Wednesday, December 19, 2012

Blue Night with MLTR

"I need a window a bigger view to keep my vision young and new. To handle teardrops upon my roof make me waterproof.. Install a heater to warm my soul, Supply some magic life patrol. Built me a castle where I can dwell in my own shell"

Intro lagu Renovate my Life yang diambil dari album ke-8 mereka, Scandinavia (2012) ini mulai berkumandang memenuhi Gramedia Expo Surabaya tepat jam 8 malam.  Telinga penonton masih terasa asing, tak heran karena semua menantikan lagu hits mereka di tahun 90'an. Setelah menyapa penggemarnya, Sleeping Child sebagai lagu kedua mampu menghentak suasana dan langsung membuat koor penonton. Memang, sebagian besar penonton adalah angkatan 2KY yang hadir dengan pasangannya. 

Lagu - lagu lama seperti The Actor, Complicated Heart, Paint My Love, 25 Minute, You Took My Heart Away, Take Me to Your Heart, Blue Night berhasil membawa penonton hanyut dalam suasana romantis yang dibangun. Dua lagu lain dari album baru turut disisipkan, Scandinavia dan Anyway You Want It. Di tengah konser, Jascha sempat tampil solo hanya dengan keyboard di Naked On The Moon. Lagu favorit saya, I’m Gonna Be Around dibawakan mereka bertiga dengan akustik gitar. Penonton VIP seperti biasa mendapat kejutan ketika sang vokalis sempat turun panggung dan berfoto bersama fans.

Konser malam itu ditutuo dengan That’s Why (You Go Away), yang mungkin dianggap single yang paling disukai penggemarnya. Meskipun Nothing to Lose, How Many Hours, dan Strange Foreign Beauty tidak dibawakan, penonton terlihat puas dengan suguhan penampilan mereka. Perjalanan darat panjang dari Yogyakarta sehari sebelumnya tak mengurangi semangat band yang beranggotakan Jascha Richter, Mikkel Lentz, Kåre Wanscher ini. Menurut kabar, mereka sendiri yang memilih akomodasi dengan bus daripada pesawat karena ingin menikmati keindahan alam, dimana mereka merasa negara  ini sangat spesial. Konon, meraka sangat menyukai makanan khas Indonesia..


Sedikit flashback, Michael Learns to Rock, sering disingkat MLTR ini pada awalnya beranggotakan empat personel.  Satu personel yang lain, Soren Madsen, meninggalkan band ini pada tahun 2000 untuk mengembangkan karier solonya. Sepanjang 24 tahun karirnya (1988 - 2012), band ini telah merilis 8 album studio dan 5 album kompilasi. Meski tidak sukses di Amerika, band asal Denmark ini sukses di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia.

"When the blue night is over my face, on the dark side of the world in space. When I'm all alone with the stars above, you are the one I love"
Read More »»»

Sunday, December 16, 2012

Good Book, Great Movie ?

10 tahun terakhir, kebangkitan dunia perfilman Indonesia semakin menunjukkan pertumbuhan positif diukur dari jumlah produksinya. Soal kualitas ? Film - film horor dengan sentuhan adegan vulgar masih menjadi primadona. Sedih memang melihat tema dan judul film yang semakin ajaib dan terasa tidak masuk akal. Apa mau dikata, produksi akan tetap berjalan selama dianggap mendatangkan peminat dan keuntungan. Intelektualitas ? Moral bangsa ?  Kedua kata ini tidak ada dalam kamus dan orientasi para produser yang hanya ingin mengeruk Rupiah..

Terlepas dalam permasalahan itu, salah satu fenomena baru dalam film nasional adalah kisah yang diangkat dari buku yang terinpirasi kisah nyata. Seingat saya, Laskar Pelangi yang menjadi pioneer. Film ini tidak hanya sukses secara komersial dan festival, namun juga mendorong "booming" kunjungan wisata ke Belitung.

Sepanjang 2012 ini, ada dua novel based-on-a-true-story yang sukses di layar lebar dan masuk kategori harus tonton. Satu persamaan, kedua novel tersebut adalah karangan dua penulis muda baru dengan tema yang sedikit banyak terkait dengan petualangan dan mimpi. Sebuah tema yang senantiasa punya tempat tersendiri di perpustakaan saya. Let's, check this out..

Negeri 5 Menara

Buku ini merupakan judul pertama dari rangkaian trilogi karya A. Fuadi yang menceritakan kisah penulis selama menuntut ilmu di Pondok Madani. Konflik muncul dari benturan cita - cita pribadi dan kehendak orang tua yang terus dibangun dalam kebimbangan hati akan pilihan yang telah diambil. 

Agar tidak jemu ketika dibaca, kisah humor dan keluguan lokal para tokoh disisipkan menyatu tanpa menimbulkan kesan hanya tempelan. Meskipun beberapa bagian menurut saya terlalu didramatisir, pembaca akan memakluminya.. Penulis berhasil mengubah wacana pembaca mengenai kehidupan pesantren modern yang jauh dari kesan kuno selama ini..

Film Negeri 5 Menara rilis beberapa bulan setelah terbitnya buku kedua, Ranah 3 Warna. Benang merah yang dijalin diantara keduanya membuat ekspektasi saya terhadap film ini cukup tinggi. Casting penuh pendatang baru terbilang cukup berani dan beresiko. Ibarat kertas polos, wajah baru memudahkan pemunculan karakter yang diinginkan tanpa terkontaminasi dengan peran dan image sebelumnya di benak penonton. Kekakuan akting yang terkadang muncul malah semakin mendukung karakter yang ingin dibangun karena tertolong dengan sifat tokoh utamanya yang memang sedikit kikuk.. Ha3x.. Kehadiran artis pendukung yang sudah punya jam terbang menjadi penawar akting dan memberikan daya tarik secara komersial.

Overall, film ini mampu menterjemahkan seluruh kisah dalam cerita ini dengan baik. Penulis skenario dan editor cukup cerdas dalam memilih cerita mana yang harus diambil sehingga bisa ditampilkan dalam durasi terbatas. Dengan pemotongan beberapa bagian buku, alur cerita mengalir sesuai bukunya. Tambahan beberapa plot dan adegan untuk keperluan artistik maupun komersial juga masih dalam taraf wajar, termasuk hadirnya sang penulis sebagai cameo.. Narsis juga.. Ha3x..Satu yang mengganggu, soundtrack utama film terasa dipaksakan untuk menjadi bagian dari alur cerita. Tidak nyambung....

"Bila cintaku ini salah, hatiku tetap untukmu. Namun kenyataannya parah, dirimu tak pernah untukku..." (Galau, Yovie & Nuno)

Selain menunggu buku terakhir dari rangkaian triloginya, saya menunggu film dari buku kedua. Seperti kita ketahui, Sang Pemimpi yang merupakan film kedua dari trilogi Laskar Pelangi tidak berhasil mengikuti kesuksesan film pertamanya. Bagaimana dengan Ranah 3 Warna ? We'll see...

5 cm 

Selain mengangkat arti persahabatan, karya DD (Donny Dhirgantoro) ini memberikan inspirasi untuk lebih mencintai negeri ini dengan lebih mengenalnya, seperti tulisan saya sebelumnya di SINI. Satu yang lupa saya tulis, buku ini cukup banyak mengambil petikan lagu populer yang menghiasi beberapa bagian cerita. Selain keindahan Mahameru, pembaca pasti akan selalu teringat dengan taglinenya.

"Setiap kamu punya mimpi, keinginan, atau cita - cita. Letakkan di depan kening kamu, jangan menempel, biarkan dia menggantung, mengambang 5 cm di depan kening kamu. Jadi dia tidak akan pernah lepas dari mata kamu"

Pemutaran perdana film ini dilakukan pada tanggal yang cukup bersejarah 12 Desember 2012 (12-12-12), tujuh tahun lebih dari cetakan pertama bukunya. Pemilihan casting dari pemeran profesional menjadi daya tarik tersendiri untuk menjaring penonton. Namun, tokoh utama yang banyak (5 orang) menyulitkan penggambaran karakter secara mendalam. Untungnya, kisah utama tentang persahabatan itu mampu dibangun dengan baik dan tidak berlebihan.

Bagi yang sudah membaca novelnya, editing cerita juga terasa tidak semulus di buku. Konflik dan klimaks yang cukup baik didramatisasi dalam buku malah terasa datar ketika di filmnya.. Plot cerita yang cepat menimbulkan kesan alur yang terburu - buru, dimana beberapa adegan penuh makna di novel yang tidak diangkat. Salut untuk soundtrack film yang digarap oleh Nidji, pas dan sangat baik mendukung keseluruhan cerita.
------------------------------

Di akhir tahun ini, satu buku best seller lain yang didasari kisah nyata juga difilmkan, Ainun & Habibie. Selain itu, ada beberapa film nasional 2012 yang dibuat berdasarkan novel fiksi semacam Perahu Kertas dan Bidadari - Bidadari Surga. Namun, saya menunggu film berdasarkan novel fiksi semacam trilogi Dan Brown. Jika diminta memilih, Rahasia Medee pasti mantab jika di filmkan.. So, apa pilihanmu ?
Read More »»»

Saturday, November 17, 2012

Jeepney, Jollibee, Jakarta..

Negara mana di kawasan Asia Tenggara yang dua tahun berturut - turut ini mampu menembus 5 besar Ajang Miss Universe?  Pasti banyak yang menduga Thailand yang terkenal dengan lady boy-nya. Kalo yang "KW" saja cantik, pasti yang "original" jauh lebih cantik. Faktanya, perwakilan Filipina lah yang berhasil menyaingi dominasi Latinas, sebutan para wanita Amerika Selatan yang konon bayangannya saja sexy.. 
-------------------------------------------

Lupakan urusan kontes, pesona negara yang terdiri dari 7.107 pulai ini jauh lebih mempesona. Saat ini, potensi pariwisata Filipina mulai menanjak seiring dengan promosi dan akses yang semakin mudah. Pelancong tentu tak asing lagi dengan Boracay yang konon seindah Bali, Puerto Princessa yang booming saat pemilihan 7 Wonders of Nature, Balut -makanan khas yang menantang nyali, atau bahkan gerakan separatis muslim di Mindanao.

