Sunday, November 27, 2005

Transforming Thoughts Into Action

Ada satu kepercayaan yang sudah sangat tua usianya, sejak jaman Socrates, yang menyatakan bahwa Knowledge is Power ( pengetahuan adalah kekuatan). Pendidikan saat ini masih berpegang pada kepercayaan kuno ini dan hanya berfokus pada mengajarkan pengetahuan, dan berharap segala sesuatu akan berjalan dengan baik berdasar pengetahuan yang telah dipelajari. Sikap ini sudah tidak relevan dengan kondisi dunia saat ini.

Pengetahuan tetap merupakan hal yang sangat penting � namun pengetahuan bukanlah segala-galanya. Kita juga perlu �berpikir untuk bertindak�

Dunia yang berubah dengan sangat cepat menuntut individu untuk bisa memiliki kecakapan berpikir yang baik. Masa depan individu, masyarakat, dan seluruh dunia bergantung pada kemampuan berpikir kita. Kecakapan berpikir, walaupun merupakan hal yang sangat penting untuk dikuasai, sangat jarang diajarkan sebagai satu bidang studi. Berapa banyak sekolah yang mengajarkan kecakapan berpikir dalam kurikulumnya ? Jika sekolah ada mengajarkan kecakapan berpikir maka yang biasa mereka ajarkan adalah kecakapan berpikir kritis (critical thinking) yang berasal dari kata Yunani �kritikos� yang berarti menghakimi atau judgement.

Kita perlu memiliki kemampuan untuk menghasilkan IDE, tidak sekedar menghakimi ide. Kita perlu membuat perencanaan TINDAKAN, bukan sekedar menghakimi perencanaan itu.

Ada orang yang percaya bahwa kita tidak bisa berbuat apa-apa dalam hal mengembangkan kecakapan berpikir. Mereka percaya bila anda cerdas maka anda adalah seorang pemikir yang cakap dan jika anda terlahir �goblok� maka tidak ada satupun hal yang bisa dilakukan untuk mengubah hal ini. Kecerdasan ibarat tenaga dari mesin sebuah mobil dan kecakapan berpikir seperti kecakapan menyetir mobil.

Ada dua hal yang dapat kita lakukan untuk mengubah pandangan salah ini:
(1) Kita perlu memperlakukan berpikir seperti suatu kecakapan yang dapat dipelajari, dipraktekkan, dikembangkan, dilatih, dan ditingkatkan.
(2) Kita perlu memperhatikan �berpikir untuk bertindak / thinking for doing�

Sayangnya THINKING FOR DOING adalah hal yang rumit

Anda perlu memperhatikan orang lain. Anda harus mempunyai perencanaan dan strategi. Ada saatnya anda perlu bekerja sama dan ada waktunya anda terpaksa untuk berkompetisi. Mungkin anda perlu melakukan negosiasi. Anda harus menebak dan memperhitungkan berbagai kemungkinan.

Banyak orang percaya bahwa berpikir hanya berhubungan memecahkan teka-teki/puzzle yang sulit di mana semua keping-keping puzzle disediakan dan anda harus menghasilkan jawaban dengan menyusun keping-keping itu. Kehidupan nyata tidak seperti merangkai keping puzzle. Anda tidak punya semua keping yang dibutuhkan. Anda harus menemukan sendiri keping-keping itu. Jawaban yang benar bisa lebih dari satu. Tidak ada satu jawaban yang mutlak paling benar.

Anda harus merancang tindakan anda. Anda harus mempertimbangkan akibat yang timbul dari tindakan-tindakan anda. Dalam dunia nyata, masalah muncul sewaktu-waktu dan informasi yang tersedia untuk menyelesaikan masalah itu sering kali tidak lengkap. Tidak setiap masalah dapat dipecahkan dan anda mungkin akan frustrasi karena tidak dapat memecahkan suatu masalah. Meskipun demikian proses berpikir itu sendiri haruslah menyenangkan.

SELAMAT BERPIKIR !

sumber: Adi W Gunawan (http://www.pembelajar.com) Transforming Thoughts Into Action - 04 Juli 2005 - 02:41
Read More »»»

HumorSiwa


"Botak"

kalo orang botak didepan artinya dia pintar
kalo orang botak dibelakang artinya dia pemikir
kalo orang botak didepan ama dibelakang artinya......dia pikir dia pintar
Read More »»»

Friday, November 25, 2005

Magetan, City of Peace

Secara geografis Magetan terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya di kaki Gunung Lawu. Secara umum kota ini adalah kota yang sejuk dengan suasananya yang tenang. Kota ini selain dikembangkan sebagai kota agraris, juga menitikberatkan pendapatannya pada sektor periwisata, salah satu yang terkenal adalah Telaga Sarangan.

Magetan, sering dianggap sebagai kota pensiunan. Kondisinya yang tenang, damai, seolah tidak ada dinamika roda kehidupan dalam masyarakatnya. Namun suatu ketika, disana dapat terjadi peristiwa yang mengejutkan. Tentu masih ingat saat peristiwa pemberontakan PKI di Madiun. Kota ini menjadi area Pertempuran antara TNI dan pemberontak. Mungkin semua hampir lupa, namun peristiwa ini akan menjadi lembaran hitam perjalanan bangsa indonesia di masa mendatang.

Kota ini juga mencetak prestasi mengagumkan ketika berhasil dalam melaksanakan progran GN-OTA dan wajib belajar 12 tahun, dimana saat itu secara nasional baru dicanangkan wajib belajar 9 tahun.
Read More »»»