Monday, December 27, 2010

Kep. Derawan : Full of Wonder...

Perjalanan paling nekat... Solo Flashpacker... Salah tante Trinity yang dalam Naked Traveller 2 selalu menggumbar keindahan daerah ini.. Hmmmm.. Derawan ?? Lewat Tarakan ?? Tarakan yang saya tahu hanya tentang seputar permasalahan perbatasan dan segudang masalah kesenjangan dan TKI nya (karena saya pikir Tarakan & Nunukan itu satu area.. ternyata saya keliru.. he3x..).


Dimanakah Surga Itu ??

Pulau Derawan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Indonesia (wikipedia). Akses menuju sana bisa dicapai melalui Berau ataupun Tarakan. Dua kota yang belum pernah saya singgahi, dan tak pernah terpikir akan kesana. Lalu saya mau pilih lewat mana ? Pertimbangan pertama pasti adalah dana dan berikutnya adalah lama perjalanan. Ternyata melalui dua jalur ini memerlukan perjalanan laut yang hampir sama. Karena tiket pesawat ke Berau lebih mahal, saya memutuskan menempuh penerbangan meunju Tarakan. Maklum backpacker..

Dengan pencarian satu bulan sebelumnya, penerbangan murah masih saya temukan (meski tetap lebih mahal dibanding tiket JKT - SIN sebelumnya). Tetapi tiket balik untuk pilihan waktu yang sesuai tidak tersedia, terpaksa ambil tiket ekonomi dengan harga paling mahal yang pernah saya bayar.. Tapi saya anggap wajar, secara 2 kali penerbangan.. ha3x.. Memang, selalu ada jalan kalo ada keinginan dan selalu ada alasan untuk pembenaran jalan-jalan.. :p

Rute Perjalanan

Sesuai kesepakatan dengan Mas Malik, sang guide tour, perjalanan di lakukan dalam 3D2N. So, saya berangkat dini hari dari Gresik menuju Tarakan via Juanda dengan transit di Sepinggan.

Walahhh, landasan Juwata International Airport, Tarakan adalah paling pendek yang pernah saya kunjungi (untuk saat ini tentunya).. Landing saat cuaca bagus dan pilihan nomer kursi yang tepat memberi pemandangan bagus nan mendebarkan.. Hanya berapa meter pesawat mendarat sudah laut (apa sungai yah...?).

Pilihan kursi saya pilih sesuai saran dalam salam satu blog yang menyarankan memilih nomor seat di bagian belakang dan tetntunya tepi cendela... (maaf blog apa buku siapa saya lupa..).. Alasan sederhana adalah karena tidak terhalang sayap pesawat sehingga leluasa menikmati pemandangan dari cendela. Alasan manusiawi lainnya adalah karena bagian belakang pesawat adalah bagian teraman saat terjadi kecelakaan, inilah alasan mengapa black box diletakkan di ekor pesawat...

Dari bandara Juwata, perjalanan berganti dengan jalur darat selama 15 menit menuju Pelabuhan Tanjung Batu.. Setelah sholat Jumat di salah satu masjid dekat pelabuhan, rute selanjutnya ditempuh dengan perahu cepat... wooow,,,

Setalah 2,5 atau 3 jam perjalanan dalam speed boat, kami tiba di Derawan. Alhamdulillah, peralatan mati gaya selalu saya bawa.. Ipod, dengan beberapa lagu baru yang saya sinsert sebelumnya...

Destinasi Terbaik..

Sesuai paket yang ditawarkan, pulau yang kami kunjungi adalah Derawan, Sangalaki, Kakaban dan Maratua.. Ini alasannya :

1. Pulau Derawan

Pulau inilah yang dijadikan base camp dalam tour ini. Karena mengambil paket luxury (libur akhir tahun kan ingin bersantai), saya menginap di cottage dengan pantai private... Pantai dan air lautnya sangat bersih. Cocok untuki berenang dan snorkle.. Banyak kunjungan penyu juga, di salah satu pantai penduduk (dekat cottage) ada penyu yang mendarat di pantai..

Suasana cukup ramai, dengan dominasi turis lokal dan travelling bersama keluarga.. Untuk paket hemat, penginapan dengan rumah panggung langsung diatas laut.. Lebih seru... Tapi karena sendirian dan alasan kenyamanan, pilihan cottage sangat memuaskan.. (sayang, kamar tidak ada isi dan signal kuat operator seluler saya tidak berdaya disini..)..