Liburan hari raya kurban lalu, saya menjajal petualangan di negeri yang pernah dikuasai diktator Ferdinand Marcos ini. Dalam 3 hari 2 malam, saya habiskan dengan eksplorasi fokus di ibu kotanya saja, Manila. Rizal Park, Inframuros, Mall of Asia, dan City Hall adalah spot yang sempat saya singaghi. So, bagaimana kesan saya ?


Easy Access ??

Pesawat Airbus A320 dari Kuala Lumpur yang membawa saya mendarat di Diosdado Macapacal Airport di Clark pada siang hari. Waktu di Manila menggunakan Philippine Times yang notabene sama dengan Waktu Indonesia Tengah (WITA). Bandara ini terletak di sebelah utara Luzon, pulau terbesar di negara yang ikut memprakarsai pendirian ASEAN ini. Jarak menuju ibukota Manila cukup jauh dengan waktu tempuh 2 jam perjalanan darat. Di Manila sendiri terdapat bandara yang lebih besar, Ninoy Aquino International Airport, yang hanya berjarak 20 menit dari downtown,

Jeepney from Jeepney
Perjalanan dari Clark (begitu bandara ini sering disebut -red) di Pampanga menuju Kota Metro Manila, saya tempuh dengan nyaman dalam bus bandara. Bus bandara akan berangkat tanpa menunggu penumpang penuh dengan destinasi akhir di Manila. Ketika membeli karcis, kita harus menyebutkan tujuan dengan jelas. Hal ini dikarenakan harga karcis dikenakan sesuai dengan jarak.  Saya dikenai tarif 50 PHP lebih mahal daripada aslinya karena dicharge untuk pemberhentian terakhir. (Note: di Manila terdapat tiga halte yaitu Cubao, Megamall, Pasay).

Hal paling penting bagi wisatawan asing, Filipina tidak memiliki terminal pusat untuk bus umum (seperti Kampung Rambutan atau Purabaya-red). Setiap bus akan berhenti di terminal/garasi mereka sendiri (layaknya Rosalia Indah atau Safari Dharma Raya -red). Jadi, kita harus memastikan telah menunggu bus yang benar di terminal yang tepat pula agar tidak salah jurusan, terutama ketika kembali ke bandara. (Tips: Kalau mau hemat, silahkan menaiki bus Resort World Manila. Free, cukup berikan honor sukarela kepada drivernya.. Hex..).

Saya berpikir transportasi publik di Manila sudah cukup baik karena memiliki MRT. Namun, jangkauan moda ini masih sangat terbatas dan kereta yang digunakan tidak secepat di Singapore atau Kuala Lumpur. Pada jam - jam sibuk, MRT penuh sesak menyerupai KRL Jabodetabek (saya tidak sempat mencoba, susah sekali mencari stasiunnya -red).

Moda transportasi primadona negara ini apalagi kalo bukan Jeepney. Mobil bekas perang yang bagian belakangnya disulap untuk penumpang dengan posisi duduk di sisi kanan dan kiri sehingga berhadapan. Tak hanya mengangkut penumpang, saya pernah menyaksikan sebuah  jeepney yang disulap untuk mengangkat 3 ekor babi gemuk.. Ha3x..

Sebenanya, ada satu lagi moda transportasi yang layak di coba, Pasig River. Permasalahannnya, selain susah bangat ditemukan, moda satu ini hanya beroperasi di pagi dan sore hari. Pembangungannya mungkin memang ditujukan untuk keperluan wisata saja.

Local Food

Obsesi kuline terbesar saya adalah mencoba Balut, makanan lokal berbahan dasar embrio ayam atau bebek yang dimasak dengan direbus. Sekilas terkesan menjijikan, namun konon rasanya seperti diguna - guna. Ha3.. Seingat saya, masayarakat Jawa-pun memiliki makanan sejenis yang disebut "Uritan".

Sayangnya, keinginan ini hanya berbalas mimpi. Saya tidak menemukan sama sekali tempat yang menjajakan makanan ini (maklum, saya sendiri menghindari penjual makanan yang terkesan jorok -red).

Alhasil, wisata kuliner saya sebagian besar dihabiskan dengan menyantap Jollibee. Karena baru menemukan di Manila, saya pikir restoran cepat saji ini made in Phillipines. Tak dinyana, franchisornya tetap saja dari Paman Sam. Brrrr.... Beberapa makanan di kedal lokal dinamai cukup unik bagi telinga saya, Bagong, Sisig dan banyak lagi. Saya urung mencoba karena bahan dasarnya mengandung daging. Meski menyedikan daging non babi, saya memilih menyantap menu vegetarian saja..

Bad Season.

Bulan Oktober memang saat yang tidak tepat untuk mengunjungi negara ini. Selain sudah memasuki musim hujan, letak geografisnya yang menghadap Samudera Pasifik sangat berisiko adanya badai. Mei - Juli adalah periode paling tepat untuk berkunjung. Selain terhindar dari hujan dan badai, festival dan acara besar banyak digelar di kesempatan ini. Perlu diperhatikan bahwa dalam kondisi hujan, kondisi jalanan di Manila cenderung tergenang dan dikhawatirkan berpotensi banjir. Permasalahan yang sama dengan ibukota negara kita, Jakarta...


Samsey Supsup (3th runner up Miss Universe 2011) & Venus Raj (4th runner up Miss Universe 2010) - sumber : Google
"No one ever saw me like you do, all the things that I could add up too. I never knew just what a smile was worth, but your eyes see everything without a single word". Lagu manis penyanyi Filipina ini menemani akhir perjalanan saya. Meskipun sedikit berantakan, traveling kali ini tetap penuh kejutan dan pengalaman...
Read More »»»

Monday, October 15, 2012

2012 F1 Singapore GP : Bukan Balapan Biasa

Urusan menarik wisatawan, negara kota satu ini memang jagonya. Karena sadar keindahan alam dan budaya yang dimiliki kalah jauh dibanding negara tetangganya, Singapura menyajikan daya tarik pariwisatanya secara lain. Pesona belanja, wahana wisata, dan berbagai pertunjukan kelas dunia merupakan magnet yang mampu menyedot jutaan pengunjung setiap tahunnya. Salah satunya tentu saja Grand Prix Formula 1 Singapore.

Bagaimana rasanya nonton pertandingan balap F1?? Kalau ditanyakan kepada saya, membosankanlah jawabannya. Saya bingung bagaimana menikmati jet darat yang dipacu dengan kecepatan 300 km/jam lebih ? Hanya bising dan kelebatan mobilnya saya yang dapat ditangkap indra.. Terlebih lagi, saya bukan penggemar kompetisi adu kecepatan kendaraan bermotor seperti ini. Saya menyukai adrenaline (cius), tapi apa enaknya melihat orang lain yang berpacu dengan adrenaline coba ? #alasan orang sirik.. Ha3x.. Tapi, untuk balapan satu ini saya rela merogoh kocek agak dalam dan menghabiskan 2 hari jatah cuti... Hiks - hiks..

#. Best Deal

Dibandingkan race lainnya yang dekat dengan Indonesia, Grand Prix F1 Petronas di Sirkuit Sepang, penyelenggaraan di negeri singa ini punya beberapa keunggulan. Pertama, lokasinya ditengah kota sehingga mudah dijangkau. Irit waktu dan tentu saja biaya.. Asalkan kita teliti membaca jenis tiket yang kita punya untuk menentukan pintu masuk, area yang boleh didatangi dan pintu keluar yang sesuai. Maklum, sirkuitnya kan jalan raya yang disulap jadi arena balap, bacalah sebelum salah melangkah.. He3x..

Keuntungan lain, sebagai salah satu pioner seri night race, semua kegiatan mulai latihan, kualifikasi dan race diadakan setelah hari petang. Selain tidak panas, kita masih bisa santai dan jalan - jalan dulu ke obyek wisata lain di siang hari. Meskipun, beberapa destinasi ditutup karena menjadi ornamen pelengkap dalam pelaksanaan acara ini. Misalnya, Singapore Flyer yang menjadi menu gratis bagi pembeli tiket kelas tertentu... Sialan...

Paling utama, panitia benar - benar mampu membuat perlombaan ini menjadi lebih bernuansa hiburan dan bisa dinikmati oleh semua jenis penonton, baik penggila F1 maupun orang galau yang sekedar ingin tahu. One stop entertainment lah. Parade dance on the street, panggung perjunjukan musik, hawker centre dadakan, dan tentunya puluhan stand merchandise yang menggoda kantong #yang kantongnya tebel. Bahkan panitia tanggap menyediakan safety kit buat pengunjung berisi ear plug dan jas hujan #tidak gratis tapinya..

Tahun 2012 ini, pengunjung cukup beruntung disambangi oleh dua artis internasional yang lagi happening, Maroon 5 dan Katy Perry. Artis pendukung lainnya juga tak kalah istimewa, Jay Chou, Noel Gallagher, dan Bananarama yang mengisi panggung utama, serta banyak musisi lain yang menghiasi beberapa panggung di masing - masing zona penonton. Pengunjung dengan tiket kasta terendah pun bakalan tak bisa menikmati semua suguhan hiburan tersbut karena saking banyaknya. Pelajarilah jadwal dengan teliti dan buat itenerary kalo tak ingin ketinggalan salah satu acara yang diinginkan..


