Monday, December 12, 2016

Semen Indonesia, We are The CHAMPS!!!

Restrukturisasi bagi sebuah organisasi adalah sesuatu yang lumrah, apalagi didalam perusahaan yang melakukan transformasi. Struktur yang baru diharapkan mampu memenuhi kebutuhan korporasi yang melangkah menuju perubahan. 

A great corporations must have a flexible organizational structure, which can adapt to constant changes in technology and fluctuations in the market (Don Hellreigel).

----------------------------------------

Center of Engineering

Di tahun 2014, perusahaan melakukan transformasi guna menyesuaikan visi dan misi korporasi. Saat itu, lompatan besar terlihat pada penetapan visi baru perusahaan: "World Class Engineering Company". Radikal memang. Korporasi tidak lagi berfokus pada bisnis semen, tapi berupaya mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang memiliki daya saing tinggi.

Engineering Team pada masa awal transformasi menuju CoE
Salah satu langkah strategis yang dilakukan dalam pemenuhan visi tersebut adalah pendirian "Semen Indonesia Center of The Champs (SICC)". Sebuah wadah yang diharapkan mampu berperan dalam membangun kompetensi Perseroan dalam melahirkan tenaga profesional di bidang persemenan, khususnya rancang - bangun (engineering).

Hal ini menjadi angin segar, khususnya bagi kami di Engineering. Kami yang awalnya hanya dianggap sebagai supporting unit, akan menjadi inti atau pusat dari pengembangan perusahaan ke depan. Sebuah keberuntungan, saya terlibat dalam banyak tahapan awal pembentukan salah satu pilar utama SICC, yaitu Center of Engineering (CoE).

Pada tahap awal, dibantu dengan konsultan kami melakukan identifikasi/mapping sumber daya engineering saat ini (as is assessment), pembentukan struktur organisasi baru, dan penetapan objective dari setiap unit yang dibentuk. Tahapan ini berjalan relatif mudah. Namun, permasalahan muncul saat implementasi, banyak hal yang harus disesuaikan dan dilengkapi. 

Tantangan besar lainnya, kami harus mampu menyusun road map dan strategic initiative jangka panjang, yang dilanjutkan dengan penetapan rencana langkah kerja yang diperlukan untuk jangka pendek. Semua itu harus dilakukan dengan cepat, mengingat tenggat waktu yang diberikan sangat terbatas. Saat inilah, semua ilmu S2 saya, khususnya dalam managemen strategis dan SDM benar - benar bermanfaat dan diuji. Hahaha...

Menyesal saya dulu tidak mempelajari secara mendalam setiap contoh kasus yang diberikan. Saya terpaksa harus mempelajari ulang banyak literatur dan best practice sejenis di perusahaan lain. Karena sumber yang ada kami rasa masih kurang, akhirnya tim  melakukan study banding (benchmarking) ke PT Rekayasa Industri.

The Champs Was Born

Sebagai sebuah wadah baru, kelengkapan organisasi menjadi sesuatu yang harus dipersiapkan. Masalah utamanya, waktu yang terbatas. Bertepatan dengan perayaan 1 tahun pembentukan strategic holding Semen Indonesia, CoE akan diperkenalkan terlebih dahulu pada 7 Januari 2014. Mendahului launching resmi SICC yang akan dilaksanakan berikutnya. Pada saat itu, CoE masih berupa embrio dimana kelengkapan organisasi belum lengkap.

Satu persatu kelengkapan organisasi ini mulai diisi. Pemenuhan personel awal dilakukan pada April 2014 melalui gerbong mutasi dan promosi, dimana saya menjadi salah satu penumpangnya. Hehehe... Kehadiran personel ini diharapkan mampu melakukan speed-up terhadap pemenuhan kelengkapan organisasi menjelang launching.

Launching SICC di Balai Kartini, Jakarta
Saya yang banyak terlibat sejak awal dalam pembentukan, mendapat kepercayaan membuat semua materi branding CoE. Pembuatan logo, penyusunan profile, pemenuhan materi pameran, dan desain merchandise. Seuatu yang menantang, mengingat tugas ini diluar akvitas pekerjaan biasanya dan segala sesuatu tentang CoE masih "misterius".

