia ini juga gak nasionalis. Indonesia punya tempat indah ?? SETUJU dan PASTI.. Saya pun selalu punya rencana dan rela mengumpulkan dana untuk menjelajahinya.

-------------------------------


Dari sisa 11 cuti, saya masih mempunyai sisa 6 hari lagi. Untuk lebaran, saya akan menggunakan 3 hari, so saya masih punya sisa 3 hari. Banyak tempat ingin saya kunjungi. Bangka - Belitung, Danau Toba, Labuan Bajo, Wakatobi dan lainnya.. Jadi, saya dengan semangat hati untuk menerima ajakan, undangan dan diskusi rencana.. Asalkan bersedia untuk kompromi dengan jadwal libur dan dana saya..

LET's START THE 2011 PROjecT

(posted & edited from Tretes, in the midle of bore training.. :)

Read More »»»

Thursday, January 06, 2011

Travel Alarm : Book (1st Ed)

Buku adalah jendela dunia. Tidak salah, tetapi tidak 100% benar. Kita memang dapat mengenal dunia hanya lewat buku tanpa perlu mendatanginya secara langsung. Buku mampu memberikan penjelasan, gambaran, kondisi akan bagian dunia ini. Buku juga menyediakan rekam sejarah dan perkembangan suatu destinasi. Secara sederhana, buku adalah potret yang mampu memberikan pedoman dalam memberikan penafsiran akan suatu obyek.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Tetapi, sama dengan suatu potret. Gambaran dan sudut pandang yang diberikan akan sangat subyektif, versi photographer. Subyektivitas inilah yang membuat saya mengatakan bahwa melihat dunia melalui jendela tidak sepenuhnya memberikan penggambaran yang tepat. Melaui jendela kita memiliki keterbatasan dalam penginderaan. Mata kita tidak dapat menikmati semua, baik itu keindahan, kekurangan maupun hal-hal kecil lain yang terkadang malah memberikan kesan khusus kepada individu berbeda. Dengan masuk ke suatu tempat, mata akan mampu melihat lebih dalam dengan bantuan telinga, hidung, kulit dan seluruh badan.

Banyak buku sudah saya baca, banyak tempat sudah saya kunjungi (banyak disini menurut saya lo, he3x..). Ada beberapa tempat pula yang sudah saya kunjungi karena suatu buku. Seringkali pula, saya sudah merencanakan travelling ke suatu tempat dan mencari buku tentang tempat itu, sebagai referensi panduan jalan tentunya. Khusus yang terakhir ini, saya merasa sangat senang dengan munculnya para travel-writer yang bersedia berbagi. Tidak hanya buku dalam pengertian sederhana, termasuk pula di dalamnya adalah blog, artikel maupun knowledge sharing dalam berbagai milis dan social network.

Beberapa buku yang membuat saya berencana, berusaha dan terakhir berharap (setelah merencanakan dan melakukan usaha, terakhir saya hanya dapat berharap.. he3x..) dapat mengunjungi secara langsung. Sekali lagi ini pilihan saya, jadi suka-suka saya, bisa berubah dan tidak bisa diganggu gugat :

Da Vinci Code (Dan Brown)

Aksi Profesor Langdon & agen Sophie Neuveu yang diawali usaha dalam memecahkan misteri pembunuhan Jacques Sauniere, seorang kurator museum. Louvre Museum... Tempat dimana Monalisa disimpan inilah salah satu bagian dunia yang saya berharap bisa berada disana. Tidak cukup hanya dengan melihat melalui jendela.

Saya tidak peduli kisah dalam buku ini FIKSI atau FAKTA. Boleh saja peran Sauniere, Langdon, Sophie, Aringarosa, Silas, dan Teibing adalah FIKSI, tetapi Museum Louvre adalah FAKTA. Toh batas antara fiksi dan fakta adalah abu-abu.

