Sunday, October 15, 2006
Friday, September 29, 2006
Acara Biz Wisuda
17 September 2006... Graha ITS 08.00-12.00
Semua pasti inget, ada acara apa itu... Yup wisuda ke 93 ITS.
Akan lebih terasa lagi oleh kami-wisudawan/wati ke-93 Teknik Kimia ITS. Terutama kita, angkatan 2002.. Inilah wisuda PERtAMA dari warga K-42.
Orang tua kami berdatangan, mulai dari Medan (Aceh ga ada), Jakarta, Klaten, Solo, Surabaya (tuan rumah), Samarinda, Malang, Manado bahkan dari Magetan (he..he..). Pastilah semua bangga dengan putra-putri tercinta yang sudah 4 tahun ini mencari ilmu di Surabaya tercinta. Mungkin inilah kali pertama beliau2 ini melihat langsung tempat penempaaan dan penggemblengan putra-putrinya.
Yah, kami semua saat itu merasa bangga dan lega karena sudah selesai satu tanggung jawab kami kepada beliau. Yaitu membalas hasil kerja keras mereka selama ini dengan memberikan apa yang mereka idam2kan, gelar "Sarjana Teknik" (ITS lagi, teknik kimia pula)..
But, the show must go on...
Perjuangan dimulai lagi, dengan satu modal pasti "Lulusan Teknik Kimia -ITS". Kami semua harus meneruskan langkah, mencari apa yang selama ini menjadi keinginan kami masing2. Dengan satu tantangan "Lepas Dari Orang-Tua". Cukup sudah kita menyusahkan orang tua, sekaranglah waktunya kita menantang dunia dengan kemampuan kita sendiri.
Disini pula kita semua mulai merasa sedihnya kehilangan teman satu-persatu. Yah, penumpang kapal K-42 mulai turun di dermaga tujuannya. Namun layar akan terus berkembang membawa kapal terus berlayar sampai tujuannya. Kita semua tidak akn pernah tahu rahasi asang Maha Kuasa. Satu pertanyaan "kemankah angin akn membawa kita semua???"
Good bye my friends
I hope our friendship never ends by time
Semua pasti inget, ada acara apa itu... Yup wisuda ke 93 ITS.
Akan lebih terasa lagi oleh kami-wisudawan/wati ke-93 Teknik Kimia ITS. Terutama kita, angkatan 2002.. Inilah wisuda PERtAMA dari warga K-42.
Orang tua kami berdatangan, mulai dari Medan (Aceh ga ada), Jakarta, Klaten, Solo, Surabaya (tuan rumah), Samarinda, Malang, Manado bahkan dari Magetan (he..he..). Pastilah semua bangga dengan putra-putri tercinta yang sudah 4 tahun ini mencari ilmu di Surabaya tercinta. Mungkin inilah kali pertama beliau2 ini melihat langsung tempat penempaaan dan penggemblengan putra-putrinya.
Yah, kami semua saat itu merasa bangga dan lega karena sudah selesai satu tanggung jawab kami kepada beliau. Yaitu membalas hasil kerja keras mereka selama ini dengan memberikan apa yang mereka idam2kan, gelar "Sarjana Teknik" (ITS lagi, teknik kimia pula)..
But, the show must go on...
Perjuangan dimulai lagi, dengan satu modal pasti "Lulusan Teknik Kimia -ITS". Kami semua harus meneruskan langkah, mencari apa yang selama ini menjadi keinginan kami masing2. Dengan satu tantangan "Lepas Dari Orang-Tua". Cukup sudah kita menyusahkan orang tua, sekaranglah waktunya kita menantang dunia dengan kemampuan kita sendiri.
Disini pula kita semua mulai merasa sedihnya kehilangan teman satu-persatu. Yah, penumpang kapal K-42 mulai turun di dermaga tujuannya. Namun layar akan terus berkembang membawa kapal terus berlayar sampai tujuannya. Kita semua tidak akn pernah tahu rahasi asang Maha Kuasa. Satu pertanyaan "kemankah angin akn membawa kita semua???"
Good bye my friends
I hope our friendship never ends by time
Label:
Diary Series
Monday, July 24, 2006
SIdang Pabrik
<<<<<-------There can be miracle When You Believe----------->>>>>>>>
Banyak hal yg ga terduga dalam hidup ini. Siapakah kita menghadapinya???