Alhamdulillah, dengan dibantu kerja keras serta kreatifitas tim desain dan multimedia, semua materi yang diperlukan untuk launching dapat selesai tepat waktu. Bahkan saya dipercaya untuk membantu penyusunan materi branding dan pameran untuk SICC, dan beberapa center yang lain.

Puncaknya, SICC di launching secara resmi pada 28 Agustus 2014 di Balai Kartini, Jakarta. Perasaan lega dan banyak ucapan syukur, saya dapat terlibat dalam sebuah milestone penting perusahaan milik bangsa ini. Bahkan ketika saya tidak lagi di CoE, kesempatan tersebut menajadi pengalaman berharga bagi karir  saya di Komunikasi Perusahaan saat ini
-----------------------------------------

Salah satu semangat yang di usung korporasi dalam kelahiran CoE adalah untuk menjawab pertanyaan berikut: "Kenapa  kita selalu menggunakan teknologi dari negara lain? Kenapa kita tidak berupaya untuk menguasai teknologi tersebut sehingga mempu mengelola kekayaan bangsa ini secara mandiri?" Sebuah cita-cita besar, namun jika semua komponen mau berupaya dan bekerja keras, hal ini bukan sesuatu yang mustahil. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Indonesia BISA....


--------------------------

We don't grow when things are easy, We grow when we face challenges (Anonim)

(Agustus, 2014)

Read More »»»

Tuesday, December 06, 2016

Kedinginan Nonton Konser Psy, Big Bang & 2NE1 di Seoul

Korea Selatan tidak hanya menginvasi dunia melalui teknologi saja, negeri ini telah menyebar virus budaya ke seluruh dunia. Tahun 2012 lalu, goyang "Gangnam Style" mewabah tidak hanya di kalangan masyarakat umum, tapi telah menjangkiti para selebritis  papan atas dunia. Apalagi di Indonesia, boyband dan girlband Korea telah menginspirasi munculnya produk tiruan sejenis. Korean Pop telah melanda dunia. Meskipun sekarang sudah tidak separah 2013 lalu, tapi DraKor (drama korea) masih merajai tontotan pula.

-------------

Kedinginan di Musim Gugur

Sebelum menggigil di Petite France
Saya mengawali traveling di Korea Selatan dengan mengunjungi Seoul pada pertengahan Oktober 2014. Menurut situs perjalanan, ibukota ini seharusnya berada pada musim gugur dengan suhu berkisar belasan derajat celcius. Faktanya, tiga hari disini saya merasakan fluktuasi suhu berkisar 5 - 15C (menurut temperatur alami, alias penyesuaian tubuh).

Pada pagi hari, suhu relatif nyaman namun membikin saya posesif dengan kasur. Di siang hari, sinar matahari membuat kita bisa menikmati perjalanan hanya dengan mengenakan kemeja lengan panjang. Namun, di malam hari, kami merasakan sensasi kedinginan yang sangat menyiksa tubuh.

Hal ini saya rasakan saat menunggu bus dari Petite France menuju stasiun kereta untuk kembali ke Hostel. Parahnya, saya hanya memakai jaket gunung karena pada hari sebelumnya suhu tidak ekstrim. Mungkin ditambah efek kami yang kelaparan karena belum menemukan tempat makan yang rekomen di kantong dan pastinya halal. Tapi jangan khawatir, kota ini menyediakan produk fashion untuk penunjang penampilan dan pengusir dingin yang lengkap, dan ramah kantong backpacker. 

Konser K-Pop Gratis

Datang ke Korea, belum lengkap jika tidak menonton konser K-Pop. Alhamdulillah, saya berkesempatan menghadiri konser bintang K-Pop ternama: Psy, Bingbang, dan 2NE1 secara GRATIS!!!