Satu yang terlewat disini adalah menyaksikan si hidung botol, lumba-lumba.. Hmmmm..Konon, di sekitar perairan pulau ini adalah lintasan permainan lumba-lumba. Pengalaman di Meru Betiri membuat saya memilih duduk dalam perahu selama dalam kapal.. Solo begini bisa berabe kalo sakit (tentunya saya sudah mengantisipasi dengan kotak P3K lengkap dalam ransel..). Hi3x...

2. Pulau Sangalaki

Pulau ini merupakan tempat penyu bertelur dan salah satu area penangkaran di bawah WWF. Dari cerita, terdapat permasalahan antara pengelola resort disana dengan pemerintah. Bekas cottage masih ada dan tak terawat.. Sedikit bersyukur, karena setahu saya Penyu Hijau memerlukan ketenangan agar mau bertelur.. Susah juga daya tahan hidup hewan satu ini, bayangkan dari 1,000 telur hanya ada 1 - 6 ekor saja yang akan tumbuh sampai dewasa. Kenunikan lain, sang penyu akan kembali di pantai yang sama ketika dia pertama di lepas untuk bertelur.. Meskipun dia sudah keliling ke laut manapun.. Tentunya menunggu 40 - 50 tahun saat dia memasuki masa bertelur... Amazingggg...

Keunikan lain, perairan pulau ini adalah habitat manta (ikan pari). Satu jam snorkle saya berharap menemukan sang burung air ini. Tapi nihil.. Mau bertemu bagiamana.. Dengan kemampuan terbatas dan bantuan life jacket, snorkling hanya berani di laut dangkal... Menyesal tidak segera ambil les renang... :p

Tapi bawah laut di tepi pantai Sangalaki juga sangat indah.. Aneka koral, anemon, dan ikan cukup membuat mata sedikit terpuaskan.. Bisa jadi alasan agar kembali lagi untuk berjumpa sang manta.. I'll be back,....

3. Pulau Kakaban

Bagi saya, inilah alasan utama saya ke Kep. Derawan. Danau Kakaban dengan ribuan jelly fish-nya adalah pesona utama yang mendorong saya nekat mengatur jadwal travelling kesini..

Kenyataannya ?? Tak terkatakan sensasinya.. halah... Snorkle diantara ribuan atau malah jutaan ekor ubur-ubur tak berbahaya serasa mandi cendol.. Geli-geli mantab... Ha3x... Di danau ini, saya tidak menjumpai ikan sama sekali.. Mungkin mengungsi karena penggusuran ubur-ubur ini. Pasti sponge bob dan patrick akan senang di sini. Ha3x....

Selain itu, danau ini memberikan nuansa tersendiri bagi saya.. Mengingatkan saya dengan laguna sempu..
Satu kesalahan info, entah dari buku tante Trinity atau darimana datangnya.. Dikatakan air disini tawar, kamprettt.. asinnnnnnn...


Bagi yang beruntung akan melihat 3 - 4 macam jenis jelly fish yang berbeda.. Saya yang tidak beruntung hanya melihat satu jenis... Ha3x... Dorongan berikutnya agar belajar renang... Meningkatkan kemampuan snorkeling dan selanjutnya belajar diving...

Meski lendir ubur-ubur ini tidak berbahaya bagi kulit, jangan sekali-kali mencoba melakukan kebodohan mencium mahkluk lucu ini.. Ha3x.. Kecuali siap dengan akibat yang menimpa rekan saya yang gemes.. Bibir akan terasa terbakar dan perih.. Mungkin lendir ini akan memberikan efek yang sama pada bagian kulit yang sensitif lainnya..

4. Pulau Maratua

Pulau ini terletak di Kec. Maratua diluar Kec. Derawan. Disini katanya terdapat diving spot yang indah. Resort disini dikelola bule dengan tarif yang lebih mahal dibanding pulau lain. Kata sang tour guide, cocok banget buat honey moon dan diving course.

Saya sempat menyelusuri sebagian kehidaupan warga di pulau ini, saat saya mencari masjid untuj sholar dhuhur. Sebagai kecamatan, pusat pelayanan publik banyak saya temukan. Sekolah dasar, kantor urusan agama dan pusat layanan internet kecamatan.