Museum Louvre (Musée du Louvre) di Paris, Perancis, adalah salah satu museum terbesar dan paling terkenal di dunia. Gedungnya, bekas sebuah istana bangsawan, terletak di pusat Perancis antara sungai Seine dan Rue de Rivoli. Lapangannya kini terdapat piramida gelas Louvre. Sebagian dari istana tersebut dibuka sebagai museum pada 8 November 1793, pada saat Revolusi Perancis. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Louvre)

5 cm (Donny Dhirgantoro)

Sesuai dengan tagline-nya "sebuah novel tentang cinta, persahabatan dan kehidupan", buku ini mengisahkan tentang perjalanan Lima sahabat yang penuh dengan keyakinan, mimpi, cita-cita, dan cinta. Sebuah perjalanan yang telah mengubah mereka menjadi manusia sesungguhnya, bukan Cuma seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan, dan punya nama.

Eksploitasi keindahan pada setiap bagian menuju Mahameru benar-benar mampu membuat saya merasa mendapat undangan untuk kesana. Undangan lama yang sampai sekarang belum mampu saya wujudkan. Perlu persiapan fisik (hal penting pertama bagi saya yang kurang olah fisik..) dan persiapan mental (penting juga bagi saya yang hanya pernah satu kali pernah meraih puncak kecil dunia, Gunung Bromo... ha3x.)

Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayek-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Semeru)


Edisi pertama ini saya cukupkan sampai disini dulu.. Banyak tempat lain yang "cukup menggoda gairah" saya yang belum mampu saya tuliskan. Mungkin sudah saya kunjungi atau saya belum "membuka jendela dunia" yang mengulasnya. Dan, JANGAN LUPA belum seluruh bagian bumi ini sudah dibuatkan jendela nya..... (atau saya yang tidak punya daya untuk menemukan jendela nya... He3x..).. Karena tidak semua jendela dunia murah harganya.. Salam...
Read More »»»

Monday, December 27, 2010

Kep. Derawan : Full of Wonder...

Perjalanan paling nekat... Solo Flashpacker... Salah tante Trinity yang dalam Naked Traveller 2 selalu menggumbar keindahan daerah ini.. Hmmmm.. Derawan ?? Lewat Tarakan ?? Tarakan yang saya tahu hanya tentang seputar permasalahan perbatasan dan segudang masalah kesenjangan dan TKI nya (karena saya pikir Tarakan & Nunukan itu satu area.. ternyata saya keliru.. he3x..).


Dimanakah Surga Itu ??

Pulau Derawan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Indonesia (wikipedia). Akses menuju sana bisa dicapai melalui Berau ataupun Tarakan. Dua kota yang belum pernah saya singgahi, dan tak pernah terpikir akan kesana. Lalu saya mau pilih lewat mana ? Pertimbangan pertama pasti adalah dana dan berikutnya adalah lama perjalanan. Ternyata melalui dua jalur ini memerlukan perjalanan laut yang hampir sama. Karena tiket pesawat ke Berau lebih mahal, saya memutuskan menempuh penerbangan meunju Tarakan. Maklum backpacker..

Dengan pencarian satu bulan sebelumnya, penerbangan murah masih saya temukan (meski tetap lebih mahal dibanding tiket JKT - SIN sebelumnya). Tetapi tiket balik untuk pilihan waktu yang sesuai tidak tersedia, terpaksa ambil tiket ekonomi dengan harga paling mahal yang pernah saya bayar.. Tapi saya anggap wajar, secara 2 kali penerbangan.. ha3x.. Memang, selalu ada jalan kalo ada keinginan dan selalu ada alasan untuk pembenaran jalan-jalan.. :p

Rute Perjalanan

Sesuai kesepakatan dengan Mas Malik, sang guide tour, perjalanan di lakukan dalam 3D2N. So, saya berangkat dini hari dari Gresik menuju Tarakan via Juanda dengan transit di Sepinggan.