Tiket gratis ini saya dapatkan dari rekan perjalanan saya yang berangkat dua hari sebelumnya. Ceritanya, dia yang penggila K-Pop ini datang ke suatu pameran budaya. Di salah satu stand, ada yang membangikan tiket gratis konser K-Pop bagi wisatawan asing yang tertarik dengan budaya baru ini. Terlihat bahwa pelaku wisata di Korea sangat masif mempromosikan industri musik ini. Langsung saja teman saya mengambil dua buah tiket gratis.

K-Pop Style
Saya sebenarnya tidak terlalu berminat dengan menyaksikan konser, namun kalo gratis kenapa harus ditolak. Bahkan, kami datang ke Lotte FITIN 1 jam sebelum pertunjukan, karena takut gak kebagian tempat.

Sebelum acara dimulai, setiap pengunjung masuk kesebuah studio kecil untuk diminta bergaya dengan beberapa pose.. Cekrek - cekrek... Entahlah, kami ikutan saja, tak tahu untuk apa.

Setelah semua penonton masuk, saya mulai curiga kok sedikit sekali. Jangan - jangan ini konser lagu mereka yang dinyanyikan oleh  oleh penyanyi lain. Ato malah pertunjukan lipsync ala drag queen.. Hmmmm... Gak mungkin lah sekelah Psy mau nyanyi tiap malam dengan penonton tidak lebih banyak dari penonton bioskop saat premiere film ternama..

Begitu dimulai, saya semakin penasaran.. Dan puncaknya, yapp Psy muncul beneran di panggung. Hebatttttt.... Dengan menyanyikan beberapa lagunya diiringi oleh beberapa dancer. Jujur, saya hanya tahu lagu Gangnam Style... Begitu interaksi dengan penonton, kami baru sadar... Psy yang muncul hanya berupa hologram.... Hahahhaha...

Foto Bareng 2NE1

Meski konser hologram, K-Pop Concert ini sangat menarik bagi saya. Penataan panggung yang optimal mampu menghasilkan efek 3D hologram yang menimbulkann ilusi mata. Didukung oleh aktor dan aktris yang berinteraksi dengan hologram memberikan kesan hidup dan nyata. Di tengah pertunjukan, efek dry ice dan semprotan embun air makin membuat penonton serasa berada dalam konser asli.

Adanya beberapa gimmick dari artis pendukung membuat penonton semakin terbius suasana konser. Salah satunya adalah undian gratis untuk berfoto bersama sang artis. Nah, disini saya baru tahu kenapa kami diminta memasuki ruangan untuk foto dengan aneka pose.. Foto - foto penonton inilah yang diundi acak untuk mendapatkan hadiah photo box gratis bersama salah satu artis. Rejeki kami, saya mendapatkan foto gratis bersama 2NE1 dan teman saya foto gratis dengan Bigbang. Meskipun sedikit malu melihat foto saya yang ditambahkan poni muncul di layar besar yang dilihat pengunjung..

Sekali lagi, artis yang diajak berfoto adalah dalam bentuk hologram.

 -----------------------------------

Selain budaya K-Pop, keindahan kota Seoul dan Busan dalam beberapa drama televisi menarik minat saya untuk mengunjungi. Tak hanya itu, saya adalah pemakai produk elektronik negeri ini, hampir semua home equipmet saya merupakan besutan negeri ini. Otomatis, negeri gingseng ini telah masuk dalam wishlist saya sejak 2012.

Satu kenangan indah lainnya adalah perjuangan mendapatkan visa Korea Selatan. Saya  yang mempercayakan pengurusan visa ke travel agent masih harus kerepotan karena adanya aliran dana  kegiatan perusahaan yang cukup besar ke rekening saya. Saya diminta datang menjalani interview ke Kedutaan di Jakarta. Akhirnya, saya harus mengorbankan cuti dan uang tiket tambahan. Setelah 1 jam mengantri, saya ternyata tidak perlu interview karena semua klarifikasi sudah lengkap dan visa saya sudah di approve. Antara senang dan sedih.