#. Low Cost

Tanpa adanya event internasional pun, Singapura adalah negara yang mahal. Tapi, dimana ada kemahalan disitu ada cara penghematan.. Yah, minimal menekan semampu kita, gak enak juga rasanya kalo terlalu membatasi budget.. He3x..

  • Pilih tiket sesuai kebutuhan. Kalo sekedar ingin lihat konsernya dan balapan hanya sebagai bonus, Zona4 Walkabout sudah cukup. Mau melihat race dengan nikmat ? Bijaksanalah memilih jenis Grandstand yang tersebar dalam berbagai titik: Padang, Waterfront, Bayfront, Esplanade, Stamford, dll. Untuk yang pengen melihat pergantian pit stop, ketemu pembalap, atau mencoba mobil F1, silahkan saja beli tiket eksklusif yang disediakan panitia. Tentu saja, harganya menyesuaikan...  



  • Download dan pelajari peta sirkuit. Peta ini bermanfaat untuk menentukan penginapan dan akomodasi yang sesuai. Misalnya untuk Zona 4, lebih baik menginap sedekat mungkin dengan MRT City Hall dimana Gate 3 berada. Hemat MRT dan pintu masuk ini lebih dekat ke Padang Stage tempat konser utama. 
  • Fisik prima sangat dituntut, apalagi jika membeli tiket 3-Day pass. Bayangkan, gate mulai dibuka jam 2.30 p.m dan konser utama sebagai penutup akan berakhir tengah malam setiap harinya. Cuaca panas di siang hari, angin malam yang dingin, dan hawa perubahan musim akan mengobrak-abrik fisik.. Wuihh....
  • Makanan dan minuman yang disjajakan juga tak ramah dollar, sangat mahal. Air mineral termurah adalah 3 SGD, jangan tanya untuk makanan.. Gilaaa.. So, kenyangkan perut anda sebelum memasuki wahana. Cerdiklah sedikit dengan menyelundupkan makanan dan minuman dari luar, jika anda cerdas pasti tahu caranya #ngajarinJelek.. Ha3x..

Di tengah meriahnya ajang satu ini, ada fenomena lain yang menggelitik. GP Singapore ternyata mendapatkan subsidi 60% dari pemerintah untuk perawatan jalan dan pembangunan infrastruktur lainnya. Sebelum berangkat, sempat beredar isu bahwa penyelenggaraan tahun ini adalah yang terakhir (kontrak 5 tahun hanya untuk 2008 - 2012). Kesepakatan baru dengan penyelenggara F1 hampir saja batal karena pemerintah meminta pengurangan subsidi. Namun, ternyata kepastian nasib event ini sudah ditentukan dalam kontrak baru untuk 5 tahun sampai dengan 2017.. Yah, padahal saya berharap bisa pindah ke negara kita ini #mimpi...

Tiket super early bird untuk seri 2013 sudah dimulai... Silahkan berburu ke www.singaporegp.sg 
Read More »»»

Thursday, September 13, 2012

Grooming!! Emansipasi Pria ??

Seperti diketahui, merawat diri sekarang bukan monopoli kaum hawa saja. Masyarakat sudah tidak aneh melihat pria bersolek diri di salon, memakai produk - produk kosmetik, termasuk mengikuti tren mode yang ada saat ini. Tuntutan pekerjaan, kebutuhan aktualisasi diri, meningkatkan percaya diri, memaksimalkan anugerah Tuhan, atau pengen eksis saja. Ha3x..

My Fav MakeUp
Fenomena cowok berhias ini sudah ada sejak dulu, orientasinya yang beda. Dulu, cowok merasa cukup merawat diri dengan mencukur rambut dan merapikan kumis. Paling mentok mengikuti tampilan idola seperti bergaya  rambut ala Duran - Duran (inget Lupus) atau sekedar menumbuhkan bulu dada ala Bang Haji (mau diterukan oleh si Ridho). Nah, sekarang tren itu yang bergeser dengan lebih menyeluruh, gak cukup head-to-toe, tapi lengkap ke accessories luar dan daleman juga. Ajibbbb...

Saya tak tahu faktor apa yang mempengaruhi "emansipasi pria" ini.  Entah globalisasi yang tidak lagi mengenal batas benua dan budaya, keberhasilan iklan dunia fashion, ataukah pengaruh dari industri hiburan. Secara di dunia gemerlap inilah tempat para public figure yang memulai  munculnya suatu trend, termasuk gaya penampilan cowok masa kini.

Peluang pasar ini tentu saja tak disia - siakan oleh dunia industri. Kosmetik cowok, salon pria, dan male fashion mulai berkemang bak cendawan di musim hujan. Entah itu murni muncul untuk kaum adam, atau hanya sebuah brand extension produk yang sudah ada untuk wanita. Sebagai konsumen, kita patut senang. Meskipun harganya termasuk mahal, minimal semakin banyak pilihan yang sesuai dengan kita. Keuntungan lain, tak ada lagi alasan malu untuk dandan,. kan memang ini kosmetik cowok #tepuk jidat..

Saya Gimana ?

Sebagai cowok, saya tidak alergi dengan namanya perawatan diri, asalkan masih sesuai dengan batasan dan kebutuhan saya. Di luar mandi dan gosok gigi minimal dua kali sehari (#kondisi normal), jadwal nyalon saya paling hanya potong rambut. Perawatan tambahan hanya saat menjelang momen khusus atau pas pengen saja (#lagi gak ada kerjaan atau kebetulan banyak duit. Xixixix). Itupun paling mentok facial, hair colouring, refleksi, dan creambath. Paling lama, saya milih complete body spa. Nyobain lah, masak ke Bali gak ngerasain ni perawatan yang terkenal seantero jagad. Hex..

Untuk perawatan tingkat lanjut yang lebih edyan, saya masih belum merasa perlu atau lebih nyaman untuk doing by myslef. Kalau sekedar potong kuku jari tangan dan kaki, sayang banget buang duit untuk meni pedi. Kalo kasus menjaga keputihan (maksudnya tetep putih he3x.. #pede banget), cukuplah sedia sunblock dan body lotion. Make-nya pun hanya dibagian luar pakaian, tidak ke seluruh tubuh. Berabe kan kalau telat kerja hanya karena kelamaan ngoles lotion.. Wakakaka... Be simple..

Pernah Jorok ?

Kalo dirumah jarang #berarti ngaku kalo pernah. Kalo di luar sering, apalagi kalo terkait traveling... Selain  hanya bawa alat dan bahan perawatan seadanya dan sangat terbatas  (#maklum, gak beli bagasi.), kondisi di lapangan seringkali uncontrolable. Kelayapan sampe larut malam, kecapekan, atau paling sering adalah tak ada waktu karena mengejar pesawat paling pagi #risiko tiket murah adalah jadwal yang kurang nyaman. Untuk yang terakhir ini, setidaknya saya pernah tiga kali tidak mandi dan begitu landing langsung  saja kuliah. Badan pegel, muka kucel, tapi tidak bau loh (#versi saya). Mohon dimaklumi, semalem terpaksa nginep di bandara...

Beda Budaya ?


Selain amenities standar (sabun, shampo, hand body, sikat & pasta gigi), tambahan lain yang saya bawa (#meski sering kelupaan) adalah sun block wajah, deodorant, dan minyak rambut. Terkadang, untuk traveling yang agak panjang, saya lengkapi dengan pencukur kumis dan cutton bud. Gak sampe gila seperti seorang teman yang  dibelain bawa pengering rambut, bahkan setrika.. Ha3x.. Untuk penerbangan internasional, semua barang tersebut harus dalam kemasan mini, maksimal 100 ml.. Sayang kan kalo bawa parfum mahal dan disita petugas (#sekali lagi karena tidak beli bagasi).. Saking mininya, seringkali barang tersebut habis di tengah pemakaian dan traveling belum kelar.. Nasib...

Dalam kacamata saya, merawat diri bagi cowok itu harus. Kebersihan sebagian dari iman. Asalkan jangan lebay dan tau sikon, baik itu tempat, waktu, maupun umur.. Jangan sampe telat boarding karena kelamaan dandan, menyia-nyiakan waktu dan teman karena mandi kelamaan (#korban antrian panjang shared bathroom). Kalo soal umur, semakin dewasa anda (#tua) akan semakin banyak perawatan yang dibutuhkan.. Gak percaya ?? Liat saja nanti..
Read More »»»

Thursday, August 30, 2012

Shopaholic Backpacker

Siapa yang tidak suka belanja ?? Pasti rugi banget orang itu #komporsetan.. Mungkin ada yang beralasan buang duit, boros, mending ditabung, sampai yang paling parah udah kebanyakan utang... Nah lo, kalau itu salah siapa, salah belanjanya ?

 
sumber : www.dreamstime.com
Mengunjungi pusat perbelanjaan iconik di suatu tempat terkadang menjadi bukti keberadaan kita pernah kesana. Belum afdol mengatakan pernah ke Kota Pahlawan kalo belum mampir TP (Tunjungan Plaza -red). #pemisalan untuk backpacker yang anak mall. Kalo yang suka jajan malam ya baru afdol kalo sudah menyambangi Dollywood, loh ?.

Bagi saya, belanja (atau hanya liat - liat tempat belanja) sudah menjadi menu wajib dalam itenerary. Susahnya kalo tempat yang kita kunjungi tidak mempunyai landmark belanja khusus. Ketika di Myanmar, kami baru menemukan mall ketika hari terakhir di Yangoon.  Disana, mall lebih mirip dengan toserba sederhana di Surabaya berisi supermarket yang memenuhi sebagian besar area, kios lokal, dan tentu saja kedai fast food.