Bayangkan sehari sebelumnya aku ragu bisa lulus sidang pabrik dengan memuaskan. Memang kata2 temen2 pengujiku kelas "gurem" (bu sito, bu nunik ma pak mul). Tapi bagaimanapun, pabrikku ancur banget, siapapun pengujinya pasti ga perlu repot nemuin kesalahannya.
Tetep malemnya ga bisa tidur, ga tau knapa. Blajar juga ga bisa, maklum kemarinnya ga tidur blas buat power point tuk progres.
Bangun pagi harinya lebih parah, banyak sms yg mendukung dari temen2 tapi jadi tambah takut. Ada yg suruh berdoa, jangan lupa sarapan biar ga "semaput", jangan nervous, dll.
Wah langsung aku inget, belum ngasih tahu keluarga di rumah. Langsung ambil HP telp ibu, minta restu.... Beli srapan trus mandi. Saking takutnya, sarapan sebagian kluar lagi di kamar mandi, muntah...
Jreng..jreng......
Tiba jam pertempuran.. Tapi kok jam 9, jaksa (tebak siapa??) dan pengacara (ini juga siapa??)belum datang, padahal yg lain da mulai.. Tambah gugup.. Akhirnya telat 15 menit (ga tau pastinya, maklum gugup bgt, atau ga punya jam kali..) datang pak pengacara ma 2 orang jaksa, lho kok 2 orang??? Pertanda apa ya??
Ternyata, kata pak pengacara salah satu jaksa ga bisa datang karna sakit, HOREEEEEEEE..... (maaf bu..) Bukan knapa2, jaksa inilah yg buat keder, gimana ga semester kmarin da pernah nyidang dengan kasus yg sama. Karna pak hakim udah mutusin ga apa2, maka pertempuran dilanjutkan..
Akhirnya selesai sudah. Tapi satu hal aku belajar, persiapan yang baik akan memberikan hasil yang terbaik. Jujur, aku kurang puas harus menang dengan kondisi seperti ini. Kenberuntungan ga akan adtang dua kali. Tapi tetaplah berharap bagaimana[un pahitnya nanti..
OKE>>>>>>>>>>>.
Read More »»» SIdang Pabrik
Banyak hal yg ga terduga dalam hidup ini. Siapakah kita menghadapinya???Bayangkan sehari sebelumnya aku ragu bisa lulus sidang pabrik dengan memuaskan. Memang kata2 temen2 pengujiku kelas "gurem" (bu sito, bu nunik ma pak mul). Tapi bagaimanapun, pabrikku ancur banget, siapapun pengujinya pasti ga perlu repot nemuin kesalahannya.
Tetep malemnya ga bisa tidur, ga tau knapa. Blajar juga ga bisa, maklum kemarinnya ga tidur blas buat power point tuk progres.
Bangun pagi harinya lebih parah, banyak sms yg mendukung dari temen2 tapi jadi tambah takut. Ada yg suruh berdoa, jangan lupa sarapan biar ga "semaput", jangan nervous, dll.
Wah langsung aku inget, belum ngasih tahu keluarga di rumah. Langsung ambil HP telp ibu, minta restu.... Beli srapan trus mandi. Saking takutnya, sarapan sebagian kluar lagi di kamar mandi, muntah...
Jreng..jreng......
Tiba jam pertempuran.. Tapi kok jam 9, jaksa (tebak siapa??) dan pengacara (ini juga siapa??)belum datang, padahal yg lain da mulai.. Tambah gugup.. Akhirnya telat 15 menit (ga tau pastinya, maklum gugup bgt, atau ga punya jam kali..) datang pak pengacara ma 2 orang jaksa, lho kok 2 orang??? Pertanda apa ya??
Ternyata, kata pak pengacara salah satu jaksa ga bisa datang karna sakit, HOREEEEEEEE..... (maaf bu..) Bukan knapa2, jaksa inilah yg buat keder, gimana ga semester kmarin da pernah nyidang dengan kasus yg sama. Karna pak hakim udah mutusin ga apa2, maka pertempuran dilanjutkan..
Akhirnya selesai sudah. Tapi satu hal aku belajar, persiapan yang baik akan memberikan hasil yang terbaik. Jujur, aku kurang puas harus menang dengan kondisi seperti ini. Kenberuntungan ga akan adtang dua kali. Tapi tetaplah berharap bagaimana[un pahitnya nanti..
OKE>>>>>>>>>>>.
Label:
Diary Series
Subscribe to:
Posts (Atom)