(Oktober 2014)
Read More »»»

Sunday, April 03, 2016

Catatan Pekerja: Ready when your Opportunity Comes

Banyak orang merasa karir dan pekerjaan tidak menantang atau stagnan karena tidak mendapatkan kesempatan untuk  berkembang. Dalam pekerjaannya, semua orang merasa selalu "terpaksa" melakukan hal yang "itu - itu saja" tanpa mendapatkan kesempatan melakukan sesuatu yang mampu mengeksplor dan menunjukkan kemampuan  kita. Seringkali ketika melihat hasil karya orang lain,  kita dapat dengan mudah berkata "saya bisa melakukan hal itu dengan lebih baik".

Memang mudah mengkritisi hasil karya orang lain. Tapi apakah kita siap, melakukan pekerjaan serupa berulang kali. Seiring berjalannya waktu dan keinginan, hal yang "besar" akan menjadi hal kecil, begitu seterusnya. Perlu diingat, dalam sistem perusahaan, ada batas - batas tegas yang tidak bisa kita langkahi, entah itu unit kerja, wewenang, tugas, maupun biaya. Tidak enak ? Ituah risiko sebagai karyawan. Semakin besar suatu perusahaan, akan semakin banyak rambu yang harus diperhatikan.

Semangat Kami di Awal Karir


Orang selalu lupa, sesuatu yang besar diawali dari aktivitas kecil yang seringkali kita anggap sepele.  Sebagai "pekerja", kompromi merupakan makanan yang harus siap dinikmati. Jangan ragu melakukan sesuatu yang "remeh", karena suatu hasil akhir yang sukses adalah gabungan dari semua elemen kecil. Tidak perlu risau apakah pekerjaan kita akan mendapatkan apresiasi, karena keberhasilan adalah melakukan apa yang telah kita rencanakan, bukan pujian atau harapan orang lain.

Kondisi nyaman cenderung membuat kita terlena. Pada awalnya, perubahan memang selalu menakutkan. Namun banyak hal yang akan memacu kita untuk beradaptasi dengan belajar. Ketika dipindahkan tugas dari engineering ke administrasi teknik, saya merasa terbuang. Dari aktivitas kunci menjadi kegiatan pendamping, yang bahkan keberadaannya serasa tidak dibutuhkan. Perlu waktu lama bagi saya untuk bernegosiasi, baik dengan suasana kerja maupun dengan keinginan saya sendiri.

Secara perlahan, mutasi tersebut memberi banyak hal positif bagi saya. Perubahan struktur dari staffing menjadi struktural melatih saya beradaptasi dengan segala urusan administrasi dan birokrasi. Paling penting, posisi saya sebagai manager mengharuskan saya mengelola keuangan dan sumber daya manusia, sesuatu yang tidak saya dapatkan ketika sebagai engineer. 

Ketika terjadi pergantian pimpinan, semakin banyak hal baru yang saya pelajari di tempat ini. Feasibility study, cost budgeting, project control, knowledge management, dan strategic planning. Satu yang paling penting, saya belajar untuk melihat sesuatu secara positif. Terima dengan tebruka, dan kita akan mendapatkan sesuatu yang tak pernah kita perkirakan.

Seiring dengan perkembangan holding korporasi, banyak perubahan besar dalam struktur organisasi. Kesempatan terbuka, dan alhamdulillah saya dinilai siap untuk promosi memimpin unit kerja baru, tentu saja dengan peningkatan karier. Saya sangat senang, bukan semata kenaikan karier, tetapi saya memang terlibat dalam seluruh proses perubahan tersebut. Dapat dikatakan, keadaan yang memaksa saya untuk berubah dan belajar banyak hal baru telah membuat saya lebih siap menyambut peluang yang ada.

Kita selalu meminta kesempatan, namun kita sendiri tidak mau berubah. Ketika kesempatan datang, kita belum siap. Kita seringkali menunggu datangnya kesempatan dengan nyaman, tanpa mempersiapkan diri untuk selalu belajar dan meningkatkan kualitas diri.

"Opportunity doesn't make Appointments, You have to be ready when It arrives" (Tim Fargo).

April 2014 
Read More »»»