Tuesday, April 19, 2011

Anak Seribu Pulau

Saat pelajaran IPS SD dulu, saya ingat bahwa Indonesia memiliki 17 ribu lebih pulau yang terhampar dari Sabang sampai Merauke serta dari Miangas hingga Pulau Rote.Tapi hasil survei dan verifikasi terakhir Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diketahui bahwa Indonesia hanya memiliki sekitar 13.000 pulau (Antara, 17 Agustus 2010).

Penurunan jumlah pulau yang dimiliki Indonesia tidak berkaitan dengan hilangnya pulau akibat kenaikan muka air laut akibat pemanasan global, atau karena penggalian pasir laut. Tetapi hanya masalah akurasi data saja, karena selama ini belum ada survei yang menghitung jumlah pulau-pulau di Indonesia secara keseluruhan.

Apapun penyebabnya, pemerintah sebagai pemegang amanat rakyat harus mampu menjaga kedaulatan bangsa. Jangan sampai terjadi lagi kisah Sipadan & Ligitan jilid 2 ataupun kisah penjualan pulau yang sempat heboh di dunia maya beberapa tahun lalu. Penjualan pulau ini merupakan anomali yang mebuat miris, dimana kenyataannya tidak hanya pulau di daerah terpencil yang telah berpindah tangan ke orang asing. Beberapa pulau nan indah di Kepulauan Seribu, yang masih dalam wilayah Daerah Khusus Ibukota, juga tidak bisa dinikmati lagi oleh putra bangsa karena sudah bukan hak negara. Pembelinya bukan hanya warga asing, beberapa pejabat dan milyuner negeri pun juga ingin menjadi raja di pulaunya sendiri.. Ironis..


Sudahlah… Mengingatkan pemerintah wajib tapi mengandalkannya jangan… Ha3x.. Mari kita sedikti evaluasi dan berkaca, apakah kita sudah layak dan siap disebut Anak Seribu Pulau, Lets answer the question..
Berapa banyak pulau di Indonesia yang sudah kita kunjungi ?
Tidak lebih dari jumlah jari tangan dan kaki saya. Saking sedikitnya, saya masih bisa ingat nama pulau pulau ini : Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Lombok, Gili Air, Gili Trawangan, Sempu, Derawan, Kakaban, Sangalaki, Maratua.. Ironis, hanya 12 buah alias 0,092 persen..

Ralat : Saat melintasi laut Jawa dalam penerbangan kembali dari Makasar, seorang teman bertanya "eh di Madura ada pabrik yah ??" Langsung saya teringat, bahwa satu tambahan koleksi pulau Indonesia yang saya pernah jejaki, bahkan sejak SD dulu... SO, total adalah 13 pulau atau 0,1 persen,, Masih jauhhhh...
Apakah bisa berenang ?
Tentu tidak.. Ha3x.. Sebagai cucu para nenek moyang pelaut handal, banyak juga dari 200 juta lebih penduduk yang tidak bisa renang.. Tapi saya tidak mencari pembenaran, tidak enak juga rasanya snorkeling harus mengandalkan lifejacket terus.. APalagi jika ingin belajar diving, minimal harus mahir dulu renang… Semangattt…
Apakah pernah mabuk laut ??
Alhamdulillah tidak.. Perjalanan laut terpanjang saya adalah Balikpapan – Surabaya dengan KM Tidar. Meskipun 28 jam lebih, perjalanan ini tidak terasa karena saya bersama rombongan besar yang terdiri 100 orang lebih. Perjalanan laut paling mencemaskan adalah Lombok – Bali dimana selama perjalanan seperti spot jantung. Ombak yang besar terasa menggoyang kencang kapal, bahkan menyewa kamar ABK pun tetap tak mampu menghilangkan wajah pucat pasi kami.
 
---------------------
Kesimpulan :

Dari ketiga pertanyaan sederhana tersebut, saya menilai diri ini belum layak menyandang predikat anak seribu pulau.