Untuk alam bawah air, Maratua memberikan lebih banyak keindahan terhampar. Pada perairan dangkalnya, lebih banyak jenis ikan yang ditemui dengan aneka warna. Rekan-rekan saya beruntung menemukan ikan dengan ukuran besar. Sekali lagi, keterbatasan kemampuan dalam dunia ir membuat daya jelajah saya terbatas.. huaaaaa...

Seharian mengelilingi ke-empat pulau ini cukup menyenangkan. Tidak terasa kelelahan fisik sama sekali, baru terasa saat istirahat malam.. Badan dan kaki pegal dan sebagian tubuh perih karena lecet terkena terumbu karang..

Sambil menunggu makan malam, saya menikmati keindahan pantai Derawan dengan membaca buku dan mendengarkan musik di hembusan angin sore... Kedamaian seperti ini sangat didambakan oleh para pemuda yang seringkali diperbudak keinginan akan sesuatu..

Sejenak di Derawan memberikan pengalaman, teman, semangat dan tambahan kesadaran baru. Kebesaran paham, kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi negara manapun tak akan mampu menandingi keindahan alam-mu.. Indonesia...

Photos are taken by MyCanon and from My Guide Tour - Maliq..



Read More »»»

Tuesday, November 30, 2010

Singapura : Enjoying Fine City..

Kata orang, jalan-jalan ke Singapura tidak ada istimewanya kecuali belanja. Bagi saya, perjalanan kemanapun akan memberi keistimewaan sendiri. “Not the destination, but the journeys”.

Why must we be there ?


Setelah pasport jadi, target pertama adalah jalan-jalan ke Singapura. Kenapa ? Sederhana saja alasannya (1) banyak penerbangan murah dari dan kesana dari Indonesia (2) kata orang negaranya teratur sehingga gak bakalan nyasar untuk pemula (3) hanya perlu 2 hari untuk menjelajahi negara ini (malah butuh waktu lebih lama untuk menjelajahi Surabaya..) (4) ada teman jalan dan cuti yang pas..


Persiapan dilakukan dengan berbagai panduan dari para blogger dan senior backpacker. Sedikit modal dengan membeli buku referensi.. Keputusan tepat... Sangat membantu :p


How can we go to there ?


Ratusan penerbangan harian dengan puluhan maskapai melayani penerbangan INA – SIN dengan berbagai daerah di Indonesia. Termasuk pulau keberagaman harga. Satu yang berbeda adalah menggunakan feri dari Batam (semoga nanti ada dinas kantor kesana melalui Batam.. he3x..). So, kita hanya perlu mengatur pilihan dengan penyesuaian budget dan waktu yang tersedia.

Saya mendapat tiket murah satu bulan sebelumnya, dengan harga hanya Rp. 467.000,- untuk JKT - SIN pp. Meski untuk SBY - JKT pp saya harus membayar lebih mahal, Rp. 750.000,-. (Tetap bersyukur, karena masih bisa mengikuti satu session kuliah... sehingga aman untuk memenuhi kuota ujian..)..


When must we go to there ?

Jawabannya sederhana, kapanpun.. Semua tergantung tujuan kita.. Jika seperti saya, hanya just seigt seeing, perjalanan ke negeri singa bisa dilakukan kapanpun.. Tiket murah, jadwal tersedia dan teman jalan yang asyik langsung membuat perjalanan ini terlaksana.

Untuk yang punya tujuan tertentu, perlu penyesuaian khusus untuk melakukan kunjungan. Tentunya perlu dana tambahan, karena event tertentu terkadang diikuti dengan kenaikan harga yang signifikan pada beberapa maskapai penerbangan. Namanya juga pedangan, memanfaatkan momen untuk keuntungan tambahan adalah sah-sah saja.

Bagi yang doyan shopping atau pengen ke event khusus, hanya perlu disesuaikan saja dengan jadwal great sale dan kalender eventnya.Kapan itu ?? Yah silahkan dicari di google. Tapi jangan kuatir, info nya pasti bergaung penuh di Indonesia.. ha3x.. Secara, negeri ini adalah salah satu market utama mereka..

<-- Soeltan Mosque


What are the special things ?

Negara ini memberikan pilihan hiburan dan kesenangan. Pembangunan Resort World Sentosa dengan Universal Studio dan Casino-nya. Marina Bay dengan bangunan unik berbentuk kapal yang katanya juga merupakan sebuah Casino. Berbagai mall dengan barang branded di Orchard. Tetapi, bagi saya beberapa point menarik tentang negara kota ini :


x. Kemasan..

