Sunday, August 07, 2011

Makna Usia

7 Agustus - Hari bersejarah yang patut dikenang bagi kami seluruh karyawan Semen Gresik. Sebuah perayaan dan tentunya peringatan bagi pencapaian yang dulu direncanakan. Sebuah penegasan komitmen sekaligus aktualisasi keberadaan perusahaan kami.


54 tahun, memiliki makna yang beragam jika menggunakan sudut pandang dan klasifikasi berbeda. Sebuah angka usia yang dibilang cukup tua untuk sebuah badan usaha pemerintah. Dalam pandangan ini, sebuah masa-masa menikmati kejayaan, hasil perjuangan panjang masa lalu. Namun, masa ini juga menjadi awal munculnya kekhawatiran akan masa depan dan selalu bergelimang bayangan kesuksesan masa lalu. (Lihat saja para pra pensiun, seperti itulah.. Ha3x..)

Akan menjadi sebuah usia muda jika dimasukkan dalam daftar perusahaan raksasa dunia. Sebuah usia yang cukup dewasa dan belum terlambat untuk lepas landas dan mencapai puncak tujuan. Titik awal sebuah perjuangan panjang nan berat ke depan, dimana sebuah kesempatan dengan berbagai rintangan akan menghadang. Itulah harga yang harus di bayar untuk sebuah tujuan yang telah dikumandangkan.

Semoga kami mampu melihat bahwa kami masih "hijau" sehingga akan senantiasa mau belajar dan berjuang..
Read More »»»

Tuesday, August 02, 2011

Bantimurung Bulusaraung

Sekali lagi, ekspektasi berlebihan akan suatu tempat membuat sedikit kekecewaan. Saya mendatangi tempat ini karena artikel dalam bonus booklet Taman Nasional salah satu majalah traveling. Memang tidak salah, dalam berbagai media dan situs resmi departemen kehutanan, kawasan ini di positioningkan sebagai taman nasional kupu-kupu... Ah, mungkin saya saja yang tidak beruntung..

Mengikuti gaya backpacker, perjalanan menuju kawasan ini kami tempuh dengan beberapa kali berganti pete-pete. Dari kota Makasar, perjalanan diawali dengan pete-pete menuju Maros, dan berganti dengan trayek Bantimurung di suatu pasar, saya lupa namanya. Tapi tenang, sang sopir akan dengan senang hati membantu kita. Seingat saya, untuk sampai di lokasi hanya perlu mengeluarkan 2 kali Rp. 5,000,- Tentunya dengan risiko lama, panas dan sesekali ngetem... He3x..

Perjalanan Maros ke Bantimurung akan menawarkan pemandangan yang cukup menarik. Desa-desa nan hijau dengan dengan beberapa hiasa bukit karst ketika mendekati lokasi taman nasional. Merlihat dan mendengarkan gaya masayarakat asli dalam berinteraksi turut memberi kesan lain. Bahasa, guyonan, busana dan outlook make-up yang berbeda menunjukkan bahwa negeri ini kaya akan keberagaman. Ha3x.. Inilah salah satu keindahan backpacking.

Komunikasi juga memerlukan toleransi kesabaran karena perbedaan dialek lingua franca yang cukup berbeda. (Eits.. jangan underestimate. Seorang ahli Bahasa Indonesia yang mengarang buku-buku sekolah kita adalah Putra Celebes,. Yup, JS Badudu adalah putra Gorontalo).

Pada awalnya, saya cukup surprise taman nasional ini cukup ramai. Hiruk pikuk keluarga yang piknik cukup membuat saya sempat mersa bahwa ekspektasi datang ke tempat ini tidak salah. Tentunya, tujuan saya adalah berharap bisa bercengkerama dengan ratusan kupu-kupu. Tapi terus terang saya kecewa. Ketika mendatangi salah satu pos petugas taman nasional untuk meminta sedikit keterangan, pelayanan yang tidak baik kami terima. Peta yang tidak tersedia, petugas yang asyik sendiri dan mengacuhkan kami, dan keterangan yang dijawab asal-asalan. Dari keterangan bahwa kebun pembiakan kupu-kupu ada di luar kawasan, tidak jauh tapi kalau jalan kaki bisa gagal. Keterangan juga memberikan kalau kami tidak bisa masuk kesana.. What a hells...