Walahhh, landasan Juwata International Airport, Tarakan adalah paling pendek yang pernah saya kunjungi (untuk saat ini tentunya).. Landing saat cuaca bagus dan pilihan nomer kursi yang tepat memberi pemandangan bagus nan mendebarkan.. Hanya berapa meter pesawat mendarat sudah laut (apa sungai yah...?).

Pilihan kursi saya pilih sesuai saran dalam salam satu blog yang menyarankan memilih nomor seat di bagian belakang dan tetntunya tepi cendela... (maaf blog apa buku siapa saya lupa..).. Alasan sederhana adalah karena tidak terhalang sayap pesawat sehingga leluasa menikmati pemandangan dari cendela. Alasan manusiawi lainnya adalah karena bagian belakang pesawat adalah bagian teraman saat terjadi kecelakaan, inilah alasan mengapa black box diletakkan di ekor pesawat...

Dari bandara Juwata, perjalanan berganti dengan jalur darat selama 15 menit menuju Pelabuhan Tanjung Batu.. Setelah sholat Jumat di salah satu masjid dekat pelabuhan, rute selanjutnya ditempuh dengan perahu cepat... wooow,,,

Setalah 2,5 atau 3 jam perjalanan dalam speed boat, kami tiba di Derawan. Alhamdulillah, peralatan mati gaya selalu saya bawa.. Ipod, dengan beberapa lagu baru yang saya sinsert sebelumnya...

Destinasi Terbaik..

Sesuai paket yang ditawarkan, pulau yang kami kunjungi adalah Derawan, Sangalaki, Kakaban dan Maratua.. Ini alasannya :

1. Pulau Derawan

Pulau inilah yang dijadikan base camp dalam tour ini. Karena mengambil paket luxury (libur akhir tahun kan ingin bersantai), saya menginap di cottage dengan pantai private... Pantai dan air lautnya sangat bersih. Cocok untuki berenang dan snorkle.. Banyak kunjungan penyu juga, di salah satu pantai penduduk (dekat cottage) ada penyu yang mendarat di pantai..

Suasana cukup ramai, dengan dominasi turis lokal dan travelling bersama keluarga.. Untuk paket hemat, penginapan dengan rumah panggung langsung diatas laut.. Lebih seru... Tapi karena sendirian dan alasan kenyamanan, pilihan cottage sangat memuaskan.. (sayang, kamar tidak ada isi dan signal kuat operator seluler saya tidak berdaya disini..)..

Satu yang terlewat disini adalah menyaksikan si hidung botol, lumba-lumba.. Hmmmm..Konon, di sekitar perairan pulau ini adalah lintasan permainan lumba-lumba. Pengalaman di Meru Betiri membuat saya memilih duduk dalam perahu selama dalam kapal.. Solo begini bisa berabe kalo sakit (tentunya saya sudah mengantisipasi dengan kotak P3K lengkap dalam ransel..). Hi3x...

2. Pulau Sangalaki

Pulau ini merupakan tempat penyu bertelur dan salah satu area penangkaran di bawah WWF. Dari cerita, terdapat permasalahan antara pengelola resort disana dengan pemerintah. Bekas cottage masih ada dan tak terawat.. Sedikit bersyukur, karena setahu saya Penyu Hijau memerlukan ketenangan agar mau bertelur.. Susah juga daya tahan hidup hewan satu ini, bayangkan dari 1,000 telur hanya ada 1 - 6 ekor saja yang akan tumbuh sampai dewasa. Kenunikan lain, sang penyu akan kembali di pantai yang sama ketika dia pertama di lepas untuk bertelur.. Meskipun dia sudah keliling ke laut manapun.. Tentunya menunggu 40 - 50 tahun saat dia memasuki masa bertelur... Amazingggg...