Sesuatu yang biasa saja menjadi sangat istimewa ketika mereka mampu mengemasnya dengan baik. Merlion, Rafles Statue, Singapore Flyers, dan bahkan Sentosa Island hanyalah sesuatu yang sangat biasa. Dengan pengemasan sempurna, semua itu menjadi “terasa” istimewa.

Song of The Sea @ Sentosa Island -->


x. Fine City..

Tentang keteraturan negara ini, saya sudah membuktikan sendiri. Sistem transportasi massalnya benar-benar mantab.. Two thumbs up.. Jadwal yang tepat waktu, bersih, aman, jangkauan luas dan sistem pembayaran yang mudah. Ha3x..tapi keteraturan ini memang harus di tebus dengan "sedikit" pengorbanan. Banyak sekali peraturan dan denda.. Makan dalam public transport, membuang permen karet, merokok, membawa binatang dan meludah sembarangan harus dibayar dengan dollar. Tapi saya setuju, demi kepentingan umum, aturan semacam ini tidak ada salahnya.. Meskipun jadi pertanyaan, disiplin mereka karena "aware" atau karena "fear".. Ha3x.. Singapore is trully fine city..


Where we must go in there ?

Semua orang pasti menyarankan mengunjungi Patung Merlion sebagai icon dan lambang negara ini.. Hmmmm.. Sunah muakad menurut saya (bukan wajib..). Agar afdhol. Tapi menjadi woth it karena banyak obyek lain didekatnya. Esplanade, Rafless Statue, Victoria, One Fulerton dan Wealth Fountain.

Hal yang manarik perhatian saya adalah keragaman corak budaya di kawasan suatu etnis tertentu. China Town dengan berbagai barang made in tiongkok, mulai makanan kering, obat-obatan, pakaian dan berbagai souvenir. Litle India dengan Mustafa Centre dan musik Hindustan yang mengajak bergoyang dan dimainkan dengan suara sangat keras.. Serta kawasan Bugis dengan pasar malamnya yang ramai mulai souvenir dan bahan makanan.

Bugis in thE Night -->


Dari tiga area budaya berbeda tersebut, satu yang paling menyenangkan adalah kebergaman kulinernya yang patut dicoba. Berbagai pilihannya sangat memanjankan perut saya yang terasa tak pernah kenyang.. Hahahaha... Pertemuan berbagai budaya ini terlihat juga dalam penyesuaian pada menu makanan agar dapat diterima oleh lidah secara universal. Citarasa melayu, hindi dan tiongkok menjadi sebuah citarasa baru yang sangat saya nikmati, meskipun mengorbankan sedikit ciri khas masing-masing.


Nasi lemak, chicken rice, briyani dhoom dan laksa menjadi makanan pokok. Popiah, carrot cake, uncle ice cream dan aneka gorengan menjadi cemilan pelengkap jalan-jalan. Tapi jangan berharap gorengan seperti bakwan, dadar jagung, tahu dan cireng bias kita temui. Namanya gorengan disini “lebih bergizi” seperti chicken wings, udang, calamari dan sosis..


^ Vegetable Laksa @ Kopitiam




----------------------------------------------------------------------------------------
How about Backpacker ?


Travelling saya lakukan dengan semi backpacker (atau ada yang nyebut flashpacker). Dengan modal berlebihan (500 SGD), ternyata hanya saya gunakan kurang dari 150 SGD diluar penginapan yang sudah dibooking sebelumnya oleh partner jalan saya. Pembelanjaan utama hanya makan dan sedikit souvenir dan oleh-oleh. 39 SGD saya pake untuk sandal nike di Orchard karena kaki saya sudah bengkak dan sepatu yang kesempitan.. (so, gunakan alas kaki yang nyaman.. ;p )


Penginapan


Untuk akomodasi, biaya dapat kita siasati dengan memilih hostel murah yang mampu terjangkau dengan sistem transportasi. Di Singapura cukup banyak hostel yang tersebar di area Bugis dan China Town. Jika ingin lebih berhemat dalam biaya penginapan, tips yang sudah kami praktekkan ini dapat dicontoh. Menginap di Changi Airport. Tiket murah sering dibarengi dengan jadwal penerbangan yang tidak bersahabat. Penerbangan sangat malam atau terlalu pagi sudah biasa.