Memang sih, namanya mall isinya sama, tapi pasti setiap tempat belanja ini punya ciri khas yang berbeda, entah tenant, makanan, dan detailnya. Kalo jeli, pasti dapat pelajaran tambahan mengenai budaya dan gaya masayarakat lokalnya (gaya ngemall maksudnya.. ha3x). Seperti itulah contoh mudahnya, kalo gak paham jangan salahkan kalimat saya, salahkan kemampuan anda.. Kaboorr..

Bagi seorang backpacker, belanja masuk dalam kategori terbatas atau bahkan beberapa mengharamkan. Hmmm.. Untuk tiket, akomodasi, dan makan saja sangat dihemat, mana mungkin bisa belanja.. Kalo ini saya setuju, menghemat biaya jalan - jalan itu wajib hukumnya (menurut versi masing - masing), tapi menghilangkan kenikmatan belanja itu yang saya menentang... Banyak jalan menuju Roma, banyak jalan untuk tetap bisa belanja...

Belanja Gak Harus Mahal

Bagi seorang shopaholic, menahan belanja bisa bikin jerawat, insomnia, atau malah penyesalan seumur hidup. Gak asyik kan kalo sepulang liburan malah kepikiran sesuatu yang batal di beli, seperti makan tapi gak sempat minum, seperti menyatakan cinta dan ditolak. Serett, pahittt...

Mall di Yangoon
Kalo menginginkan sesuatu, hajar saja toh uang punya anda. Eits, tapi yang terpenting adalah tahu diri, alias liat kemampuan dompet kita. Kalo tau duit cekak jangan sok belanja di Billabong,, cukup ke BaliBong. Gak perlu gengsi dan sok..

Apabila masuk dalam golongan orang yang tidak tahan godaan seperti saya, tindakan pencegahan yang cerdas harus dikondisikan. Contoh sederhana: selalu membiasakan membawa uang liburan dalam jumlah pas - pasan, jangan berlama - lama di area belanja, bawa tas sekecil mungkin, dan jangan booking bagasi (#tapi saya jebol juga, diskon credit card sialan.. )

Untuk memenuhi dahaga belanja, segera beli sesuatu yang unik dan terjangkau. Wisata kuliner, souvenir lokal atau pernak - pernik murah meriah namun membangkitkan kenangan akan suatu tempat yang dikunjungi layak dimasukkan dalam list. Paling sering saya beli kaos, usable untuk narsis serta aman di kantong, risikonya paling lemari kita jadi penuh... Yang penting tidak ada hutang yang mengganjal hasrat..

Cara lebih jitu, jadikan acara mencari oleh - oleh itu sebagai pemenuhan gizi belanja. Lumayan kan, belanja terpuaskan, amal bertambah, dan orang lain ikut senang. Parahnya, terkadang oleh - oleh itu batal diberikan karena kita terlanjur sayang sama barangnya.. Kalo saya, ngasih oleh - oleh kalo ada barang belanjaan yang rasanya gak bakal kepake. Ha3x.. Kecuali untuk beberapa orang yang memang harus dan wajib kita kasih buah tangan.. (#yang pernah dapat oleh - oleh dari saya dilarang marah)

Belanja Harus Pake Prioritas

Mengunjungi tempat baru, selalu muncul banyak alasan setan menghasut boros belanja. Sayang cuma datang sekali, masak kesini gak nyobain sich, gak apalah sekali kali, kasihan itu penjualnya, percuma kerja keras dan duit banyak kalo harus puasa belanja #sombong.

http://jeffreyhill.typepad.com
Kalo sedang tergoda, ingatlah beberapa hal berikut yang membantu meredam shophorny sesaat itu. Pertama, kita pasti sudah mati2an mengejar tiket promo setahun sebelumnya, memangkas biaya akomodasi dengan menginap di kamar dormitory hostel, dan banyak pengorbanan lain. Sia - sia kan kalo ternyata pengeluaran membengkak karena kalap mata untuk belanja..

Berikutnya, saya percaya jika ada suatu urusan yang belum selesai di suatu tempat, suatu saat kita mungkin akan bisa kesana lagi #gak masuk akal? ini alasan saya, dilarang protes. He3x...  Buktinya ada tardisi lempar koin di Love Fountain karena katanya berkhasiat mampu membawa kembali kesana.

Paling utama, banyak tempat indah dan beragam petualangan seru lain yang menanti, so hematlah sekarang untuk jalan  - jalan selanjutnya.. Lebih baik nabung ke Eropa, daripada duit diabisin buat belanja  baju di Singapura. Kerenan juga make kaos Pasar Turi tapi berfoto di depan Menara  Eiffel daripada make Lacoste tapi cuma eksis di KBS. Alasan nyata, kita tak beli bagasi, so bawa semampunya. Daripada bayar bagasi yang dimahalin di akhir, mending beli nasi lemak di pesawat. Ha3x..

Belanja saat traveling memang tidak ada salahnya. Jangan ditahan, lakukan dengan bijak dan tentu saja sesuai kemampuan. Semakin banyak pengematan anggaran, semakin banyak kesempatan  lain untuk jalan - jalan...
Read More »»»

Tuesday, July 31, 2012

PLUSH : Inspirasi Kreasi

Dulu, saya menganggap pekerjaan dan passion itu memang bagai minyak dan air, susah disatukan. Memang sih, ada beberapa orang beruntung yang bisa bekerja sesuai dengan passion-nya. Paling banyak diantara golongan orang ini adalah para enterpreneur yang mampu menikmati hidup. Walaupun menjadi wirausaha semacam ini menuntut tanggung jawab dan totalitas penuh, mereka membuat saya iri dengan kemandirian dan kemerdekaan sepenuhnya. Bebas itu nyata....


Dalam buku ini, Mas Pras akan membagikan ilmunya tentang panduan kreasi dan bisnis, khususnya dalam hal plush crafting  (produk kain yang dibentuk dan diiisi sehingga empuk). Selain memberikan pengetahuan tentang analisa bisnis, siasat menciptakan brand, dan trik menaklukan pasar handmade, penulis tak segan membagi rahasia dapur usahanya dalam tutorial produknya.. Wah, inilah jiwa seorang crafter sejati yang tidak takut produknya akan ditiru, karena dia pasti akan mampu menghasilkan produk lain yang lebih baik..
 
Inspirasi

Membaca buku ini, kita tak hanya akan menemukan arti perjuangan, idealisme, dan kerja keras demi sebuah passion. Lebih dari itu, kita juga disuguhi sebuah filosofi hidup. Bagaimana sebuah produk kerajinan ternyata memiliki sebuah makna dan pesan mendalam yang disisipkan oleh pembuatnya.. Ternyata sebuah kerajinan pun bisa menjadi wadah penyampaian pikiran dan nilai kepada sesama... Sesuatu yang tidak saya sadari sebelumnya...

Memang, selesai membaca buku ini kita tak akan langsung menjadi seorang crafter sejati. Bagaimanapun, penulis telah melalui perjalanan berliku sampai dengan posisi sekarang yang sukses, menerbitkan buku dan mampu menginspirasi banyak orang. Namun, buku ini akan memberikan sebuah sudut pandang lain bahwa kesuksesan dapat berawal dari sebuah kesederhanaan yang dibungkus kesungguhan..

Bagaimana dengan kita ?? So, jangan ragu untuk berkreasi...


Bukankah hidup itu juga perjalanan. Beberapa menjalaninya ala wisata mewah tanpa makna. Beberapa menjalaninya ala backpacker yang makin kaya dengan makna kehidupan.
Bagaimana denganmu ? (Paulus Phoek)

Thx to Mas Pras untuk sharingnya selama ini... Jangan pernah berhenti berkreasi dan menginspirasi...
Read More »»»

Monday, June 25, 2012

Again....

Seandainya waktu bisa diputar, saya ingin kembali ke minggu lalu dan membatalkan rencana training saya ke Bali. Bukannya bermaksud untuk menolak takdir indah yang telah digariskanNya.. Sebagai seorang manusia, saya merasa takut dan merasa berat untuk berjalan ke depan setelah peristiwa ini..

Perjalanan bisnis kali ini, saya anggap sebagai perjalanan kantor biasa dengan kesempatan untuk berlibur sekaligus. Bali, tujuan wisata dengan sejuta pesona yang mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk menyambanginya. Awalnya, saya hanya berencana untuk menikmati pantai, air laut dan sedikit belanja tentunya. 

Secara umum perjalana bisnis kali ini adalah boring. Training yang dipadatkan tak membuat sisa hari lebih baik. Mau gimana, semua berbeda selera dan keinginan. Tapi, sebagai seoarang backpacker, saya sudah terbiasa menikmati hal seperti ini. Caranya ? Nikmati segalanya dengan cara kita.. Ha3x.. Alhasil, saya bisa mencoba parasailing di Tanjung Benoa, ngeluyur gak jelas sekitar hotel di Seminyak, motret - motret geje di GWK, diner di Jimbaran, sholat Jumat di Bedugul, dan nongkrong bebas di Kuta..

Hari ketiga, saya memilih untuk memisahkan diri dari rombongan. Karena provider hanya menanggung hotel kami sampai hari kedua, saya memutuskan untuk pindah ke kawasan Kuta. Hari terakhir disini, saya tidak ingin kehilangan momen pribadi. Inilah awal dari segala perasaan gundah gelisah saya saat ini... :p

Berawal dari sebuah jejaring sosial di internet, kami mambuat janjian untuk ketemu. Mungkin hanya 1 jam kami berkomunikasi, tapi entahlah kenapa saya merasa kehilangan ketika harus melepasnya pergi. Beberapa bagian dirinya memang mengingatkan saya pada seseorang sebelum ini. Orang akan berkata mungkin ini masih bayang - bayang pelarian, tapi saya mempunyai alibi memang seperti inilah type saya. Waktulah yang akan menjawabnya..