Kuesioner di atas memang tidak dilakukan dengan metode statistik yang njilimet dan valid. Hanya sedikit iseng untuk menunjukkan seberapa kuat merasuknya jiwa bahari kita.. Ha3x.. Penelitian untuk itu juga tidak perlu dilakukan, karena yang diperlukan adalah tindakan nyata... Seperti saya yang akan selalu senang untuk mengunjungi puluhan ribu pulau tersisa yang belum saya jamah. Kan kalau tak kenal maka tak sayang... :p
Kita tidak harus mengingat dan mengunjungi keseluruhan pulau indah ini. Karena saya menilai “makna” dalam sebutan anak seribu pulau adalah dimana kita bisa menggunakan potensi kelautan kita, baik untuk pariwisata maupun perikanan dengan tetap menjaga dan menjamin baik kedaulatan maupun kelestariannya. Hmmmmm…. Tentunya sesuai dengan peran dan batas kekuasaan kita masing-masing…

Sehingga suatu saat kita semua memang layak disebut “Anak Seribu Pulau”…

Read More »»»

Saturday, April 02, 2011

Time Track : Boyband

Karaoke.. Sebuah bentuk hiburan baru bagi saya 2 tahun belakangan ini. Bernyanyi, meski tanpa nada, cukup mampu membuat pikiran ringan dan perasaan jadi enak.. Baik secara solo, duo maupun rame-rame tetap asyik, asalkan dengan partner yang klop.. Ha3x.. Karena tak enak juga rasanya mati gaya ditengah hentakan musik..

Dari sekian sering nge-jam ini, satu yang menjadi benang merahnya adalah saya selalu memasukkan lagu boyband dalam playlist.. Ha3x.. Eits,,tentu saja lagu yang berbeda.. Preferensi musik saya ini merupakan pengaruh nyata jaman remaja, dimana akhir milenium 2 adalah era keemasan boyband. Puluhan group tumbuh subur bak cendawan di musim hujan.. :p Tangga lagu di berbagai dunia juga mulai diserang dan bahkan dipuncaki oleh group-group ini..

Boy band adalah sejenis kelompok musik pop atau R&B yang terdiri dari tiga anggota atau lebih, semuanya penyanyi laki-laki muda. Biasanya anggota boy band selain menyanyi juga menari dalam pertunjukan mereka. (http://id.wikipedia.org/wiki/Boy_band).

Dari sekian banyak boyband ini, ada beberapa yang mampu menunjukkan prestasi cukup fantastis. Tetapi bagi saya hanya 3 saja yang mampu memberi influence, berdasarkan banyak hits yang saya insert ke ipod dan tetap sedikit hapal liriknya. Beberapa lagu mereka mampu saya tebak judulnya dari sepenggal intro saja.. Tapi tidak sampai berusaha meniru ekspresi dan gaya tarian mereka yang kadang ajaib bin lebai... Ha3x..

Backstreet Boys (BSB), Boyzone (BZ) dan Westlife (WL)... (P.S: Era NKOTB saya baru mampu mencerna lagu Semut-Semut Kecil, Nyamu-Nyamuk Nakal dan Si Lumba-Lumba). Ha3x..

BSB bisa dianggap pelopor kebangkitan boyband di negeri Paman Sam. Bahkan sebelum diterima di negeri sendiri, mereka rela ngamen ke Benua Biru.. Sementara BZ & WL menjajah musik dunia melalui Eropa dan kemudian menyebar ke Asia. Terakhir mereka berusaha menembuh pasar Amerika. Boyzone masuk melalui soundtrack Mr. Bean dan Westlife mencoba peruntungan dengan berduet dengan Mariah Carey & Diana Ross..

Sayangnya, usaha penetrasi ini bisa dibilang kurang sukses.. Pasar Amerika saat itu, selain sudah rame dengan BSB & N'Sync, mulai panas dengan pereteruan dua Solois Remaja baru, siapa lagi kalu bukan Britney Spears & Christina Aguilera.. Perbedaan selera musik dan gaya pangguing (ter-reprentasi dalam video klip) juga merupakan penyebab. Faktor terakhir tentunya nasionalisme remaja.. Ha3x..

Dulu, saya harus rela menabung untuk membeli kaset (kedengaran jadul banget sekarang). Beberpa koleksi saya adalah album boyband: Millenium, By Request dan Westlife..