Saat kedatangan, kami tiba di Changi pukul 23.30 waktu setempat. Mau langsung ke hostel, rugi banget. Ditambah dengan transportasi yang sudah tidak ada, kecuali taxi dengan surcharge jam malam.. haduhh.. So pilihan jatuh dengan “mbambung” di transit mall. Jangan takut, banyak teman senasib dan full entertainment. Internet, Refleksi kaki, cinema & games 3D dan free drinking water.


<-- Double Bed @ ABC Backpacker Hostel c/w AC + Breakfast (55 SGD/night/2 person)



Sedikit ketidakberuntungan adalah saat akan kembali ke Indonesia, kami dating ke bandara jam 11 malam dengan harapan segera check in dan masuk ke transit mall. Ternyata counter masih tutup, ya iyalah..pernebangan kan masih besok jam 6 pagi.. Tapi, dengan sedikit nekat kami tidur di kursi-kursi depan area check in dan sekali lagi banyak teman senasib.. ha3x.. ? Jam 4.30 bangun dengan punggung pegal dan berjalan sambil ngantuk ke counter check in dan imigrasi untuk pindah tempat tidur ke transit mall sampai 5.30..


Air Minum


Untuk penghematan kedua adalah air minum. Kenapa air minum ? Pertama karena saya hampir tidak bisa untuk berhemat dengan makanan.. Kedua, harga minuman disini mahal dan saya kalo minum seperti onta.. Cuaca disana cukup terik ditambah banyak jalan kaki.. ha3x..


Air mineral disana saya katakan sangat mahal. Botol 600 ml air mineral dari Indonesia dengan proses 27 kali penyaringan (tahu kan meski tak sebut merk) beraharga 1 dollar untuk kemasan 600 ml.. Alamak.. Air mineral gratis hanya saya temukan di Changi (di hostel hanya disediakan air panas)...


Air mineral termurah yang saya temukan adalah di Guardian, hanya 95 sen untuk 2 botol @ 600 ml. Alternatif lain adalah teh botol Heaven & Earth (sebut merk gpp lah.. produksi CocaCola Company.. pasti familiar lah dengan merk yang di Indonesia) seharga 2 dollar untuk 2 botol (promo) di 7Eleven..


Sedikit tips makan disana,jangan pesan minum (wajar dilakukan oleh orang lokal).. Terbukti saat makan di resto India, harga main course dan jus mangga sama.. 5 SGD.. Edyannn....

Teh Tarik @ Koufu Food Court, Palawan Beach --->


Kunjungan pertama saya pada 17 - 20 November 2010 cukup nyaman, kalo ada ketidaknyamanan lebih dikarenakan saya yang selalu menghemat budget. Ha3x..

Selamat Tinggal Singapura… C..U.. Next Time (kalo ada gratisan.. ha3x,...)


Cinta Indonesia pasti.. Tetapi mengakui dan menghargai keberhasilan negara lain juga wajib. Kemana dan kapan lagi negara ini harus berkaca jika tidak saat ini dan dari dekat kita sendiri.

Read More »»»

Monday, October 18, 2010

The Pines : Travelling in the Beginning of Study


Setelah "the long & winding road" ke Sempu, kegiatan saya hanya diwarnai dengan pekerjaan kantor di weekdays dan matrikulasi kuliah di weekend. Kemungkinan untuk travelling atau jalan-jalan semakin tipis karena sudah memasuki bulan puasa. Sebagai alternatif, travelling selama puasa dialihkan dengan rute mall 2 mall. Tepatnya hanya di antara dua buah mall, TP dan Sutos.. Tentunya, hal ini sebagai pemuas kebutuhan untuk bersosialisasi di luar kesibukan kantor dan kampus. Hmmm...


Kesempatan travelling datang lagi ketika kampus memutuskan untuk mengadakan kegiatan outbound sebelum memulai perkuliahan. Ahh..akhirnya, ada lagi namanya wiken dan liburan tanpa mengorbankan kuliah. Sekali dayung dua pulau terlampaui..

Tempat yang dipilih adalah di The Pines yang berada dalam komplek perumahan Taman Dayu. Terletak di dalam hutan pinus yang bersih dan rapi dengan rumah-rumah pohon yang memberikan suasana baru bagi kami yang sudah dibilang merupakan orang kota (kalo saya berasal dari desa juga..he3x..).