Saya merasa bahagia sekaligus sedih, kuat dan lemah bersamaan, serta gabungan yakin dan ragu. Bahagia entah karena apa, sedih juga entah mengapa. Kuat karena saya yakin ada orang lain yang mungkin diciptakan untuk saya, lemah karena saya ragu apakah mampu memperjuangkannya... 

Saat ini, saya merasa kembali ke kehidupan normal dimana ingin membagi waktu dengan seseorang dan tak terlalu bernafsu untuk traveling. Satu - satunya tempat yang ingin didatangi dengan segera hanya Kuta, Kuta dan Kuta..
 
How is it possible to feel so much for a stranger ? Love has no limits, no color, no time.
Read More »»»

Sunday, June 24, 2012

My Best Friend Wedding..


Akhirnya, salah satu teman, partner, sahabat dan sodara saya melabuhkan hati pada pilihannya. Sabtu, 16 Juni 2012 kemarin telah diikrarkan ijab suci dilanjut resepsi perayaan pernikahannya. Satu keberuntungan bahwa dia mendapatkan pasangan yang juga teman baik kami. Minimal, kita masih bisa hang-out dan melakukan kegilaan bersama.. Ha3x..

Bukannya saya mau membeda-bedakan teman, tapi memang bisa dibilang persahabatan kami ini yang tak lekang oleh waktu. Saya punya banyak sahabat baik yang masih terjaga silaturahmi -nya sampai dengan sekarang. Special, memang yang satu ini banyak kenangan dan cerita manis, kecut atau bahkan pahit.

Friendship Never End by Time

Aktivitas, hoby dan gaya hidup kami boleh dibilang bertolak belakang. Namun banyak keseruan jika kami ada dalam suatu forum, yang mirip Desta ketemu Vincent, Indra Bekti  gabung Indy Barens, atau Ateng cs Ishak modern lah.. (asal jangan disamakan dengan Anang & Ashanty saja.. Ha3x..)




Meski jujur, ada aroma persaingan dalam pertemanan ini. Saya masih ingat pertanyaan "Perasaan kamu gak rajin banget, tapi kok IP-mu lebih tinggi".. Ha3x.. Wajar lah, namanya manusia kan pasti ada sedikit iri, tapi itu kami ubah sebagai pemacu untuk lebih baik lagi. Saya juga pernah sepeti itu "IP saya lebih tinggi, kok kerjaan dia lebih bagus".

Dia pernah marah besar karena ada guyonan saya yang kelewatan jaman kuliah dulu. Maaf sobat, saat itu saya hanya bermaksud candaan. Saya yang emosian juga pernah ngamuk sih, perkara sepele benarnya. Tapi, kami belajar dari kejadian seperti ini. Belajar mengerti batas masing - masing, toh kami memang dua orang dengan pribadi dan privasi berbeda..

Awesome Moment..

Banyak kejadian yang amazing dalam perjalanan pertemanan kami. Salah satunya masalah pakerjaan. Selepas kuliah, sahabat saya bekerja di sebua perusahaan dengan posisi yang dulu pernah saya tolak. Begini ceritanya, saya dulu keterima di 3 pekerjaan secara bersamaan. Ketiganya gak ada yang wah sih, namun saya memutuskan untuk memilih ke Cilegon, lebih karena kesempatan belajar yang lebih banyak. Nah, ternyata beberapa saat berikutnya, salah satu posisi yang tidak saya pilih itu ditempati oleh sahabat saya.

Selang beberapa bulan sahabat saya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di Gresik. Eh, tidak berapa lama (1 bulan), saya sudah tahap akhir untuk tes rekrutmen dengan penempatan di kota itu.  Kami  sudah saling kontak dan berharap dapat bekerja di kota yang sama. Namun, karena suatu masalah, saya sudah mengabarkan bahwa rencana kita untuk kumpul di satu kota batal. Yup, saya kemungkinan gagal. (karena surat panggilan medical check-up yang terlambat datang). Tapi, rencana dan keajaibanNya berkata lain, saya keterima.. Senang karena dapat pekerjaan yang dulu saya idam-idamkan. Lebih senang lagi, saya punya sahabat terbaik disana.. Ha3x...

Intinya, congratz untuk Rully dan Eka. Selamat menempuh hidup baru untuk kalian. Akhirnya kisah 3 tahun ini bisa berakhir dengan indah pada waktunya. Hmmm, semoga tidak berarti makin menipis lagi teman jalan dan hang outnya.. Hmmmm....

“I would rather walk with a friend in the dark, than alone in the light.” ― Helen Keller
Read More »»»

Tuesday, June 05, 2012

Born This Way Ball

3 bulan lalu saat memutuskan beli tiket konsernya, saya hanya membayangkan psebuah konser besar yang seru di Stadion terbesar untuk pertama kalinya. Semangat sekali rasanya, bayangkan saja 50 ribu lebih orang bakal hadir dengan berbagai gaya dan persiapan.. Wowww.. Saya sudah tidak sabar...



sumber : www.kapanlagi.com

Gaga Olala....

Setelah menunggu sekian lama dan semua persiapan sudah kelar, ternyata semua sirna belaka. Ha3x. Padahal tiket penerbangan pp sudah di booking, rencana mampir ke Cilegon kelar disusun, dan bahkan bolos kuliah pun sudah diatur. Sekarang tinggal lagu - lagu download-an lengkap dengan liriknya yang menjadi saksi bisu (maklum tiket konser kan dikembalikan untuk refund red-) 

Kontroversi dan penolakan konser muncul dua minggu sebelum acara, Pengumbat aurat, pendukung homoseksual, bahkan pemuja setan adalah label yang diberikan kepada Mother Monster. Memang,  pro dan kontra dalam sebuah iklim demokrasi adalah hal biasa. Tapi, apakah perlu semua mesti pakai kekerasan (ancaman saya definiskan sebagai kekerasan psikologis). Kenapa beberapa pihak harus merasa paling benar dan paling tahu apa yang terbaik. Apakah tidak ada kompromi ? Tanya Kenapa...

Kondisi semakin parah ketika pihak kepolisian tidak mau memberikan rekomendasi dengan alasan sok moralis. Ah, marilah kita tengok. Lokalisasi, perjudian dan segala macam penyakit moral menjadi tanggung jawab siapa ? Okelah tanggung jawab moral kita sebagai manusia, tapi apakah tanggung jawab institusi kepolisian... Buktikan....

Bicara minus plus, semua pendapat pasti punya sudut pandang yang berbeda. Bagi saya, Gaga hanya selebritis yang ingin berkarya dan menunjukkan eksistensi. Kontroversi dan sensasi sudah jamak dalam bisnis semacam itu. Kalaupun benar dia seburuk apa yang dikatakan para penentang, trus mau apa ? Tanpa konser sekalipun, pengaruh Gaga akan hadir melalui media lain. 

Paling memalukan, tontonan ini pastinya telah dinikmati oleh semua penduduk dunia. Seandainya penolakan itu dilakukan dengan tegas dan alasan jelas, pasti kita semua bisa berbangga.  Tunjukkan bahwa kita menghargai karya dan budaya lain, tapi tegaskan bahwa kami juga punya budaya dan aturan yang harus dipatuhi dan dihargai. Sayangnya, pembatalan oleh manajemen artis dengan alasan potensi gangguan keamanan hanya semakin memperpuruk pandangan terhadap negara ini...
Hmmmm..

Don't be a drag, just be a queen. Whether you're broke or evergreen
Read More »»»

Sunday, June 03, 2012

One Night, One Stage : NKOTBSB


Akhirnya, konser ini berhasil diselenggarakan secara sukses. Di tengah kabar menyesakkan tentang batalnya konser Lady Gaga (saya sudah beli tiketnya juga -red), konser ini menjadi sebuah pertunjukkan nostalgia yang apik. Pada masanya, kedua boyband ini mempunyai tempat tersendiri di industri musik. Hal ini terbukti dengan pencapaian  penjualan rekaman dan prestasi di tangga lagu di berbagai negara, khususnya US dan UK.

Namun, mungkin sudah menjadi kutukan boyband, keberhasilan mereka seringkali dicibir. Mulai tidak bisa bernyanyi, mengandalkan tampan, merusak industri musik dan sejumlah stereotype negatif lainnya. NKOTB pernah dihujat habis-habisan karena lipsync dan menggunakan backing vocal saat pertunjukkan. Bahkan, saya masih ingat betul, Jamiroquai memenggal kepala patung yang di wajahnya ditempeli foto personel Backstreet Boys saat pagelaran Woodstock 1999 lalu..

Awalnya, sada dapat info rencana konser gabungan ini sejak bulan Februari lalu.  Saat  pembukaan penjualan online, saya langsung ikut berebut tanpa pikir panjang. Maklum saja, saat online presale  (Desember 2011) dan penjualan offline di Jakarta (Januari), tiket langsung sold out. Tak mau kehabisan, saya langsung membuat account Raja Karcis dan bersiap di antrian online pertama. Ketika pembayaran kartu kredit gagal, saya segera berpindah melalui cara virtual account. Akhirnya, tiket saya dapatkan setelah beberapa hari menunggu verifikasi pembayaran, hadeww ribet emang.. (Ditambah, voucher ini harus saya tukarkan dengan tiket di outlet Raja Karcis Jakarta atau langsung di venue.

The Venue & The Fans

Berlian Entertainment selaku promotor memilih Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol sebagai lokasi. Dari hasil browsing, tempat ini adalah venue indoor dengan kapasitas terbesar di Asia Tenggara, mampu menampuang 20,000 pengunjung.

