
-----------------------------------------------------------------------
Sedikit nekat, mungkin hal ini sesuai utuk menggambarkan keputusan saya untuk mengakhiri rencana panjang itu. Pertama, saya memutuskan hanya dalam waktu singkat, dengan membatalkan rencana ke Sempu (pada minggu berikutnya) dengan teman-teman saya, karena saya tidak mau mundur lagi. Lebih baik sekarang.. (maaf teman-teman, saya kurang yakin dengan niat kalian. Ha3x..). Kedua, saya berangkat bersama partner yang secara emosional kami belum saling mengetahui, hanya melalui dunia virtual.. Virtual Friends..
Dunia memang sempit...
Keberuntungan memang selalu bersama rombongan kami, dalam keberangkatan begitu banyak kemudahan kami terima. Kendaraan umum yang selalu kami peroleh dengan mudah, orang-orang di angkutan yang ramah, dan harga yang kompetitif. Memang, ada sedikit kebosanan saat kami harus menunggu keberangkatan Angkot Pasar Turen – Sendang Biru. Tapi, hati yang riang dan pikiran yang positif (sedikit negatif tentunya. He3x..) selalu menemukan cara untuk menikmatinya. Makan bakso Malang memberi kesegaran baru dan pastinya mengisi perut yang selalu lapar... Ha3x..
Hmmm.. Dewi Fortuna masih ikut bersama tim kami. Dengan simbiosis mutualisme dalam dana, kami sepakat bergabung dengan rombongan lain untuk menyewa perahu penyeberangan, dengan bonus tidak perlu repot mengurus perijinan, dan kami yakin taak ada kata “ijin” yang gratis di negeri ini..
Rintangan terakhir setelah penyeberangan adalah hutan hujan dengan jalan setapak di bawah rimbunan pohon. We are the lucky team. Dari referensi teman, kondisi jalan ini terkadang berlumpur tebal sehingga memerlukan waktu 2 jam lebih. Tapi, kami dengan 1,5 jam sudah mencapai pusat keindahan dengan aman terkendali.
Sebelum menikmati semua keindahan, kami mempersiapkan tennda dan tak lupa memasak bahan pangan yang kami bawa. Berenang, berjemur, mendengarkan musik, membaca dan mengobrol terasa sangat berbeda disini. Suasana yang tenang, suara ombak lautan lepas yang menembus celah karang, kokohnya tebing yang hijau dan udara segar dapat dengan bebas untuk dinikmati.
Sempat saya berkata kepada teman saya, suasana ini akan makin enak dengan minum kopi dan semangkon bakso hangat. Bakso ditengah pulau terpencil ?? Siapa takut, karena tanpa terduga rekan kami dari Pandaan membawa bahan-bahan masakan untuk bakso.. Nikmatnya dunia.. Ha3x.. (Parasit memang...)
Setelah menghabiskan malam dengan santai, kami beristirahat untuk mempersiapkan tenaga untuk kembali besok, ah kenapa waktu selalu terasa berputar cepat. Perjalanan pulang terasa lebih ringan, meskipun hati kami merasa berat. Setelah sampai di Sendang Biru lagi, kami akhiri perjalanan dengan belanja ke Tempat Pelelangan Ikan untuk kemudian menikmati ikan bakar dengan bantuan warung disekitar pelabuhan.. Ikan Tuna dan Ikan Lamadang..
Perjalanan panjang nan singkat ini memberi saya banyak teman dan pengalaman baru. Tak lupa memberi pelajaran untuk memelihara alam, denga cara paling sederhana.. Buang Sampah Pada Tempatnya...
Rintangan terakhir setelah penyeberangan adalah hutan hujan dengan jalan setapak di bawah rimbunan pohon. We are the lucky team. Dari referensi teman, kondisi jalan ini terkadang berlumpur tebal sehingga memerlukan waktu 2 jam lebih. Tapi, kami dengan 1,5 jam sudah mencapai pusat keindahan dengan aman terkendali.
Sebelum menikmati semua keindahan, kami mempersiapkan tennda dan tak lupa memasak bahan pangan yang kami bawa. Berenang, berjemur, mendengarkan musik, membaca dan mengobrol terasa sangat berbeda disini. Suasana yang tenang, suara ombak lautan lepas yang menembus celah karang, kokohnya tebing yang hijau dan udara segar dapat dengan bebas untuk dinikmati.
Sempat saya berkata kepada teman saya, suasana ini akan makin enak dengan minum kopi dan semangkon bakso hangat. Bakso ditengah pulau terpencil ?? Siapa takut, karena tanpa terduga rekan kami dari Pandaan membawa bahan-bahan masakan untuk bakso.. Nikmatnya dunia.. Ha3x.. (Parasit memang...)
Perjalanan panjang nan singkat ini memberi saya banyak teman dan pengalaman baru. Tak lupa memberi pelajaran untuk memelihara alam, denga cara paling sederhana.. Buang Sampah Pada Tempatnya...
Wassalam..
(picture taken from Camera of Yusuf - my new friends)