Bagi saya, kondisi rapi ini sedikit mengurangi kesan natural sebuah hutan. Hutan alami dipenuhi beberapa vegetasi yang beraneka ragam mulai dari tanah, tenaman perdu, ilalang liar, pohon besar dan tanaman epifit. Suara para satwa penduduk hutan juga tidak terdengar, bahkan tidak terlihat satupun. Satu yang paling saya rindukan adalah aliran sungai dengan suara khas-nya yang segar. Sayang, sungai disini kering tanpa air yang mengalir deras..
Apapun kondisinya, alam dengan segala jenis kondisinya sangat indah untuk dinikmati.....

Semua kegiatan dilakukan secara kelompok dengan maksut untuk meningkatkan kerjasama tim. Kami yang pada awalnya tidak terlalu antusias menjadi bersemangat tatkala setiap tim mulai menunjukkan eksist
ensinya. Tim terbaik dalam setiap games akan mendapatkan bintang dan tengkorak dianugerahkan untuk tim yang menjadi juru kunci.

Sayang, hari pertama ini terpaksa semua kegiatan dilakukan dalam Bale Segowo karena hujan turun dengan lebatnya. Salut untuk tim The Pines yang punya beragam alternatif games yang menghidupkan suasana dalam segala jenis cuaca... Mantebbb.. Adu yel-yel, permainan konsentrsi berhitung dan permainan kecepatan menangkap dan menghidar mampu menaikkan aura kompetisi memperebutkan supremasi tim bintang terbaik...


Malam harinya, acara keakraban tentu saja tak lepas dari electone, menyanyi dan jagung bakar. Memang, malam yang dingin akan berubah menjadi hangat dengan musikyang mengajak bergoyang. Beberapa sumbangan suara memang menunjukkan bakat terpendam sebagai musisi, tapi yang lain hanya bermodal semangat untuk meleburkan suasana. Sippp.. Musik memang bahasa universal....

Malam makin panas dengan goyangan poco-poco yang memaksa kami yang duduk manis menahan dingin ikut serta bergerak mengikuti irama.. He3x..

Setelah bosan dalam ruangan, kami ikut bergabung dalam api ungun dari rombongan touring yang berbaik hati menawarkan kita untuk bergabung. Nilai inilah yang sejak dulu saya hargai dari sesama traveller, selalu ramah dan bersedia berbagi dengan sesama... Ahhh, indahnya dunia kalo kita semua mau berbagi dengan sesama...

"People is psichologically die if they don't give benefit for other human being" (Mike Tyson)

Merasakan tidur dalam rumah pohon untuk pertama kalinya memang memberi pengalaman yang berbeda. Tanpa peralatan elektronik yang membuat kita manja memang kurang terbiasa akan tetapi membuat tidur makin berkualitas dan berkontribusi memberikan kesegaran keesokan hari. Kenyataan bahwa terdapat tokek di kamar kami ula di kamar tetangga tidak mengkhawatirkan kami.. Toh mereka lah yang menjadi penghuni awal hutan ini, kami manusia lah yang pendatang.. Tapi terkadang kita egois mengusir mereka yang menghuni alam ini pertama kalinya.. Peringatan kepada kita agar selalu menjaga harmony dengan alam dan segala yang menjadi penikmatnya.

Hari kedua, suasana cerah diawali dengan jungle track dalam jalur yang relatif singkat tetapi cukup memberi kejutan pada tubuh yang biasa dimanja dan tidak banyak bergerak.. Ha3x.. Napas tersengal-sengal dan kaki pegal banyak dialami oleh kami yang memang jarang mengolah raga..

Flying fox, kata simon, banzai - katana, waterfall, pipa air dan spiderwall cukup membuat pikiran dan fisik berkoordinasi. Strategi kelompok, kekuatan fisik dan tentu saja konsentrasi masing-masing tim menjadi kunci utama setiap permainan.. Serasa menjadi anak kecil kembali, hormon greylin keluar membawa rasa rileks bagi tubuh dan pikiran..

Selesai semua kegiatan, kami semua harus siap kembali ke dunia maisng-masing. Sebuah semangat baru kami peroleh untuk mengahdapi serangan rutinitas yang terkadang terasa jenuh dan membosankan.. Tetapi sekarang kami berkata : kami siap menyambut semester satu....

Picture are taken & edited by my MM fren : Andrie Y..
Log & maps from The Pines website..

Read More »»»