Sayangnya, tempat ini sebenarnya belum selesai dibangun dan masih dalam tahap penyelesaian akhir. Lantai sebagian besar belum terpasangi ubin keramik, atap belum di cat, interior masih belum maksimal dan masih terlihat beberapa pekerja yang lembur. Kesannya, menjadi sedikit dipaksakan. Meskipun, beberapa konser besar lainnya, Dream Theatre dan Roxette sudah lebih dulu digelar disini. Pengelola yang tidak mau rugi untuk segera mendapat pemasukan atau memang karena belum ada venue lain yang representatif..

Satu lagi sedikit ganjalan adalah mengenai harga tiket pertunjukkan. Mahallll... Penyelenggara memang benar - benar mengetahui target pasar konser ini. Siapa lagi kalau bukan penggemar mereka yang saat ini telah sukses menjadi para eksekutif muda / tua yang dianggap punya kantong tebal. Hadeww.. Ditambah lagi, kenyataan bahwa konser ini menjadi incaran para fans luar negeri di sekitar Indonesia. Maklum, untuk tour kali ini, NKOTBSB hanya menyambangi Asia di negara kita dan Filipina. Bahkan saya melihat beberapa fans dengan bendera Korea dan pakaian Hanbok.. Salut untuk kerja keras promotor meyakinkan mereka mau mampir...

The Show

Puasss.... Inilah konser reuni pertama yang saya datangi. Masa kejayaan mereka memang sudah lewat, namun karya mereka memang telah dan masih menjadi bagian dalam perjalanan hidup para penonton. Justru, hal itulah yang membuat atmosfere pertunjukan menjadi berbeda. Penonton yang sebagian besar adalah penggemar setia kedua boyband makin membuat nuansa nostalgia yang penuh kenangan. Kami seperti tersihir kembali ke masa muda. Masa penuh semangat, menyenangkan, serasa tanpa beban, dan tentunya masa penuh kenaifan...


Kira - kira dua jam kami disuguhi lagu - lagu fenomenal keduanya. Teriakan, koor panjang, dan histeria penonton yang sebagian besar wanita dan tentu saja tak lagi muda. Ha3x... Jujur, saya hanya mengetahui beberapa hits NKOTB dari hasil download yang saya insert ke ipod beberapa minggu sebelumnya. Begitu melihat penampilan mereka secara live, saya mulai menyukai beberapa lagu Sedangkan untuk BSB, saya tidak hanya makin menyukai lagu mereka yang selama ini selalu saya pilih saat karaoke., namun mulai ngeh dengan beberapa lagu lain yang ternyata juga layak untuk dinyanyikan saat karaoke.. He3x.. Satu yang disayangkan, More Than That tidak masuk dalam playlist yang dinyanyikan.. Hiks..hiks..



--------------------------------

Saya melalui masa ABG ditemani karya mereka. Saya memang tidak mendeklarasikan diri sebagai BSB Soldiers, tapi saya hapal lagu hits mereka. Saya mempunyai kaset album mereka yang Millenium dan VCD bajakan video klip mereka. Bahkan, saya rela menyalin lirik lagu mereka di buku catatan. Ha3x..

Satu hal yang bisa saya ambil sebagai pembelajaran adalah mengenai passion mereka. Passion yang mampu membawa mereka bangkit kembali setelah masa kesuksesan telah lewat. Salah satu personel NKOTB, Joey Mc Intyre pernah mengurung diri selama 3 bulan di hotel dan hanya makan mie instan setelah grupnya bubar. Selanjutnya, dia harus pontang - panting mencari label rekaman untuk album solonya. Jordan Knight, mungkin memang mudah mendapat label rekaman solonya, namun dia rela menjadi penyanyi pembuka untuk konser BSB.. Nick Carter juga berjuang mengatasi ketergantungan alkohol dan obat untuk bangkit kembali membangun karir...

Mungkin konser kali ini bukan kebangkitan mereka, namun kerja keras mereka menunjukkan bahwa semangat dan passion mereka masih ada. Bahkan, BSB berencana akan reuni berlima setelah Kevin memutuskan kembali bergabung. Pastinya saya menunggu album baru mereka yang direncanakan rilis tahun ini..

“Don't cry because it's over, smile because it happened.”  (Dr. Seuss)
Read More »»»

Sunday, May 27, 2012

Cuti Ditolak !!


Yeah.. Itulah salah satu kenyataan pahit yang harus siap kita terima sebagai karyawan. Tiket (promo) sudah dibeli, itenerary sudah dibuat, bahkan penginapan sudah dibooking. Bisa lebih parah jika visa sudah diapprove oleh kedutaan. Tapi semua berubah menjadi bencana ketika satu surat sakti tidak disetujui. Yup, pengajuan cuti kita ditolak dengan berbagai alasan. Kerjaan lagi deadline, rapat/urusan kantor mendadak, atau seribu macam penyebab yang tak terduga lainnya..

Pertanyaannya, karyawan / pekerja / buruh bisa apa ?  


Dilematis memang. Batal berangkat hanya membuat penyesalan seumur hidup.. Ha3x..  Tapi, nekat kabur juga bukan penyelesaian yang bijak. Ingat, kita traveling bukan untuk sekali ini saja, kabur hanya memberi cap negatif yang menurunkan tingkat keberhasilan untuk pengajuan cuti selanjutnya. Berabe...

Kondisi semacam ini bisa kita minimalisasi dengan beberapa strategi :

Kenali Habitatmu...
  • Setiap organisasi atau perusahaan mempunyai sistem dan mekanisme cuti yang berbeda. Umumnya, sesuai aturan Depnaker (mungkin), karyawan mempunyai hak cuti tahunan sebanyak 12 hari/tahun. Meski beberapa ada yang beruntung mendapat 24 atau bahkan 30 hari/tahun. Selain cuti tahunan, beberapa perusahaan memberikan cuti besar setiap beberapa periode.  Di tempat saya, cuti besar diberikan sebanyak 33 hari setiap 3 tahun, namuan banyak perusahaan lain yang menerapkan cuti besar 60 hari setiap 6 tahun. Selain dua cuti ini, masih ada cuti non dinas, cuti diluar tanggungan, dan yang lain. Di kantor lama saya, kita bisa mendapatkan cuti tambahan yang disebut "libur kompensasi". Jadi kita masuk di hari libur dan bisa mendapatkan libur pengganti yang bisa kita gunakan dalam jangak 3 bulan ke depan.. Lumayannnn... So, pahami peraturan cuti perusahaan, khusunya tentang hak karyawan.. He3x..

Temukan Kartu AS...
  • Berikutnya, tentukan siapa yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan cuti kita. Mekanisme persetujuan cuti biasanya tergantung dengan approval atasan langsung. So, perhatian utama kita sekarang ada di bos. Beruntunglah kalau kita mempunyai bos yang sepaham atau malah lebih gila dalam urusan cuti jalan - jalan.. Meski saya yakin hanya sedikit yang seberuntung itu... Kita harus paham benar karakter dan yang terpenting adalah kelemahan-nya. Ha3x.. Jangan salah paham. Kartu AS ini kita pergunakan untuk tujuan baik. Seperti bos saya, belum pernah sekalipun menolak cuti saya. Bukan karena apa, karena saya selalu mengetahui bahwa beliau seringkali lupa diri dalam keadaan senang. So, saat asyik ketawa - ketiwi ria, saya selipkan pembicaraan awal mengenai rencana cuti saya. Paling pahit, dibahas "anak muda, sukanya ngeluyur saja". Ha3x..






Jujur Apa Adanya..
  • Kejujuran yang pahit jauh lebih indah daripada kebohongan yang manis. Ha3x.. Tapi, jujur juga ada levelnya.. Contohnya, ketika ditanya mau ngapain, kita jawab ada kepentingan pribadi. Kalao ditanya kemana, baru jujur jawab pengen liburan. Simple kan... Kalo bos kita lagi kepo, misal ditanya liburan kemana, dengan siapa, trus semalam berbuat apa.. Ha3x.. Jawab saja dengan singkat dan jelas.. Kalo kita lagi apes dan si bos infotainment mode-on, silahkan dilayani dengan gaya artis. Jawab seperlunya dan sok misterius tapi berharap. Asal jangan jawab off the record saja kalo gak mau cuti malah di reject... Ha3x... 

Rajin Mendadak..
  • Menjelang cuti, berubahlah jadi yang paling rajin. Datang lebih pagi, istirahat tetep ngendon di kantor saja, dan pulang kerja paling akhir. Pasti anda kan dikira OB baru. Ha3x.. Kerjakanlah tugas dengan cepat, usahakan tidak ada deadline ketika kita sedang cuti. Kalo perlu, tanyakan kepada bos apa yang bisa kita kerjakan lagi.. Buatkan kopi, belikan sarapan, atau malah cucikan mobill.. 

Siapkan Surrogates
  • Kalo sifat kerjaan kita periodik-misalnya laporan mingguan, check shhet harian, kerjakan sebelum kita cuti. Jika tidak  memungkinkan, segeralah mencari surrogates yang rela melakukannya untuk kita. Paling mudah ya anak buah kita, kalo tidak punya segeralah merayu rekan kerja.. Sedikit sogokan oleh - oleh biasanya cukup manjur. 
  • Susahnya, terkadang kita sudah cukup penting sehingga memegang akses terhadap suatu proses di dalam sistem. Seperti saya, beberapa permintaan pembelian harus saya approve dulu sebelum lanjut kepada bos. So, sebelum berangkat latihlah suroagates kita untuk melakukannya, dan berikan id dan pasword kita. (Biasanya kalo dinas atau cuti, bos saya juga nitip tugas ini kepada saya.. Ha3x..)