Keunikan lain, perairan pulau ini adalah habitat manta (ikan pari). Satu jam snorkle saya berharap menemukan sang burung air ini. Tapi nihil.. Mau bertemu bagiamana.. Dengan kemampuan terbatas dan bantuan life jacket, snorkling hanya berani di laut dangkal... Menyesal tidak segera ambil les renang... :p

Tapi bawah laut di tepi pantai Sangalaki juga sangat indah.. Aneka koral, anemon, dan ikan cukup membuat mata sedikit terpuaskan.. Bisa jadi alasan agar kembali lagi untuk berjumpa sang manta.. I'll be back,....

3. Pulau Kakaban

Bagi saya, inilah alasan utama saya ke Kep. Derawan. Danau Kakaban dengan ribuan jelly fish-nya adalah pesona utama yang mendorong saya nekat mengatur jadwal travelling kesini..

Kenyataannya ?? Tak terkatakan sensasinya.. halah... Snorkle diantara ribuan atau malah jutaan ekor ubur-ubur tak berbahaya serasa mandi cendol.. Geli-geli mantab... Ha3x... Di danau ini, saya tidak menjumpai ikan sama sekali.. Mungkin mengungsi karena penggusuran ubur-ubur ini. Pasti sponge bob dan patrick akan senang di sini. Ha3x....

Selain itu, danau ini memberikan nuansa tersendiri bagi saya.. Mengingatkan saya dengan laguna sempu..
Satu kesalahan info, entah dari buku tante Trinity atau darimana datangnya.. Dikatakan air disini tawar, kamprettt.. asinnnnnnn...


Bagi yang beruntung akan melihat 3 - 4 macam jenis jelly fish yang berbeda.. Saya yang tidak beruntung hanya melihat satu jenis... Ha3x... Dorongan berikutnya agar belajar renang... Meningkatkan kemampuan snorkeling dan selanjutnya belajar diving...

Meski lendir ubur-ubur ini tidak berbahaya bagi kulit, jangan sekali-kali mencoba melakukan kebodohan mencium mahkluk lucu ini.. Ha3x.. Kecuali siap dengan akibat yang menimpa rekan saya yang gemes.. Bibir akan terasa terbakar dan perih.. Mungkin lendir ini akan memberikan efek yang sama pada bagian kulit yang sensitif lainnya..

4. Pulau Maratua

Pulau ini terletak di Kec. Maratua diluar Kec. Derawan. Disini katanya terdapat diving spot yang indah. Resort disini dikelola bule dengan tarif yang lebih mahal dibanding pulau lain. Kata sang tour guide, cocok banget buat honey moon dan diving course.

Saya sempat menyelusuri sebagian kehidaupan warga di pulau ini, saat saya mencari masjid untuj sholar dhuhur. Sebagai kecamatan, pusat pelayanan publik banyak saya temukan. Sekolah dasar, kantor urusan agama dan pusat layanan internet kecamatan.

Untuk alam bawah air, Maratua memberikan lebih banyak keindahan terhampar. Pada perairan dangkalnya, lebih banyak jenis ikan yang ditemui dengan aneka warna. Rekan-rekan saya beruntung menemukan ikan dengan ukuran besar. Sekali lagi, keterbatasan kemampuan dalam dunia ir membuat daya jelajah saya terbatas.. huaaaaa...

Seharian mengelilingi ke-empat pulau ini cukup menyenangkan. Tidak terasa kelelahan fisik sama sekali, baru terasa saat istirahat malam.. Badan dan kaki pegal dan sebagian tubuh perih karena lecet terkena terumbu karang..

Sambil menunggu makan malam, saya menikmati keindahan pantai Derawan dengan membaca buku dan mendengarkan musik di hembusan angin sore... Kedamaian seperti ini sangat didambakan oleh para pemuda yang seringkali diperbudak keinginan akan sesuatu..

Sejenak di Derawan memberikan pengalaman, teman, semangat dan tambahan kesadaran baru. Kebesaran paham, kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi negara manapun tak akan mampu menandingi keindahan alam-mu.. Indonesia...

Photos are taken by MyCanon and from My Guide Tour - Maliq..



Read More »»»