Seperti kebanyakan boyband Amrik, musik BSB lebih up-beat dengan pembagian suara yang cukup merata. Beberapa juga ada lagu acapela. Sedangkan boyband eropa cenderung menjadikan salah satu personel sebagai front man dengan lagu yang slow dan melankolis. Ronan Keating di BZ dan Shane Filan di WL, meski dalam album-album berikutnya mulai muncul nama Stephen Gately di BZ , Mark & Brian di WL. Gaya panggung BSB juga lebih atraktif dengan koreografi mutakhir, sedangkan BZ & WL lebih simple dan tenang..

Selain pujian, banyak juga kritik kontra bahkan cacian mereka terima. Mereka dianggap hanya bermodal tampang dan tidak becus bermusik. Termasuk anggapan aji mumpung sehingga merusak pasar musik.. Sampai,-sampai, Jamiroquai sempat memenggal kepala BSB dalam konsernya di Woodstock 1999 (kepala boneka dengan topeng personel BSB -red). Bewww... Padahal musik itu universal, penikmat musik pun juga beragam.. Tidak semua paham lagu dengan musikalitas tinggi, saya sebagai ramaja (saat itu), hanya ingin musik sederhana yang bisa dinikmati.. Tapi, pro dan kontra kan biasa...

Sayangnya, ketika beranjak dewasa, group-group ini mulai keteteran. Solo karier & perbedaan konsep membuat beberapa personel memutuskan keluar.. Sisa personel tetap jalan dengan format tidak utuh, tanpa mengganti personel baru.. Dalam perkembangan selanjutnya, disepakati untuk bubar, baik bubar jalan atau bubar resmi...

Pecahan boyband beberapa masih mampu eksis dan bahkan lebih sukses daripada sebelumnya. Justin Timberlake & Robbie Williams adalah contohnya.. Sayangnya, para personel 3 group diatas tidak ada yang terlalu berkilau dalam solo karier. Mungkin hanya Ronan Keating yang sedikit cemerlang, salah satunya dengan OST. Nothing Hill, When You Say Nothing At All (lagu wajib saya juga kalo karaoke. Nick Carter & Mark Feehily bahkan gagal total dalam karier solonya...

Akhir-akhir ini mulai terjadi fenomena boyband yang reunion dan merilis album kompilasi Greates Hits plus beberapa single baru.. Take That, BSB, Boyzone dan terakhir A1... Di luar segi musik, saya melihat ada kekangenan mereka sebagai sahabat untuk kumpul kembali, tepatnya silaturahmi.. He3x.. Sahabat masa muda memang akan menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan..

Selera musik saya mungkin berubah, maklum saya hanya penikmat musik yang dijajakan oleh seniman di pasar industri musik. Tak peduli genre musik, siapa penyanyinya-mau solo, duo, band maupun boyband- sudah cukup kalo enak di telinga saya. Meski musik jenis ini akan mudah terhapus dari memori saya seiring serbuan karya lain.. Hanya beberapa lagu yang masuk kategori Everlasing, bisa karena liriknya, musiknya atau cerita di balik kehidupan saya.. Ha3x.. Untuk ini akan dibahas dalam lain cerita.. Sampai Jumpa..

Found out what i dreamt of and looked it up. At this very moment, what i want is what i've got
(Westlife).....
Read More »»»

Tuesday, March 29, 2011

LandMark...

Sebuah kewajiban bagi pelancong adalah meyatroni sesuatu yang menjadi icon suatu tempat baru yang dikunjunginya. Kurang afdol juga kalo kita tidak mengabadikan momen tersebut, sebagai bukti, kenangan tak ternilai dan tentu saja sekaligus menyalurkan kenarsisan bakat modeling. Landmark sebuah kota mampu menjadi daya tarik tersendiri akan pengembangan pariwisata, khususnya dalam promosi. Dengan kemampuan wahid seorang fotografer dan kameraman, obyek ini akan menghiasi berbagai tagline brosur dan pariwara audiovisual.

Beruntunglah bagi kawasan yang telah memiliki tata kota dengan sebuah landmark yang ciamik. Kemegahan masa lalu dengan sejarah, legenda dan mitos yang menyelubunginya akan makin menjadi daya tarik dan jual tersendiri. Mesir dengan Piramida Giza yang selalu dijaga oleh pengawal setia sang Pharaoh, Sphinx. Big apple yang mendapatkan Patung Liberty dari pemerintah Perancis sebagai hadiah atas kemerdekaan Paman Sam. Great Wall yang menjadi bukti kebesaran Kasiar Shih Huang Ti sebagai masa lalu Negeri Tirai Bambu. Prasasti yang lain tentunya masih banyak, baik yang terekam maupun tidak. Tak lupa, negeri kita punya peninggalan Dinasti Syailendra dalam rupa candi Budha terbesar di dunia. Setelah tak masuk dalam Keajaiban Dunia Baru, bagaimana kabar Borobudur ya ?