Bersahabat dengan Waktu
  • Jaman teknologi informasi seperti sekarang ini memudahkan kita untuk menentukan waktu traveling yang tepat. Siapkanlah kalender dan jadwal libur  nasional tahun ini dan tahun mendatang, jangan lupa kalender pendidikan. Dalam menentukan jadwal traveling hindari cuti bersama di harpitnas, libur sekolah dan libur lebaran pastinya. Selain karena susah memperoleh tiket promo, menghindari  masa - masa itu akan memudahkan persetujuan cuti. Bagaimana bisa ? Begini.. Saat cuti bersama, masuklah.. Ini menambah point "kerajinan", nama baik dan gelar pahlawan tanpa tanda jasa (dengan pamrih tentunya-ha3x). Aneh juga, cuti kok diatur - atur bersama. Tak sudii,... Sedangkan liburan sekolah adalah family time, biasanya si bos yang cuti. So, berkorbanlah kerja saat yang lain liburan dan rasakan sensai liburan dengan harga murah saat yang lain kerja keras..

Keberhasilan langkah - langkah diatas sangat tergantung kepada kepandaian, pesona dan doa kita. Jangan lupa, kreatiflah. Kembangkan sesuai dengan keadaan, keberanian dan kondisi tak terduga di lapangan. 

Jika senantiasa gagal, selain mengevaluasi kemampuan komunikasi dan negosiasi anda, mulailah sering melihat koran dan browsing. Saatnya anda untuk mencari pekerjaan lain yang lebih  manusiawi dan mengerti anda. Jika berani, silahkan jadi wirausaha, dijamin masalah cuti akan terselesaikan..

Dan ingat, saat anda jadi bos, jangan pernah menolak cuti  anak buah.. Logikanya, karyawan butuh kecerdasan tambahan untuk mengatur cuti yang terbatas. So, kalo minta cuti berarti ada alasan yang penting, apapun itu. Toh cuti itu hak karyawan.. Jangan Kepo.. Ha3x..


 Jangan Takut untuk Cutiiii.... 
Read More »»»

Monday, May 14, 2012

Travel Buddy (Camera)

Salah satu peralatan tempur wajib bagi seorang bacpacker adalah kamera. Yup, barang satu ini memang lebih dari sekedar alat narsis ria di tempat - tempat baru. Sebuah kamera bisa menjadi diary tak pernah dusta yang bisa membuka ingatan akan sebuah fakta yang terjadi dalam perjalanan. Bagi yang punya bakat dan passion, benda ini bisa jadi alat untuk menambah pundi - pundi kekayaan. Minimal bisa nambah dana untuk traveling berikutnya.. 

Terlepas dari harga, kamera seringkali mampu menunjukkan kepribadian pemiliknya (maaf bagi yang pinjam he3x.). Minimal hal ini terbukti pada saya (teori saya sendiri sih.. ha3x). Saya yang paling males dengan sesuatu yang ribet dan perlu pengaturan yang rumit pasti akan memilih pocket camera yang menawarkan kepraktisan dan keserhanaannya. Simple, ringan, tinggal tekan dan bisa dibawa dengan berbagai cara, digantung di leher, diselipkan di saku celana atau bahkan hanya di dalam genggaman tangan. Praktisss... 

CANON IXUS 95 IS 

Kamera pertama ini saya beli pada april 2009 lalu dari uang IK triwulan satu. Saat itu, saya tidak melakukan  study  pendahuluan, melainkan langsung datang ke toko bersama teman - teman dan melihat-lihat stock yang tersedia.

Preferensi dalam benak saya, kamera digital yang bisa diandalkan dan layak di punyai adalah Canon. Untuk pemilihan type lebih didasarkan bahwa 95 IS adalah seri terakhir Canon yang ada di pasar (Surabaya) saat itu. Sedangkan keputusan warna hijau tosca  ldilatar-belakangi  karena merupakan sesuatu yang beda dan tidak pasaran (hal ini terbukti  saya tidak pernah menemukan orang yang memiliki type ini dengan warna yang sama). 

Dalam 3 tahun, kamera ini menunjukkan performa yang tangguh dan dapat diandalkan. Kamera ini telah mengabadikan banyak momen penting. Narsis bersama teman, kumpul keluarga, solo traveling, acara kantor, dokumentasi pekerjaan, bahkan telah menghasilkan karya yang masuk dalam salah satu majalah perjalanan.  (lumayan dapat hadiah buku dan karya saya masuk majalah. He3x).

Canon ini sudah tak terhitung beberapa kali mengalami insiden. Meski sering jatuh, low bat, dan dipinjam orang, dan seringnya saya lempat sembarangan ke kasur atau tas, kamera satu ini tetap setia. Akhir-akhir ini saja mulai sering ngambek. Memory cardn-nya kadang tak terdeteksi. Mungkin tak lain dan tak bukan karena saya iseng mempermainkan cabut-pasang memory card nya secara sembarangan. Untuk urusan baterai, kabel data, dan charger tidak pernah ada masalah. Mantapp punya... 

PANASONIC LUMIX DMC-FT3 

Kalo yang satu ini baru saya beri kemarin (13 Mei 2012). Kali ini, saya melakukan study singkat dalam menentukan kamera apa yang saya beli. Memang sih, sejak awal saya hanya melakukan perbandingan hanya untuk Lumix, entahlah saat ini saya jatuh hati pada produk satu ini. Mengenai warna, selain karena hanya tinggal ada satu stock di toko (barang display), saya memang suka dengan warna orange enjreng ini. Biar mudah dicari dan tak pasaran. He3x.. 

Sedikit berbeda, awalnya saya mengingnkan kamera Lumix dengan hasil gambar dan zoom yang lebih baik. Namun, pada akhirnya saya malah jatuh cinta pada yang satu ini. Dalam segmentasi-nya, kamera ini masuk dalam jenis "Though" yang memang didesain dengan beberapa keunggulan untuk menemani traveling. Bukan hanya waterproof, shockproff, dan freezeproff, produk ini juga dilengkapi dengan Full HD video dan GPS. Woooww, lo tau yang gue mau... 

Bukan untuk gaya - gayaan. Produk ini saya nilai mampu mengerti saya. Saya yang teledor suka menaruh barang sekenanya. Saya yang hoby asal memasukkan barang elektronik dalam saku tanpa menaruh dalam wadahnya terlebih dahulu. Dan saya yang sembrono dan suka menyiram sesuatu yang tidak semestinya. Ha3x... 

TIPS & TRICK 

Dengan pengalaman dua kali ini membeli kamera dan sedikit menarik benang merah dari pembelian barang - barang elektronik yanga lain, berikut beberapa hal yang bisa dipertimbangkan. 
  • Pastikan budget yang dipunya. Kalau budget unlimited, pastikan type apa yang diinginkan, kalo bingung beli saja yang terbaru, terbagus atau yang termahal. Simple... 
  • Pastikan merk yang ingin dibeli dengan melakukan browsing, nanya teman atau lihat iklan - iklan yang lagi update di berbagai media. Jangan datang ke toko dengan merk terbuka, bisa makin bingung dan berujung tergiur dengan promo dan tawaran yang ada.
  • Pastikan tempat membelinya. Ribet memang, tapi google akan sangat membantu untuk membuat prioritas dan gambaran awal tempat pembelian. Mulai dari ketersediaan, alamat dan spek teknis nya. 
  • Pastikan kisaran harganya. Gampang, kunjungi website tokonya, kalo gak dipasang telp saja untuk nanyain harga. So, bandingkan.
  • Pastikan garansi-nya. Garansi resmi, garansi toko atau garansi kepercayaan. Ha3x.. Tanyakan juga kalo ada permasalahan, kemana anda harus mengadu. 
  • Pastikan telah membeli kelengkapan penunjang kamera. Memory card, pocket, screen guard, tripod, batere cadangan, dan sesuai kebutuhan. 

Sebentar lagi, Canon akan pensiun dan diganti oleh Lumix. Tapi saya yakin, Canon akan mampu merekam banyak momen dengan berada di tangan keluarga saya. 

 "Every moment spent with you is a moment I treasure"
Read More »»»

Thursday, May 03, 2012

Myanmar Here We Come....

Yeahh... Ini pertama kalinya saya backpacker-an bersama dengan backpacker yang sebelumnya hanya kenal di milis backpacker.  Terhitung 9 bulan lebih sejak booking tiket bulan Juli tahun lalu, kami yang hanya bertiga berhasil melalui perjalanan menarik pada 22 - 27 April lalu meski dengan beberapa perubahan rencana dan peserta. Bagi saya sendiri, petualangan ini benar - benar memberi sudut pandang dan banyak pengalaman baru mengenai traveling... Mingalaba Bang Fery dan Tante Alvie...


Persiapan

Kali ini persiapan benar - benar berbeda. Apabila biasanya disibukkan dengan rutinitas menyusun itenary, booking akomodasi, menentukan destinasi, transportasi, dan estimasi biaya, sekarang bisa santai tanpa itu semua dan hanya ribet mengenai visa dan penukaran mata uang. Maklum, kali ini tour leader kami percayakan kepada Bang Fery yang lebih kompeten dan senior.. Ha3x..

Mengurus visa ternyata memang ribet. Selain memang setiap kedutaan meminta persyaratan tertentu yang berbeda, kenyataan bahwa semua embassy ngumpul di ibukota sono ya mau dikatakan apa lagi. Untuk Myanmar, surat keterangan bekerja harus mencantumkan bahwa kita datang untuk tujuan tourism.

Dengan pertimbangan kesibukan dan biaya, pilihan mengurus visa melalui travel agent lebih menguntungkan dan bebas risiko. Sempat agak terhambat karena biro bilang tidak perlu urus visa, sudah bisa VOA. Tapi, menuruti saran - saran para traveler sebelumnya, saya merayu biro untuk tetap menguruskan.. He3x.. Thanks untuk Mas Ipul dari Genta Tours Surabaya.