Saya bingung, kawasan ini menjadi seperti salah branding. Segala pemberitaan dan promosi berusaha membuat image sebuah Taman Nasional Kupu-Kupu satu-satunya di Indonesia. Tapi segala pengelolaan dan fasilitas lebih membentuk kawasan ini menjadi tampat rekreasi keluarga biasa dengan air terjun, goa-goa dan danau buatannya. Memang air terjun dan kesejukan alamnya cukup memberikan refreshing. Tapi bukan itu tujuan saya kesana..

Kupu-kupu yang saya nikmati hanya beruba kerajinan tangan dengan motif memanfaatkan jasad binatang indah ini. Gantungan kunci, pajangan dinding dan berbagai aksesoris kupu-kupu dijajakan oleh banyak pedagang di pintu masuk. Cukup mengejutkan, pada pajangan dinding yang saya beli ada nama latin dan habitat sang kupu. Tidak hanya species asli Bantimurung, banyak pula yang berasalh dari Papua, Sumatera dan kawasan lainnya.. Artinya, kawasan ini cukup berhasil mengembangbiakkan berbagai species kupu-kupu..

Bantimurung memiliki berbagai hal yang potensial untuk dikembangkan menjadi suatu kawasan yang menarik. Promosi memang perlu tapi tidak cukup dan akan sia-sia tanpa perbaikan fasilitas, pembenahan sistem dan pelayanan yang memenuhi harapan kami para penikmat jalan-jalan.
Read More »»»

Sunday, June 12, 2011

Julie's Challenge

Sedikit terpengaruh secuil adegan dalam film Julie & Julia, saya kembali menengok blog saya yang mulai terlantar. Kalau harus dan boleh ada alasan, saya pasti akan segera menyalahkan tugas-tugas kuliah yang menyita waktu luang selepas bekerja. Saya memang bukan Julie yang awalnya seorang penulis novel yang frustasi namun akhirnya menemukan dunia baru lewat blog. Blog bagi saya adalah wadah lain untuk berekspresi, atau kalau dikaitkan dengan teori kebutuhan Maslow, blog menjadi salah satu media pemenuhan kebutuhuhan akan aktualisasi diri.

Teori ini memang sudah dipatahkan oleh beberapa prinsip sesudahnya, Herzberg salah satu yang saya ingat (kelihatannya saya harus kembali membaca materi cawu pertama he3x). Kembali ke Julie, salah satu cara dia berdamai dengan keadaan adalah dengan memaksa dire untuk menulis. Menantang Julia, idolanya, untuk berlomba menghasilkan 364 resep makanan dal am satu tahun.. Cara yang ambisius namun ampuh menjadi acuan dan motivational driven..

Sementara, saya yang senang dan terbiasa mengisi blog dengan tulisan seputar traveling menjadi kehilangan ide. Demotivasi disebabkan oleh kenyataan bahwa dalam beberapa waktu terakhir dan mungkin juga ke depan akan sulit untuk melakukan jalan-jalan yang menjadi summer inspirasi saya. Cukup, saya sudah harus menyadari, ini sesuatu di luar kapasitas saya untuk merubahnya.

Sekarang, saya harus berdamai. Bagaimana caranya ? Memotivasi diri adalah cara terbaik. Tentunya motivasi dari dalam yang diperlukan. Target sudah saya tetapkan, setiap bulan minimal 1 tulisan yang menggambarkan tentang keindahan negeri saya, Indonesia. Tantangannya ? Tulisan dikerjakan dengan sebaik-baiknya, sementara dengan standar saya saja. Ha3x..

Banyak perdamaian yang saya lakukan. Selain berdamai dengan waktu luang, ini wujud peran saya yang sering mengkritik kinerja kepariwasataan negara ini. Atau inilah wujud minimal pengenalan wawasan kebangsaan saya..

Ok.. Let's see..

Minggu sore, selepas kuliah..
Black Canyon Coffee TP
Read More »»»