Akan tetapi, beberapa peninggalan sejarah semacam ini banyak yang terkubur alam, baik secara natural maupun seleksi alam. Kompleks kuil di Olympia dengan Parthenon yang masih mampu menujukkan keangkuhannya, bahkan hanya dengan sisa pilarnya. Satu yang membuat saya penasaran adalah peninggalan Raja Nebukadnezar, Taman Bergantung Babylonia. Berbagai ilustrasi dalam buku tetap tidak bisa membuat imaginasi saya mampu membayangkan wujudnya. Sungguh mati aku jadi penasaran.. He3x...

Sayangnya, tidak sedikit pula yang binasa oleh tangan dingin manusia melalui perang dan pertumpahan darah dengan berbagai dasar. Ideologi, kekuasaan, agama maupun hanya keisengan sang Raja yang menganggap perang sebagai permainan... Patung Budha terbesar di Bamiyan menjadi saksi kelabu pertumpahan darah tak berujung di Afghanistan. Coretan darah pula yang menyelimuti Angkor Wat yang kini mulai kembali memancarkan pesonanya kepada para pelancong.. Ah, mungkin masih ada jutaan bukti sejarah yang hancur oleh ulang kita.. Bodohnya.

Sekarang ini, banyak penguasa kota dan negara yang rela mengeluarkan dana puluhan milyar untuk membangun icon - icon baru. Bersaing dalam segala hal, menjadi yang tertinggi, termahal, dan hal - hal yang tak terbayangkan dulunya. Landmark sekarang tidak hanya berupa menara, patung, tetapi dapat pula berupa gedung, jembatan bahkan wahana liburan. Liat saja, Petronas yang sebenarnya sebuah kantor dapat menjadi simbol Kuala Lumpur yang identik dengan meanara kembarnya. Begitu pula Burj Al-Arab, sebuah hotel yang kini menjadi icon kemakmuran Ranah Asia Barat dan tak ayal memancing persaingan pembangunan bangunan-bangunan spektakuler di Timur Tengah..

Landmark di Indonesia ?

Sedikit banyak kita tentu pernah mendengar berbagai proyek ambisius pemerintah, entah itu didasari perkembangan pariwisata atau murni bisnis semata. Garuda Wisnu Kencana yang digadang akan menjadi patung tertinggi dan semakin memantabkan posisi Bali dalam ranah percaturan tourism dunia, sekarang masih belum mampu berdiri tegak. Menara Jakarta yang sudah beberapa pergantian Presiden pun, malah bernasih lebih tragis. Hilang di telan bumi..

Tapi, kita masih harus berempati dengan pemerintah. Setelah sekian lama, Suramadu mampu menaikkan "gengsi" kita dengan menjadi yang terpanjang di Asia Tenggara. Rencana pembangunan Gedung DPR yang baru ? No comment....

Satu yang perlu diingat, membangun lebih mudah daripada merawatnya.. Ha3x.. Terbukti, beberapa bangunan khas ini tampak tidak terawat. Kalaupun di rawat, pengelolaannya tidak tepat. Liat saja, Glodok yang mempunyai bangunan penuh nilai malah dibabat menjadi kawasan bisnis modern. Jembatan Merah yang kondisinya kini hanya seperti sebuah jalan biasa tanpa kenangan sejarah patriotiknya. Bahkan Keraton Jogja juga kurang terpancar kedigdayaan masa silamnya.

Perlu penanganan seperti apakah?? Hadoooowww..., itulah yang harus dipikirkan oleh mereka yang memang di bayar oleh rakyat untuk mengurusnya.. Kita ? Ya menikmatinya, eits..merawat dan mempromosikannya pastilah...


Keputusannya, jangan bilang pernah ke suatu tempat kalo belum pernah ke sesuatu itu. Landmark...
Read More »»»