Kalo valas gak terlalu bermasalah sih, hanya karena Myanmar Kyat tidak dijual di Indonesia (katanya tidak dijual di luar Myanmar) kita akan kena biaya selisih kurs lebih banyak karena harus tukar USD dulu baru nanti disana beli Kyat. Maklum, IDR juga tak dikenal disana.. Kali ini thanks untuk Agan Ende yang ngasih rekomendasi penukaran di Wangi Valas di Ruko RMI. (hiks.. USD lagi mahal....)

Transportasi 

Satu minggu disana kami hanya mampu melakukan perjalanan ke 3 destinasi utama. Yangoon, Mandalay, dan Bagan. Untuk berpindah dari satu kota ke kota lain, kami menggunakan bus.

Bus malam berpenumpang hanya setengah mengantar kami dari Yangon ke Mandalay dengan perjalanan 9 jam, lumayan bisa  tidur telentang menggunakan 4 kursi. He3x.. Sedangkan, perjalanan Mandalay ke Bagan kami tempuh selama 8 jam mulai pagi hingga sore hari . Paling parah adalah Bagan - Yangon yang dilalui 11 jam dengan duduk di kursi plastik tambahan dengan bus penuh sesak, kakek - kakek yang kumat bengeknya dan tante - tante yang muntah melulu.. Ha3x...

Kondisi bus sepadan dengan di Indonesia, namun semua tidak ada toilet nya. Perbedaannya, fasilitas Tipi dan DVD disini benar - benar dimanfaatkan dengan suara yang maksimal. Hadoww, mengganggu tidur bener dah.. Satu kelebihannya, mereka memberikan fasilitas toiletries gratis berupa handuk basah dan sikat gigi beserta odol mini.. Berguna sekaliii..

Untuk city tournya sendiri, kami memilih menggunakan moda yang berbeda. Tempat - tempat menarik di Mandalay kami jajah dengan ojek motor seharian, plus perahu untuk menyebrang sungai  menuju Inwa. Kereta kuda kami pilih ketika mengeliling Inwa dan kota tua Bagan, sedangkan Yangoon kami jelajahi dengan jalan kaki dan naik bus.. Wuihh, lengkapppp..


Makanan

Bertiga sepakat, makanan favorit kami adalah Fried Rice w/ vegetables. Makanan terenak kami adalah berupa nasi goreng yang kami santap ketika sarapan di depan pintu pagoda menuju Mandalay Hill.. Mantab bener.... Selain karena mencari halal, bisa dibilang Myanmar belum punya signature dish yang fenomenal.

Kami pernah mencoba menu Myanmar Set, dan hasilnya belum cocok dengan lidah kami... He3x...  Maklum selera orang beda - beda.. Yang menonjol dari makanan Burma adalah rasa asam... Selebihnya, saya sendiri merasa harus menggunakan paksaan untuk menghabiskan makan...

Untuk cemilan, terus terang kami membatasi diri membeli penganan pinggir jalan dikarenakan 2 hal utama. Pertama adalah masakah hygiene yang tidak terjamin dimana makanan dibiarkan terbuka tanpa penutup. Memang kami tidak melihat lalat, tapi debu dan keramaian tetap meragukan..  Kedua, kami memiliki uang terbatas..

Unique 

Dalam perjalanan dari bandara ke kota, kami merasa sangat surprise dengan posisi taxi yang di kanan jalan yang berbeda dengan dengan negara kita. Surprise karena posisi sopir juga di kanan mobil. Kami membayangkan betapa berbahayanya ketika menyalip melalui sebelah kiri, tentu saja pandangan sopir akan sedikit terganggu.

Dalam bus, kami melihat pemandangan bapak - bapak bersarung. Hmmm... mungkin pulang dari mana gitu... Dan ternyata, semua laki - laki disana memang masih umum menggunakan sarung di manapun dan kapanpun. Dari pertunjukan Moustache Brothers, kami mengetahui bahwa panjang sarung dan cara melilitkan sarung di pinggang itu berbeda - beda, ada untuk Raja, Pangeran, Rakyat dan Wanita..

Selain Sarung, kebiasan kuno yang masih terlihat dimana - mana adalah menyirih.. Lihat saja dipinggir jalan, pedagang sirih lebih banyak daripada pedagang gorengan. Kebiasan meludah sembarangan membuat beberapa area penuh dengan warna merah sirih.. Untungnya, di berbagai tempat disediakan galon air minum gratis yang selalu terisi air, meski gelas seng nya hanya satu untuk sejuta umat. Xixxixixi...

Untuk jaringan selular, sejak berangkat kami sudah tahu dan pasrah bahwa kami tidak bisa mendapatkan network untuk internet dan wifi. Kartu yang di terima disana hanya Telkomsel, itupun hanya bisa nerima, untuk outgoing ya nihil... Mau beli perdana, mahal euyy, sekitar 20 USD an belum termasuk pulsa. Belum lagi, mencari konter disana seperti mencari tumpukan jarum dalam jerami.. Jarangg.... Eh, tapi saya sempat lihat billboard iklan ipad 3.. Kebayang yang beli pasti bener - bener butuh, bukan untuk gaya - gayaan...

Selain konter selular yang jarang, peluang bisnis yang menjanjikan adalah money changer. Bayangkan, kami menukar dollar selalu di penginapan.. Beberapa pedagang maupun sopir bisa menjadi calo penukaran, tapi ratenya terjungkal bebas.. Tiap kawasan pun beda rate, di Mandalay kapi mendapat 800 Kyat/Dollar. Sedangkan di Bagan dan Yangoon kami hanya mendapat 770 dan 790 Kyat/Dollar. Nilai itupun untuk pecahan 100 USD, pecahan kecil akan mendapat rate yang lebih rendah..

Di tengah cuaca yang panas, orang Burmese baik pria dan wanita selallu nampak menggunakan bedak dingin. Awalnya saya pikir terbuat dari tepung beras seperti disini, ternyata eh ternyata berasal dari kulit kayu Thanaka.. Fungsinya selain melindungi dari terik panas adalah untuk memperhalus kulit.. Sayang, saya tidak mencoba sendiri pipi hasil perawatan Thanaka ini.. Takut digampar.. Ha3x.. Tapi, iklan produk kecantikan modern juga meraja lela, salah satunya Laudya Cinthya Bella yang banyak terpampang di Mandalay..

End... 

Dalam segudang keterbatannnya, Myanmar menyimpan sejuta pesona yang belum terasah. Jika  pemilihan umum kemarin dan nanti mampu memilih pemimpin yang benar - benar berjuang untuk negaranya, saya yakin negara ini akan mampu menjadi kekuatan besar dalam pariwisata Asia Tenggara. Semoga Indonesia juga...

Where we go we don't need roads, Where we stop nobody knows....
Continued : Mandalay, Bagan, Yangoon
Read More »»»

Sunday, April 01, 2012

Thesis Adventure

Akhirnya datang juga. Yup, satu langkah kecil yang harus dilakukan untuk meraih lompatan besar. Thesis..thesis... Bagi orang lain mungkin ini sesuatu yang biasa, tapi bagiku "ngerjain thesis itu seperti mengurus persiapan perjalanan keliling dunia bersama orang yang kita cinta untuk suka - suka tanpa pusing mikirin balik kerja". Tapi kembali, itu semua masih rencana. Perlu kerja nyata, banyak usaha dan pastinya duri derita. Hmmmmm..

Setelah menimbang dan mengingat, saya memutuskan minggu lalu menyerahkan form pengajuan penyusunan thesis. Akhirnya, per 26 Maret 2012, tema penelitian sudah disetujui oleh Ketua Jurusan lengkap dengan dosen pembimbing dan jadwal yang harus diikuti. Cukup mepet sih, batas penyusunan proposal tepat 3 bulan, 26 Juni dan batas penyusunan akhirnya 26 September. Wowww....

Dulu, rasanya mustahil saya bisa ambil S2. Saat di Cilegon, beberapa kali saya berpikir untuk melanjutkan pendidikan. Tapi, kondisi kesejahteraan tidak mengijinkan. Ha3x.. Bahkan sejak belum lulus S1, keinginan itu sudah ada.. Alhamdulillah, Allah mendengar apa yang saya inginkan dan memberikan apa yang saya butuh. Keuangan, kesempatan dan tentunya yang paling penting adalah kemauan..

Tapi, pengalaman adalah guru yang berguna (guru yang terlambat -red). Dulu, jaman nyusun skripsi saya bisa lulus lancar karena partner yang tepat. Kalo gak, entah bagaimana. Pikiran saya saat itu kacau, atau "galau" kalo boleh pake istilah masa alay ini. Kondisi keuangan orang tua yang lagi down membuat saya terserang post graduation syndrome lebih dini. Saya parno, lulus kuliah susah cari kerja..

Satu permasalahan besar lain, saat skripsi hati saya benar - benar down karena menerima kenyataan bahwa sekali lagi saya telambat untuk mengutarakan perasaan saya kepada seseorang. Hidup saya kembali mengulang sejarah, masa "andai ia tahu" menjadi soundtrack.. Ha3x..

Kondisi awal thesis ini sedikit banyak sama. Hati saya sekali lagi galau. Sedikit kemajuan, kali ini karena saya harus move on setelah diputuskan. Dan sebagai gantinya, "aku punya hati" mengiringi hari - hari saya sampai suatu saat saya mencapai zona "tak sebebas merpati".

Yang berbeda (semoga), saya mengawali thesis ini dengan keyakinan (sedikit kebingungan -red). Karena thesis ini hanya bagian kecil dari mimpi dalam pikiran. Saya punya mimpi yang jauh lebih besar.....

The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams (Eleanor Roosevelt)
Read More »»»